Jumat, 19 Juli 2013
Minggu, 30 Juni 2013
Kupandangi Langit Malam.
Senja merangkak perlahan,
menyongsong datangnya malam..
Gelap pun tiba..
Dari ketinggian gedung aku melepas pandang,
di kejauhan tampak kendaraan hiruk pikuk,
berseliweran di jalanan yang cukup lengang..
sorot lampu menerangi malam bak bintang di langit nan luas..
Kudongakkan kepala,
kulepas pandang ke langit nan bebas...
Tak tampak bintang di sana..
Hanya awan putih berarak perlahan..
Dalam hatiku, aku bertanya : "Kemanakah bintang-bintang yang biasa menghiasi langit?"
Dan bulan juga tak nampak..
Ah..pikirku..
mereka pasti bersembunyi di balik awan,
Enggan menampakkan diri, walau sejenak..
Tak mengapa, pikirku..
angin malam yang bertiup lembut ini,
sudah cukup menyejukkan jiwa..
menghantarkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta..
atas nafas kehidupan yang masih diberikan..
atas keagungan alam semesta ini..
Dalam benakku terpikir,
mungkin esok lusa, bintang dan bulan akan muncul..
berkelip dan bersinar, menerangi malam,
menghantarkan penghuni alam semesta menghabiskan malam, menyongsong pagi ..
Terima kasih Tuhan atas hari ini..gumamku
menyongsong datangnya malam..
Gelap pun tiba..
Dari ketinggian gedung aku melepas pandang,
di kejauhan tampak kendaraan hiruk pikuk,
berseliweran di jalanan yang cukup lengang..
sorot lampu menerangi malam bak bintang di langit nan luas..
Kudongakkan kepala,
kulepas pandang ke langit nan bebas...
Tak tampak bintang di sana..
Hanya awan putih berarak perlahan..
Dalam hatiku, aku bertanya : "Kemanakah bintang-bintang yang biasa menghiasi langit?"
Dan bulan juga tak nampak..
Ah..pikirku..
mereka pasti bersembunyi di balik awan,
Enggan menampakkan diri, walau sejenak..
Tak mengapa, pikirku..
angin malam yang bertiup lembut ini,
sudah cukup menyejukkan jiwa..
menghantarkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta..
atas nafas kehidupan yang masih diberikan..
atas keagungan alam semesta ini..
Dalam benakku terpikir,
mungkin esok lusa, bintang dan bulan akan muncul..
berkelip dan bersinar, menerangi malam,
menghantarkan penghuni alam semesta menghabiskan malam, menyongsong pagi ..
Terima kasih Tuhan atas hari ini..gumamku
Senin, 17 Juni 2013
Hadiah Terindah, Anugerah Terbesar
Tanggal sembilan belas Juni,
Dua puluh empat tahun yang lalu ketika kau lahir putra bungsuku,
Malaikat bernyanyi untukmu..
Nyanyian itu bergaung dalam air mata haru dan bahagiaku..
Melihat wajahmu yang polos, suci tanpa noda, mencuri hatiku, melegakan perasaanku..
Beruntai-untai kuucapkan syukur kepada Yang Maha Pencipta..
Kami membawamu pulang..
Dan memberimu nama, "Altobelino Enriko Verano"
Hadiah terindah dari Sang Maha Pencipta..
Anugerah terbesar di hidup kami, ayah dan ibumu ..
Hati-hati aku membaringkanmu di ranjang yang telah lama kami siapkan untukmu..
Kucium keningmu, bayi mungilku, bayi tampanku..
Malam-malam aku terbangun menyusui dan mengganti popokmu..
Lelah dan penat tak terasa..berayun-ayun kita bersama..
Menghabiskan malam, terlelap, menyongsong pagi..
Waktu bergulir, menguntai begitu banyak peristiwa penting di hidup kita..
Kau tumbuh besar, menjadi dewasa..
Menyelesaikan studimu dengan predikat terbaik..
Kau Sarjana Elektro ku, lulusan dari universitas ternama di negeri kita..
Betapa aku bangga padamu..
Kini kau meniti karier, belajar menjadi seorang profesional dibidangmu..
Ibu tahu, perjalananmu masih panjang..
Masa depanmu masih terbentang luas..
Karena itulah tak putus-putusnya doa ibu untukmu..
Untuk segala yang terbaik..
Ibu tak minta kau lepas bebas dari segala masalah,
Tapi yang ibu minta daya tahan, kekuatan fisik dan mental bagimu,
Pendampingan Tuhan untukmu, agar kau tak gampang menyerah, apalagi berputus asa..
Agar kau tak terombang -ambing di tengah badai dunia yang terkadang menakutkan..
Ibu percaya Tuhan akan selalu menjagamu, andalkanlah Dia nak..
Ibu berjanji, takkan menuntut banyak darimu, termasuk soal urusan jodoh dan menikah..
Asal itu baik, tidak merugikan dirimu dan orang lain..jalani saja..
Apapun itu, asal niat kita baik..Tuhan akan senantiasa merestui dan memberkati..
Nak. ibu menulis untaian-untaian kalimat untukmu,
dari hatiku yang paling dalam..yang kau miliki..
Di hari Ulang Tahunmu ini..
Ibu mau mengingatkanmu, bahwa di mana ibu hidup,
ibu akan selalu menjadi rumah yang damai bagimu ..
Ibu akan menjadi kemah doa untuk kebahagiaanmu, kesehatanmu, panjang umur, sukses dan bahagia..
Kehidupanmu diciptakan dalam cinta kami orangtuamu..
Tak ada kesalahan yang harus kaupikul..
untuk kami orangtuamu yang tak dapat hidup bersama..
Ibu dan ayah berjanji akan selalu ada untukmu..
Ketika ibu sakit beberapa bulan yang lalu..
Kau selalu ada untuk mendampingi dan menguatkan ibu..
Kau dan abangmu berjuang mengatasi biaya yang begitu besar untuk perawatan dan kesembuhan ibu..
Terima kasih yang tak terhingga dari ibu untuk kesetiaan dan bakti kalian berdua..
Tuhan yang akan membalas semua kebaikanmu dan abangmu..Amin..
Hari ini tepat dua puluh empat tahun usiamu ..
saat kusuapkan mie ulang tahun ke mulutmu,
Ketahuilah bahwa, " Ibu bersamamu, kita akan selalu menjadi sahabat"
Kaulah sahabat terbaikku, nyawaku, malaikatku..
Kaulah perwujudan cinta kasih Tuhan untukku..
Tuhan akan selalu menjagamu nak,
memanjangkan umurmu, memberimu kesehatan, kesuksesan & kebahagiaan..Amin..
I love you my son..^_^
Dua puluh empat tahun yang lalu ketika kau lahir putra bungsuku,
Malaikat bernyanyi untukmu..
Nyanyian itu bergaung dalam air mata haru dan bahagiaku..
Melihat wajahmu yang polos, suci tanpa noda, mencuri hatiku, melegakan perasaanku..
Beruntai-untai kuucapkan syukur kepada Yang Maha Pencipta..
Kami membawamu pulang..
Dan memberimu nama, "Altobelino Enriko Verano"
Hadiah terindah dari Sang Maha Pencipta..
Anugerah terbesar di hidup kami, ayah dan ibumu ..
Hati-hati aku membaringkanmu di ranjang yang telah lama kami siapkan untukmu..
Kucium keningmu, bayi mungilku, bayi tampanku..
Malam-malam aku terbangun menyusui dan mengganti popokmu..
Lelah dan penat tak terasa..berayun-ayun kita bersama..
Menghabiskan malam, terlelap, menyongsong pagi..
Waktu bergulir, menguntai begitu banyak peristiwa penting di hidup kita..
Kau tumbuh besar, menjadi dewasa..
Menyelesaikan studimu dengan predikat terbaik..
Kau Sarjana Elektro ku, lulusan dari universitas ternama di negeri kita..
Betapa aku bangga padamu..
Kini kau meniti karier, belajar menjadi seorang profesional dibidangmu..
Ibu tahu, perjalananmu masih panjang..
Masa depanmu masih terbentang luas..
Karena itulah tak putus-putusnya doa ibu untukmu..
Untuk segala yang terbaik..
Ibu tak minta kau lepas bebas dari segala masalah,
Tapi yang ibu minta daya tahan, kekuatan fisik dan mental bagimu,
Pendampingan Tuhan untukmu, agar kau tak gampang menyerah, apalagi berputus asa..
Agar kau tak terombang -ambing di tengah badai dunia yang terkadang menakutkan..
Ibu percaya Tuhan akan selalu menjagamu, andalkanlah Dia nak..
Ibu berjanji, takkan menuntut banyak darimu, termasuk soal urusan jodoh dan menikah..
Asal itu baik, tidak merugikan dirimu dan orang lain..jalani saja..
Apapun itu, asal niat kita baik..Tuhan akan senantiasa merestui dan memberkati..
Nak. ibu menulis untaian-untaian kalimat untukmu,
dari hatiku yang paling dalam..yang kau miliki..
Di hari Ulang Tahunmu ini..
Ibu mau mengingatkanmu, bahwa di mana ibu hidup,
ibu akan selalu menjadi rumah yang damai bagimu ..
Ibu akan menjadi kemah doa untuk kebahagiaanmu, kesehatanmu, panjang umur, sukses dan bahagia..
Kehidupanmu diciptakan dalam cinta kami orangtuamu..
Tak ada kesalahan yang harus kaupikul..
untuk kami orangtuamu yang tak dapat hidup bersama..
Ibu dan ayah berjanji akan selalu ada untukmu..
Ketika ibu sakit beberapa bulan yang lalu..
Kau selalu ada untuk mendampingi dan menguatkan ibu..
Kau dan abangmu berjuang mengatasi biaya yang begitu besar untuk perawatan dan kesembuhan ibu..
Terima kasih yang tak terhingga dari ibu untuk kesetiaan dan bakti kalian berdua..
Tuhan yang akan membalas semua kebaikanmu dan abangmu..Amin..
Hari ini tepat dua puluh empat tahun usiamu ..
saat kusuapkan mie ulang tahun ke mulutmu,
Ketahuilah bahwa, " Ibu bersamamu, kita akan selalu menjadi sahabat"
Kaulah sahabat terbaikku, nyawaku, malaikatku..
Kaulah perwujudan cinta kasih Tuhan untukku..
Tuhan akan selalu menjagamu nak,
memanjangkan umurmu, memberimu kesehatan, kesuksesan & kebahagiaan..Amin..
I love you my son..^_^
Reaksi Spontan.
Suatu siang aku berpapasan dengan seorang bocah laki-laki di depan pintu lift apartemen kami, mungkin berusia sekitar 8 tahun. Kami saling pandang dan melempar senyum. Untuk suatu keperluan akupun bergegas keluar. Sekitar setengah jam aku kembali dan menuju lift. Eh..ternyata bocah itu masih ada juga di depan pintu lift, mondar-mandir kayak strikaan. Akupun menyapanya duluan, "Koq gak naik-naik dari tadi?". Beruntun aku bertanya." Emang mau kemana dek?". Bocah itupun menjawab:" Mau ke atas, tapi aku belum mau naik" Akupun kembali bertanya: " Kenapa?". Gak kenapa-napa, jawabnya. Oooo...gitu ya, celetukku. Tak lama kemudian salah satu pintu lift terbuka, bocah itu menekan tombol naik, akupun masuk sambil mengajaknya untuk ikut masuk juga, tapi jawabnya:" Tante aja duluan, aku gak mau naik lift ini, kata temanku lift yang ini ada hantunya"..Hahhh, yang benar..seruku sambil bergegas keluar dari lift tersebut. Dan reaksiku itu sungguh sangat spontan ( kusadari kemudian, kalau reaksiku itu sebetulnya memalukan ^_^).
Penasaran aku bertanya pada bocah itu," Emang temanmu c'rita apa?" Jawab si bocah, " Temanku pernah dengar suara tangisan bayi, waktu itu dia mau turun dari lantai 21, tapi bayinya gak ada, cuman suaranya aja." Akupun nyeletuk:" Ah.. itu suara bayi benaran dari luar lift kaleee.." Bocah itupun menjawab dengan nada tertawa dan ngeledek aku:" Hahahaha..kalau tahu itu bohongan kenapa tadi tante takut dan keluar lagi dari lift?" Akupun tak mau kalah telak, ku jawab lagi:" Tadi itukan hanya reaksi spontan aja, gak takut koq, hantu itukan gak ada!" Bocah itupun gak mau kalah:" Hantu itu ada koq ". Belum sempat aku menjawab pintu lift lain di depan kami terbuka. Gak mau dianggap gak punya nyali oleh si bocah, aku bergegas masuk ke lift, disusul oleh seorang bapak, lalu kemudian si bocah juga ikut naik. Aku ke lantai 3, si bocah ke lantai 19. Di lift si bocah masih berusaha mempengaruhiku dengan mengatakan:" Tante, saya serius nih, hantu itu ada koq". Kehabisan kata-kata, aku hanya bisa melempar senyum padanya. Dan aku "terselamatkan", dari debat soal hantu dengan si bocah, ketika pintu lift terbuka, akupun bergegas keluar sambil mengatakan:" Dahhhh.."
Sesampai di kamar, aku tersenyum geli membayangkan kebodohanku, sambil menyesali, kenapa juga tadi aku keluar lagi dari lift itu, kena deh. Ketahuan juga kalau aku ini latah dan "sedikit penakut" ..Hehehe..^_^
Malam harinya aku bercerita pada kedua putraku mengenai perjumpaanku dengan si bocah serta pengalamanku siang itu. Putra bungsuku membayangkan si bocah akan berc'rita lagi pada temannya, bahwa dia telah berhasil menakuti seorang ibu.. Semoga saja tidak!^_^
Penasaran aku bertanya pada bocah itu," Emang temanmu c'rita apa?" Jawab si bocah, " Temanku pernah dengar suara tangisan bayi, waktu itu dia mau turun dari lantai 21, tapi bayinya gak ada, cuman suaranya aja." Akupun nyeletuk:" Ah.. itu suara bayi benaran dari luar lift kaleee.." Bocah itupun menjawab dengan nada tertawa dan ngeledek aku:" Hahahaha..kalau tahu itu bohongan kenapa tadi tante takut dan keluar lagi dari lift?" Akupun tak mau kalah telak, ku jawab lagi:" Tadi itukan hanya reaksi spontan aja, gak takut koq, hantu itukan gak ada!" Bocah itupun gak mau kalah:" Hantu itu ada koq ". Belum sempat aku menjawab pintu lift lain di depan kami terbuka. Gak mau dianggap gak punya nyali oleh si bocah, aku bergegas masuk ke lift, disusul oleh seorang bapak, lalu kemudian si bocah juga ikut naik. Aku ke lantai 3, si bocah ke lantai 19. Di lift si bocah masih berusaha mempengaruhiku dengan mengatakan:" Tante, saya serius nih, hantu itu ada koq". Kehabisan kata-kata, aku hanya bisa melempar senyum padanya. Dan aku "terselamatkan", dari debat soal hantu dengan si bocah, ketika pintu lift terbuka, akupun bergegas keluar sambil mengatakan:" Dahhhh.."
Sesampai di kamar, aku tersenyum geli membayangkan kebodohanku, sambil menyesali, kenapa juga tadi aku keluar lagi dari lift itu, kena deh. Ketahuan juga kalau aku ini latah dan "sedikit penakut" ..Hehehe..^_^
Malam harinya aku bercerita pada kedua putraku mengenai perjumpaanku dengan si bocah serta pengalamanku siang itu. Putra bungsuku membayangkan si bocah akan berc'rita lagi pada temannya, bahwa dia telah berhasil menakuti seorang ibu.. Semoga saja tidak!^_^
Senin, 27 Mei 2013
Malaikat Di hidupku
Memiliki keluarga kecil..
Dengan dua putra yang luar biasa baiknya..
Entah sudah berapa banyak kenalan dan saudara yang mengatakan;
Anak-anakmu sangat baik dan perhatian mereka terhadap kamu sungguh luar biasa..
Iya..itulah kenyataannya..
Untuk itulah, tak henti-hentinya aku mengucap syukur..
Kedua putraku adalah anugerah terindah di hidupku..
Mereka adalah perwujudan cinta kasih Tuhan..
Mereka bagaikan malaikat di hidupku..
Mereka segalanya untukku ..
Mereka sangat menyayangiku....
Dan aku..ibu kedua putraku..
Pun tak kalah besarnya menyayangi mereka..
Setiap tarikan nafasku..
Setiap derap langkah kakiku..
Setiap waktu di hidupku..
Kupersembahkan untuk kebahagiaan kedua putraku..
Semangat hidupku dalam menghadapi tantangan apapun..
Tak pernah pudar..
Itu semua karena kehadiran kedua putraku..
Cinta dan sayangku untuk kedua putraku..
Melebihi segalanya di hidupku..
Dalam setiap alunan doaku..
Kepada yang Mahakuasa aku memohon..
Segala yang terbaik untuk kedua putraku..
Juga aku mengatakan pada Tuhan;
Aku tak minta kedua putraku lepas bebas dari segala masalah,
Yang aku minta hanya..
Agar kedua putraku tidak gampang menyerah ataupun berputus asa.
Melainkan selalu mengandalkan Engkau di hidup mereka..
Dampingi kedua putraku ya Tuhan..
Mungkin aku bukan ibu yang sempurna..
Tapi aku sungguh tulus melahirkan dan membesarkan kedua putraku..
Sampai kinipun aku tetap belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk kedua putraku, malaikat di hidupku..
Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu yang sempurna di hidupku dan anak-anakku.
Dengan dua putra yang luar biasa baiknya..
Entah sudah berapa banyak kenalan dan saudara yang mengatakan;
Anak-anakmu sangat baik dan perhatian mereka terhadap kamu sungguh luar biasa..
Iya..itulah kenyataannya..
Untuk itulah, tak henti-hentinya aku mengucap syukur..
Kedua putraku adalah anugerah terindah di hidupku..
Mereka adalah perwujudan cinta kasih Tuhan..
Mereka bagaikan malaikat di hidupku..
Mereka segalanya untukku ..
Mereka sangat menyayangiku....
Dan aku..ibu kedua putraku..
Pun tak kalah besarnya menyayangi mereka..
Setiap tarikan nafasku..
Setiap derap langkah kakiku..
Setiap waktu di hidupku..
Kupersembahkan untuk kebahagiaan kedua putraku..
Semangat hidupku dalam menghadapi tantangan apapun..
Tak pernah pudar..
Itu semua karena kehadiran kedua putraku..
Cinta dan sayangku untuk kedua putraku..
Melebihi segalanya di hidupku..
Dalam setiap alunan doaku..
Kepada yang Mahakuasa aku memohon..
Segala yang terbaik untuk kedua putraku..
Juga aku mengatakan pada Tuhan;
Aku tak minta kedua putraku lepas bebas dari segala masalah,
Yang aku minta hanya..
Agar kedua putraku tidak gampang menyerah ataupun berputus asa.
Melainkan selalu mengandalkan Engkau di hidup mereka..
Dampingi kedua putraku ya Tuhan..
Mungkin aku bukan ibu yang sempurna..
Tapi aku sungguh tulus melahirkan dan membesarkan kedua putraku..
Sampai kinipun aku tetap belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk kedua putraku, malaikat di hidupku..
Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu yang sempurna di hidupku dan anak-anakku.
Sabtu, 25 Mei 2013
Dunia Maya
Dunia maya...
Banyak yang mengatakan seringkali di situ ada kebohongan..
Lain status yang ditulis, lain pula obrolan ke inbox..
Status yang ditulis berbau kerohanian,
Katanya sih lain c'rita dengan obrolan di inbox,
Yang gimana gitu..
Foto profilpun sering dimanipulasi..
Tak sesuai dengan identitasnya..
Menyimpan gambar, foto yang tak pantas, sepertinya biasa..
Tapi ah.. sudahlah semua sudah dewasa, tentu tahu mana yang baik dan tidak..
Pandai-pandainya kitalah menyikapinya..
Dunia maya..
Tak selamanya , tak semuanya palsu..
Banyak juga yang bersikap jujur..
Banyak juga yang menulis status untuk menguatkan dirinya dan orang lain..
Berbagi cerita, berbagi canda, bahkan kadang berbagi duka..
Apapun itu, segala kemajuan teknologi, bila digunakan dengan semestinya akan besar manfaatnya..
Semoga, saya, kamu dan dia, bisa menjadikan kemajuan teknologi sebagai spiritual reminder..
Banyak yang mengatakan seringkali di situ ada kebohongan..
Lain status yang ditulis, lain pula obrolan ke inbox..
Status yang ditulis berbau kerohanian,
Katanya sih lain c'rita dengan obrolan di inbox,
Yang gimana gitu..
Foto profilpun sering dimanipulasi..
Tak sesuai dengan identitasnya..
Menyimpan gambar, foto yang tak pantas, sepertinya biasa..
Tapi ah.. sudahlah semua sudah dewasa, tentu tahu mana yang baik dan tidak..
Pandai-pandainya kitalah menyikapinya..
Dunia maya..
Tak selamanya , tak semuanya palsu..
Banyak juga yang bersikap jujur..
Banyak juga yang menulis status untuk menguatkan dirinya dan orang lain..
Berbagi cerita, berbagi canda, bahkan kadang berbagi duka..
Apapun itu, segala kemajuan teknologi, bila digunakan dengan semestinya akan besar manfaatnya..
Semoga, saya, kamu dan dia, bisa menjadikan kemajuan teknologi sebagai spiritual reminder..
Minggu, 05 Mei 2013
Selalu Ada Harapan dan Kemenangan
Mungkin setiap dari kita pernah mengalami jalan buntu dalam menghadapi masalah. Bahkan bisa jadi kita merasa tak ada jalan keluar sama sekali. Mungkin juga kita mengatakan terlambat sudah. Mungkin juga kita protes, "Mengapa harus saya yang mengalami hal ini ya Tuhan, ini tidak adil!"
Namun demikan tidaklah bagi Tuhan. Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang tak mungkin, tidak ada yang mustahil.
Tuhan sangat senang pada orang yang mau melibatkan-Nya, mau mengandalkan-Nya di setiap perkara hidup mereka. Tidak gampang memang menunggu jawaban dari Tuhan, karena terkadang waktu dan jawaban Tuhan tak selalu sesuai dengan keinginan kita, bahkan terkadang bersamaan dengan itu semua pintu sudah tertutup. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata Tuhan telah menyediakan sebuah jendela untuk dibuka. Oh My God.. sungguh besar dan tak terbatas kuasa-Mu. Sudah saatnyalah kita kembali bangkit dan mengatakan: "Tuhan, bersama-Mu aku bisa, aku sanggup, aku takkan menyerah, aku takkan kalah oleh masalahku". Sekarang aku tahu Tuhan, ketika suatu waktu aku berjalan bersama-Mu, jejak kakiku tak kelihatan, ternyata saat itu Kau sedang menggendongku.
Dengan kenyataan yang demikian kita tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa, pribadi yang optimis, dan iman serta keyakinan kita kepada Tuhan semakin diteguhkan. Kita menjadi pribadi yang diperbarui.
Dan memang di balik semua TANTANGAN akan selalu ada HARAPAN dan KEMENANGAN. Puji syukur dan terima kasih Tuhan.
Namun demikan tidaklah bagi Tuhan. Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang tak mungkin, tidak ada yang mustahil.
Tuhan sangat senang pada orang yang mau melibatkan-Nya, mau mengandalkan-Nya di setiap perkara hidup mereka. Tidak gampang memang menunggu jawaban dari Tuhan, karena terkadang waktu dan jawaban Tuhan tak selalu sesuai dengan keinginan kita, bahkan terkadang bersamaan dengan itu semua pintu sudah tertutup. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata Tuhan telah menyediakan sebuah jendela untuk dibuka. Oh My God.. sungguh besar dan tak terbatas kuasa-Mu. Sudah saatnyalah kita kembali bangkit dan mengatakan: "Tuhan, bersama-Mu aku bisa, aku sanggup, aku takkan menyerah, aku takkan kalah oleh masalahku". Sekarang aku tahu Tuhan, ketika suatu waktu aku berjalan bersama-Mu, jejak kakiku tak kelihatan, ternyata saat itu Kau sedang menggendongku.
Dengan kenyataan yang demikian kita tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa, pribadi yang optimis, dan iman serta keyakinan kita kepada Tuhan semakin diteguhkan. Kita menjadi pribadi yang diperbarui.
Dan memang di balik semua TANTANGAN akan selalu ada HARAPAN dan KEMENANGAN. Puji syukur dan terima kasih Tuhan.
Tuhan Tak Pernah Meninggalkanku
Di suatu malam
Aku duduk merenung
Menghitung berkat demi berkat
Yang telah kuterima di dalam hidupku
Terlintas juga di benakku
Akan dosa-dosa yang telah kuperbuat
Baik dengan pikiran, perkataan, maupun perbuatanku
Disengaja maupun tidak
Yang telah menyakiti hati sesamaku
Mengingat itu...
Bersujud aku memohon ampun
Betapa Tuhan tak pernah memandang diriku siapa
Aku memang bukan siapa-siapa
Aku juga bukan apa-apa
Tapi Tuhan sungguh tahu siapa aku
Kemudian terbayang di benakku
Saat beberapa bulan yang lalu
Ketika aku terjerembab
Jatuh ke dalam sakit
Diagnosa yang kudapat lebih daripada badai
Saat itu seolah-olah hidupku akan berakhir
Tapi satu hal yang kuyakini
Ini bukanlah sebuah cobaan
Melainkan tantangan bagiku.. Apakah aku tetap mengandalkan Tuhanku
Iya.. Aku mengandalkan-Nya
Dan aku mengatakan kepada Tuhan
Kalau Engkau berkenan
Berikan aku hidup sekali lagi
Dan pakailah aku sebagai alat-Mu
Untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu
Dalam melayani sesamaku
Berliku..berkelok-kelok jalan Tuhan
Untuk menjawab pintaku
Sempat aku mengangkat kedua tanganku dan berkata
Aku menyerah Tuhan terjadilah padaku menurut yang Engkau kehendaki
Tak berselang lama.. Kembali aku mengatakan
Tuhan, Engkau dimana? Jawablah aku
Tapi satu hal yang tidak pernah terucap ataupun aku tanyakan
Ialah mengapa Engkau meninggalkanku Tuhan..
Tabu bagiku mengucapkan kalimat itu
Karena memang kutahu Tuhan tak pernah meninggalkanku.. sedetikpun..
Dan kutahu Tuhan tak pernah bekerja setengah-setengah
Aku yakin.. Sangat yakin..!
Perlahan tapi pasti
Tuhan menjamahku
Tuhan menyembuhkanku
Tuhan memulihkanku
Kedua puteraku dan dokterlah perpanjangan tangan Tuhan untukku
Tak terasa bulir-bulir air menetes dari sudut kedua mataku
Betapa Tuhan mengasihiku
Betapa anak-anak sangat mencintai dan menyayangi aku, ibu mereka
Aku tahu doa anak-anakku, keluargaku, sahabat-sahabatku
Bagaikan nyanyian surgawi
Mengalun mengiringi tangan Tuhan yang sedang bekerja bagiku
Lirih aku mengucap
Terima kasih Tuhan.. Engkau sungguh baik dan sangat baik
Berkati anak-anakku, keluargaku, sahabat-sahabatku, dan dokter yang telah mengobatiku.. Amin
Beranjak aku berdiri
Kuangkat kedua tanganku dan aku mengucap
Tuhan pakailah hidupku sebagai alat-Mu di seumur hidupku
Jakarta, 4 Mei 2013
Rabu, 16 November 2011
Taklah Sulit Untuk Tersenyum..^_^

Cukup mudah untuk bergembira..
Tak kala hidup mengalun seperti lagu..
Dengan syair yang indah, melodi yang membuai..
Suara yang terdengar merdu...
Namun cukup sulit tersenyum ketika semua jadi serba salah
Adalah pribadi yang mulia..
Ia yang bisa tersenyum, ketika kesulitan mendera..
Karena kesulitan adalah ujian bagi hati....
Yang kadang datang tak dikehendaki..
Senyuman yang layak menerima pujian adalah..
Senyuman yang tulus, menyejukkan orang di sekitarnya..
Mustahil kalau tak pernah jengkel, ingin marah, sedih, kadang mungkin terasa sepi dan jenuh..
Tetapi pribadi yang berkata pada dirinya:
Saya mampu mengendalikan kemarahan..
Saya mampu mengatasi singgungan..
Saya akan tetap sejuk dan teduh..
Saya takkan goyah oleh kemarahan bak batu karang..
Saya berani, saya kuat dan penuh dengan harapan..
Kalau kalimat -kalimat ini terpatri dengan baik di hati..
Apa yang terjadi???
Sebesar apapun masalah..taklah sulit untuk tersenyum..
Buah hatiku, putra bungsuku, tadi pagi mengatakan:
Senyum terindah..
Senyum yang paling menyejukkan,
Senyum yang tulus,
Yang pernah dilihatnya adalah:
Senyuman MAMI..
Dan bukan tanpa alasan dia mengatakan hal itu..
Aku..selalu bahagia..kuat dan semangat karena anak-anakku..
Anak-anak yang sangat baik yang Tuhan kirim dan percayakan untukku..
Hidup kami penuh berkat..
Dan semoga kelak buah dari berkat itu bisa disalurkan untuk sesama..Amin..^_Selasa, 08 November 2011
Di sudut Kamar Ini...
Di sini...di sudut kamarku ini.Kalau tidak ada kegiatan di luar rumah.
Aku duduk manis di atas kursi hijau itu..
Jari jemariku menari dengan lincah di atas keyboard...
Di temani dengan buku- buku yang menjadi acuan untuk menulis..
Terusku mencari inspirasi..diiringi musik yang lembut..
Terkadang sambil aku memangku boneka orang utan kesayanganku..
Ideku pun mengalir lancar..
Sesekali aku minum dan ngemil.
Dan melempar pandangan pada potret kedua putraku, di kiri dan kanan meja komputerku..
Kalau mulai jenuh menulis ku buka facebook sebentar..
Hanya untuk bermain farmVille dan menulis status..
Terkadang aku senyum atau tertawa ngakak, membaca status teman yang lucu...
Browsing berita adalah rutinitasku..
Sangat jarang ku menonton siaran televisi, kecuali malam, kalau ada komedi..
Dan pagi ini..Setelah rutinitas rumah tangga selesai..
Kegiatan di luar rumah hari ini pun tidak ada..
Akupun kembali duduk manis di pojok kamarku..
Kembali aku ke facebook..
Sekedar menulis status dan menulis di notes..
Hanya sebagai catatanku saja..
Inilah aku dengan kegiatanku yang mungkin buat orang lain gak penting..
Tapi buatku ini penting ku baca ketika aku menua nanti..dan pikun mungkin???(semoga tidak)
Kembali aku melanjutkan menulis..log out dari facebook..
Berharap bahwa suatu saat tulisanku, dongeng-dongengku, catatan- catatanku bisa bermanfaat untuk siapapun yang membacanyaBimbie Dengan Kisahnya...
Haiiiiiiii semuanya...., namaku Bimbie...aku domba kecil yang lucu, baik hati, tidak sombong, suka menolong, periang, imut dan centil. Aku juga cantikkan? hihihiiiiii..( ihh..si Bimbie lebay ah:)
Kemarinkan Hari Raya Idul Adha ya, nah aku tuh termasuk domba yang beruntung tidak disembelih. Di pikir- pikir, napa ya aku gak masuk salah satu domba yang akan disembelih? Hmmm...apa karena aku lucu, imut, periang dan cantik??? Bisa jadi....( Bimbie geer ah..:)
Teman-teman tau gak sih, kalau aku tuh dah deg-degan dan bertanya dalam hati, apakah tahun ini aku termasuk domba yang akan jadi kurban? Alhamdullilah...ternyata waktuku belum tiba. Senangnya hatiku...mbekkkkk..
Ngomong- ngomong, di lain pihak aku juga sedih lho, habisnya sih beberapa teman mainku dan sering merumput bareng aku termasuk yang disembelih. Hikzhikzhikz..sedih nih..! Tapi setelah aku renungkan, aku ikhlas koq. Kaum kami inikan memang sudah ditakdirkan untuk jadi hewan kurban. Yah, terima nasib aja deh! Lagiankan manusia juga bisa memperbaiki gizinya dengan mengkonsumsi daging kami, apalagi bagi sebagian orang yang gak mampu secara ekonomi.
Walaupun hatiku galau memikirkan teman-temanku, sesama hewan kurban, tetapi aku tetap bersyukur dan selalu mensyukuri hidupku. Dan aku selalu membenahi hidupku untuk jadi jauh lebih baik dan menyadari bahwa semua makhluk yang bernyawa akan meninggal juga, Tiada yang abadi. Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk memanfaatkan sisa-sisa hidupku sebaik mungkin dan untuk kebaikan...
Akupun berlari riang, menuruni bukit, menaiki lembah, menuju padang rumput yang hijau sambil tertawa lepas...Hahahahaaaaaa...mbekkkkk....cihuy.....mbekkkkk.....
Demikianlah balada si Bimbie, kisah domba kecil yang imut dan lucu...Dan aku ( Sabina) menulis kisah ini terinspirasi dari gambar yang ku ambil dari internet. Terima kasih ya untuk sipembuat gambar. Kreatif deh..Aku suka.
Selamat Idul Adha 1432 H, untuk semua yang merayakannySelasa, 25 Oktober 2011
Dalam Hening Aku Mengenang Dan Merindukan Bapak..( Lima Tahun Sudah Berlalu )
Hari itu adalah hari Minggu, tepatnya tgl 26 oktober 2006 silam, lima tahun sudah berlalu. Dan hari ini tepat tgl 26 Oktober 2011, kembali aku mengenang hari duka dikeluarga besar kami. Bapakku yang sangat kami putra/i nya kasihi dipanggil menghadap YANG MAHA KUASA, kurang lebih jam 3 sore di rumah kediaman beliau di Pontianak. Bapak meninggal dalam usia 82 tahun. Pagi harinya kurang lebih jam 10 pagi aku masih sempat menelpon Bapak..seperti biasa Bapak amat senang kalau diajak berdoa, dengan suara terbata-bata karena stroke..bapak mengikutiku saat berdoa, kemudian kami berbincang-bincang, Bapak menanyakan sudah ke gereja belum, menanyakan cucunya juga..dan seperti biasa beliau slalu bertanya..kapan mami Evan (maksudnya aku) pulang ke Pontianak? lalu ku jawab: Desember aku usahakan pulang. Kukatakan juga pada Bapak..bahwa adikku akan pulang 2hari lagi, karena saat itu bertepatan dengan libur lebaran, ku bilang juga pada bapak, kalau aku menitipkan 6 helai baju kaos putih kesenangan Bapak, dengan harunya beliau mengucapkan trima kasih dan gak usah repot-repot..Itulah kebiasaan yang Beliau ucapkan saat menerima pemberian anak-anaknya.
Tak pernah terpikirkan kalau pagi itu adalah pembicaraan terakhirku dengan Bapak..Sekitar jam 15.30, aku ditelpon adikku dari Pontianak, mengabarkan kalau Bapak telah berpulang kepangkuan Bapa di surga. Bagai disambar petir rasanya..shock...gak percaya..aku sempat histeris..sampai anak-anakku harus menenangkan aku..Yang terpikir di benakku bagaimana caranya mendapatkan tiket pesawat untuk segera pulang, dan hari itu adalah hari Minggu. Kemudian aku dan adikku..memutuskan membeli langsung di bandara..yang terjadi?? kami hanya dapat 1 tiket untuk penerbangan hari senin...aku mengalah adikku pulang duluan..dan aku mendapat tiket untuk hari Selasa, penerbangan jam 06.30.Aku menunggu di bandara dengan perasaan yang teramat sedih..saat itu situasi bandara sangat ramai, karena banyak yang mudik lebaran. Waktu berlalu..pesawat tak kunjung berangkat..kemudian terdengar pengumuman kalau pesawat didelay. karena jarak pandang yang sangat terbatas yang disebabkan oleh kabut asap.Sedih banget hati ini..air mata tak kunjung henti mengalir..apalagi hp ku tiada henti berdering..dengan isak tangis aku jawab setiap telpon yg masuk..dan "memancing" orang untuk menoleh kearahku. Dan banyak penumpang lain di ruang tunggu yang amat simpati padaku. Mereka menghiburku dan menawarkan bantuan. Sampai sore pesawat tak kunjung berangkat. Malam menjelang..berlalu..dengan kondisi fisik psikis yang amat lelah aku tak berdaya..antara tertidur dan tidak di ruang tunggu bandara. Pagi pun tiba...pesawat tetap gak bisa berangkat, ditunggu sampai sore, masih dengan kondisi yang sama.Dengan terisak aku bertanya pada petugas bandara..jawaban mereka masih sama.Tidak akan ada penerbangan ke Pontianak hari ini karena jarak pandang yang sangat terbatas. Petugas menyarankan aku untuk pulang ke rumah dan menukarkan tiket. Kebetulan ada rombongan dari pemda kabupaten Sanggau, mereka menawarkan untuk bersama-sama dengan mereka sampai penerbangan normal kembali..aku pasrah saja dan aku iyakan.Hari ke 3, penerbangan dibuka kembali, dan setibanya di Pontianak yang kulihat hanyalah pusara Bapak..betul-betul hancur hatiku.Prosesi pemakaman hanya bisa ku saksikan melalui DVD...Selamat jalan Bapak, maafkan aku..itulah yang terucap dari bibirku..kala itu..
Singkat kata singkat cerita...karena kabut asap durjana itu yang disebabkan oleh pembakaran hutan secara liar, kepulanganku untuk melihat Bapak yang terakhir kalipun tak bisa! Diputuskan oleh keluarga untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku dan saudara-saudaraku meminta aku merelakan kepergian Bapak..sekaligus minta ijin untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku ,karena sudah hari ketiga beliau berpulang. Dan dari ke 12 anaknya, akulah yang tidak hadir saat pemakaman beliau. Betul-betul sedih, kecewa, entah apalagi! Sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Pagi tadi aku bangun dalam kondisi kesehatan yang memang sedang dalam pemulihan. Dalam doaku aku menangis. Bukan tak mengikhlaskan kepergian Bapak, tapi aku mengenang masa-masa kebersamaan dengan beliau. Bapaklah dulu yang banyak mengurus sekolahku, sampai aku memutuskan untuk meneruskan studi di Bandung. Beliau berusaha membagi waktu disela-sela kesibukan bisnisnya. Ketika Mama lebih duluan meninggal, Bapak sempat ikut aku dan keluargaku di Padang. Kenangan manis ketika aku membawa Bapak jalan-jalan keluar kota Padang, dan beliau mengagumi caraku menyetir di jalan yang berkelok-kelok dan sempit. Tahun 2003 ketika aku dan anak anakku kembali ke Bandung ( setelah mahligai rumah tanggaku hancur), Bapak sempat tinggal bersamaku sampai akhir tahun tiba, dan hampir setiap hari beliau ikut aku ke tempat kerjaku. Ketika anak-anakku pulang sekolah beliaupun kuantar pulang. Banyak kenangan-kenangan indah yang terpatri manis diingatanku, dan itu semua takkan pernah lekang dimakan waktu.
Sebelum berangkat kuliah tadi putra bungsuku, memintaku untuk tidak menangis lagi, dan aku jawab:" Mommy will not cry anymore, but mommy miss and remember ur grandfather "
Bapak, dalam istirahatmu yang damai, bawalah seluruh cinta dan terima kasih kami anak-anakmu yang sangat dalam atas segala perhatian dan kasih sayangmu pada kami anak- anakmu. TUHAN MEMILIKIMU DAN KAMI AKAN AKAN SELALU MEMILIKIMU DI HATI KAMI..CINTA DAN SAYANG KAMI UNTUKMU, TAKKAN PERNAH PUDAR.
Selasa, 20 September 2011
Melihat ke Dalam Diri..
Kulepas pandang ke alam bebas..
Terlihat langit yang sangat luas..
Mulai gelap..dengan awan yang bergerak perlahan
Matahari pun beranjak menuju peraduan..
Malam pun menjelang....
Mulai terasa sunyi..
Hanya sesekali terdengar suara si pencari rejeki..
Menawarkan dagangannya dengan berbagai variasi bunyi..
Pekatnya malam terus bergulir..
Tenang...adem..sejuk..
Menghantarkan kepada waktunya istirahat..
Setelah seharian memakai tenaga dan pikiran untuk beraktifitas..
Pagi menjelang...siang pun datang..
Begitulah waktu berganti dan terus bergulir..
Semua terasa begitu cepat..
Dalam cepatnya waktu, begitu banyak hal yang kita alami..
Beberapa kejadian mungkin tak berkenan di hati..
Tak mengapa..itulah hidup!
Tak satu orang pun pernah tahu kapan tiba waktunya..
Saatnyalah bagi kita untuk introspeksi diri..
Melihat ke dalam diri, mencari apa yang harus dibenahi..
Melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang dikasihi..
Dan mulailah semuanya dari keluarga kita sendiri...^_^
Terlihat langit yang sangat luas..
Mulai gelap..dengan awan yang bergerak perlahan
Matahari pun beranjak menuju peraduan..
Malam pun menjelang....
Mulai terasa sunyi..
Hanya sesekali terdengar suara si pencari rejeki..
Menawarkan dagangannya dengan berbagai variasi bunyi..
Pekatnya malam terus bergulir..
Tenang...adem..sejuk..
Menghantarkan kepada waktunya istirahat..
Setelah seharian memakai tenaga dan pikiran untuk beraktifitas..
Pagi menjelang...siang pun datang..
Begitulah waktu berganti dan terus bergulir..
Semua terasa begitu cepat..
Dalam cepatnya waktu, begitu banyak hal yang kita alami..
Beberapa kejadian mungkin tak berkenan di hati..
Tak mengapa..itulah hidup!
Tak satu orang pun pernah tahu kapan tiba waktunya..
Saatnyalah bagi kita untuk introspeksi diri..
Melihat ke dalam diri, mencari apa yang harus dibenahi..
Melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang dikasihi..
Dan mulailah semuanya dari keluarga kita sendiri...^_^
Selasa, 13 September 2011
Kamis, 08 September 2011
Menjadi Jauh Lebih Baik...
Hidup adalah pilihan..
Terkadang kita menjumpai hal-hal yang tdak nyaman..
Bahkan tidak berkenan di hati dan ingin dihindari..
Namun, tak selalu keinginan sesuai kenyataan..
Segalanya perlu proses dan waktu..
Terlebih ketika menerima hal-hal yang tidak berkenan..
Taklah mungkin kita selalu meminta orang lain seperti yang selalu kita inginkan..
Perlu kekuatan ekstra untuk menetralisir emosi yang ada..
Memakai nalar dan logika, sebelum mengatakan :"Koq sepertinya hidup saya susah terus "
Bersabarlah, mungkin kata yang membosankan!
Tetapi...kalau diresapi lagi, tak salah kalau dikatakan untuk menguatkan diri..
Tak ada orang yang dikutuk seumur hidup untuk menderita..
Baik untuk direnungkan, "Bagaimana kalau saya diberi kesusahan yang lebih berat lagi dari ini?"
Bukan menyerah, tapi lebih tepat kalau dikatakan:"Pasrah, tapi tetap optimis dan berusaha"
Menyalahkan diri dan orang lain, serta menghakimi, bukanlah sikap yang bijak..
Namun mengkoreksi diri adalah hal yang penting untuk pembenahan pribadi..
Apapun yang terjadi, jadikanlah itu sebagai PEMBELAJARAN HIDUP, untuk selalu berhati-hati, berpikir dahulu sebelum berkata/bertindak, supaya hidup ini menjadi jauh lebih baik lagi..
Jika sudah terjadi, tak perlulah disesali. Sekarang, tinggal bagaimana MEMINIMALISIR dampak buruk yang ada/akan terjadi.
Terkadang kita menjumpai hal-hal yang tdak nyaman..
Bahkan tidak berkenan di hati dan ingin dihindari..
Namun, tak selalu keinginan sesuai kenyataan..
Segalanya perlu proses dan waktu..
Terlebih ketika menerima hal-hal yang tidak berkenan..
Taklah mungkin kita selalu meminta orang lain seperti yang selalu kita inginkan..
Perlu kekuatan ekstra untuk menetralisir emosi yang ada..
Memakai nalar dan logika, sebelum mengatakan :"Koq sepertinya hidup saya susah terus "
Bersabarlah, mungkin kata yang membosankan!
Tetapi...kalau diresapi lagi, tak salah kalau dikatakan untuk menguatkan diri..
Tak ada orang yang dikutuk seumur hidup untuk menderita..
Baik untuk direnungkan, "Bagaimana kalau saya diberi kesusahan yang lebih berat lagi dari ini?"
Bukan menyerah, tapi lebih tepat kalau dikatakan:"Pasrah, tapi tetap optimis dan berusaha"
Menyalahkan diri dan orang lain, serta menghakimi, bukanlah sikap yang bijak..
Namun mengkoreksi diri adalah hal yang penting untuk pembenahan pribadi..
Apapun yang terjadi, jadikanlah itu sebagai PEMBELAJARAN HIDUP, untuk selalu berhati-hati, berpikir dahulu sebelum berkata/bertindak, supaya hidup ini menjadi jauh lebih baik lagi..
Jika sudah terjadi, tak perlulah disesali. Sekarang, tinggal bagaimana MEMINIMALISIR dampak buruk yang ada/akan terjadi.
Rabu, 07 September 2011
Berserah..
Untuk apa bermuram durja..
Selagi segalanya mampu untuk diterima..
Tetap menegakkan kepala..
Menengadah mengucap syukur untuk segala pahala..
Tuhan takkan menguji melebihi kemampuan yang kita miliki..
Tak perlu merasa bahwa diri kitalah yang paling tersakiti..
Taklah juga perlu merasa bahwa kitalah yang paling bersusah hati..
Masih ada hari depan yang lebih indah menanti..
Segalanya akan datang silih berganti..
Siapkanlah hati untuk segala kemungkinan yang terjadi..
Serahkan semua pada yang Illahi.
Percayakan perlindungan pada- Nya, orang- orang yang kita cintai..
Tuhan lah benteng pertahanan dan perlindunganku..
Selagi segalanya mampu untuk diterima..
Tetap menegakkan kepala..
Menengadah mengucap syukur untuk segala pahala..
Tuhan takkan menguji melebihi kemampuan yang kita miliki..
Tak perlu merasa bahwa diri kitalah yang paling tersakiti..
Taklah juga perlu merasa bahwa kitalah yang paling bersusah hati..
Masih ada hari depan yang lebih indah menanti..
Segalanya akan datang silih berganti..
Siapkanlah hati untuk segala kemungkinan yang terjadi..
Serahkan semua pada yang Illahi.
Percayakan perlindungan pada- Nya, orang- orang yang kita cintai..
Tuhan lah benteng pertahanan dan perlindunganku..
Kamis, 25 Agustus 2011
Masalah Itu Kan Pergi Dan Berlalu Di Suatu Hari.
Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan masalah. Sepanjang kita hidup dalam dunia ini, masalah dan kesulitan akan jadi bagian dan bingkisan pengalaman. Pada keadaan tertentu kita mungkin akan terberkahi dengan kekayaan, ketenaran, pujian atau kegembiraan. Mungkin juga kita berhadapan dengan situasi yang bertolak belakang dan kurang menguntungkan seperti kerugian, nama jelek, cacian, hinaan dan penderitaan. Hidup berayun laksana pendulum. Satu ketika ia berayun ditempat yang enak, yang kita sambut dengan hati berbunga. Di saat lain ia berayun menuju keadaan yang tidak ramah dan tidak bersahabat, yang sangat ingin kita hindarkan!
Terkadang ada kecenderungan kita untuk membesarkan masalah. Ini mirip dengan ungkapan: "Membangun gunung dari sarang tikus tanah" Ketika kehilangan benda atau orang yang kita cintai, kadang kita merasa takkan pernah bisa gembira lagi, seolah olah semua berakhir. Kadang juga saat kita dikasari orang lain, dihina, dicaci, difitnah dan kita tak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya, kemudian kita membawa luka itu ke dalam pikiran, dengan bodohnya kita biarkan rasa sakit itu melekat dan terus menderita bersama dengan rasa sakit itu di dalam pikiran kita. Tidakkah lebih baik melepaskan pikiran seperti itu dan membiarkan rasa sakit itu untuk pergi???? SADARILAH bahwa keadaan ini akan pergi dan berlalu di suatu hari...
Yakinilah bahwa akan slalu ada cara untuk melepaskan diri dari kesulitan dalam hidup ini.Tak ada orang yang dikutuk untuk menderita seumur hidup! Kecuali kita sendiri yang menghendakinya. Penting untuk diketahui dan dipahami bahwa semua fenomena yang terkondisi, termasuk penderitaan dan semua masalah, selalu ada sebabnya, tak ada yang bisa muncul dari sebab yang berdiri sendiri. Ketika kita menyadari hal ini, kita bisa mengakhiri setiap dan semua kesusahan dengan menemukan akar dari permasalahan yang sebenarnya.
Tidak semestinya kita berkecil hati ketika menghadapi masalah,sebaliknya bertindaklah bijaksana dalam mengatasinya.Tidak seorangpun yang masih memikirkan keduniawian yang bisa sepenuhnya lepas dari masalah. Jadi bukan orangnya yang membedakan seorang yang bijak dari yang tidak bijak,melainkan caranya KETIKA IA MENGHADAPI MASALAH.
Sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, misalnya milik kita yang paling berharga hilang/rusak, atau kita dikhianati oleh pasangan, bisnis yang hancur dan masih banyak lagi masalah lainnya. Ada dua cara untuk menghadapinya: kita bisa memilih untuk menyesalinya dengan menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Atau kita bisa merelakan saja dengan berkata: "Benda itu,atau orang itu sudah pergi, sungguh sayang, tapi buat apa membiarkannya membuat kita sengsara?" Lebih baik mencari sebab, kenapa semuanya bisa terjadi, agar kejadian yang sama tidak terulang di kemudian hari. Kemudian kita mencari penyelesaian dari masalah itu. Jika sesuatu yang tidak menguntungkan terjadi di kehidupan kita dan berada di luar kekuasaan kita, maka dengan didukung pengertian akan hakikat hidup, kita mesti memiliki keberanian untuk menghadapinya. Dengan kata lain,pakailah kerangka pikiran yang positif jika dihadapkan pada masalah, daripada menenggelamkan diri dalam keadaan negatif.
Orang biasanya suka menyalahkan orang lain atas masalah yang dihadapinya, terutama ketika tidak menemukan solusi dari permasalahannya. Dalam keadaan seperti ini sungguh enak mencari"kambing hitam" dan menyalahkan orang yang bisa disalahkan atas suatu masalah dan sekaligus bisa dijadikan pelampiasan kemarahan. Contoh berikut ini umum terjadi di sebuah keluarga di negara kita.Ketika anak kecil terluka dan ia menangis, untuk menghentikan tangisannya dan membuat si anak merasa lebih baik, ibunya akan berpura pura memukul orang lain atau benda si penyebab yang telah membuat si anak menangis. Yang terjadi pada si anak adalah ia akan berhenti menangis dan tertawa karena merasa dendamnya telah terbalaskan. Cara yang negatif ini hanya akan menanamkan bahwa pembalasan dendam bisa membawa kepuasan.
Betapa sulitnya mengakui kekurangan diri sendiri dan betapa mudahnya menimpakan kesalahan pada orang lain.Tetapi tidaklah juga bijak kalau kita juga meyalahkan diri sendiri terus menerus. Selalu ada sebab dari suatu masalah, dari pada sibuk mencari siapa yang benar atau yang salah, lebih baik secepat mungkin membenahi diri untuk hidup lebih baik dan lebih hati hati lagi. Selalu baik untuk mengingat bahwa kalau orang lain bisa menciptakan gangguan yang bisa membuat kita cemas, sesungguhnya tidak ada yang bisa menyebabkan kita cemas, jika kita tahu menjaga diri dengan baik. Lakukan yang terbaik, selebihnya serahkan pada Tuhan..dan biarkan Tuhan yang bekerja, karena rancangan Tuhan adalah rancangan KEBAIKAN, DAMAI dan SEJAHTERA. Amin..
Rabu, 24 Agustus 2011
Pertukaran Yang Setimpal
Kubuka album masa kecil kedua putraku
Aku kembali terkenang, akan masa bocah mereka...
Semua kenangan itu berkelebat dan silih berganti,
Ketika itu...
Dengan wajah belepotan coklat, telapak tanganpun berlumuran lelehan es krim..
Kulihat mereka berlarian di dalam rumah, dengan tawa yang berderai, ceria, tanpa beban, khas anak-anak
Ya..semua suara itu dari suara masa kecil kedua bocah lelakiku kala itu..
Memenuhi rumahku dengan kegaduhan yang indah..
Kala itu kusadari, bahwa suatu hari nanti mereka akan tumbuh besar, berkeluarga dan tak tinggal denganku..
Dan itulah yang terjadi kini..
Dua bujang itu, demikian julukan pada mereka..
Memang belum berkeluarga..
Si Sulungku telah bekerja dengan karier yang bagus..
Si Bungsuku sedang menyelesaikan tugas akhirnya..
Mereka telah menjadi laki-laki dewasa dan mandiri..
Mereka menjagaku, mereka sahabat terbaikku..
Kami saling berbagi cerita, kami saling menguatkan..
Mereka mengajariku teknologi..mereka membuatku tidak "gaptek"
Mereka..anak-anakku, bukanlah aset!
Namun mereka adalah tanggung jawabku..
Mereka adalah wujud nyata cinta Tuhan yang mempercayakan aku untuk menjadi ibu bagi anak-anakku..
Tidak ada masa-masa yang hilang dari kebersamaan kami..
Semua itu adalah PERTUKARAN YANG SETIMPAL..
Jadi kusyukuri saja kurnia-NYA ini dengan nikmat
Kusyukuri itu setiap hari..
Karena aku memang merasa penuh berkat!
Kini
Selasa, 23 Agustus 2011
All Because Of His Grace
Not because I'm great
Not because of my strength
Not because of my intelligence,
Not because of my kindness
But all I got in my life because of God's grace
Beautiful grace that I get is being a mother to my children
And I get kids who are very good and responsible
Children who are truly extraordinary
Children who know to appreciate
All because of His grace
As a mother, I educate and raise my children with all my heart
Give them confidence coupled with openness ..
And exemplary is the best way to educate ..
Thank you Lord, for blessings in my life and my children
Your Inclusion absolutely perfect
Sabtu, 20 Agustus 2011
BUKAN DIRIMU YANG KU KENAL..
Ketika aku bertanya..
Mengapa ia melakukan hal itu..?
Itu bukan dirinya! Protesku!
Sepi tiada jawab , tiada tanggapan..
Ya, tentu saja sepi, tiada jawab..
Karena memang tanya itu tak ku tanyakan langsung padanya..
Bukan tak kutanyakan..tapi memang tak bisa..
Karena dari orang terdekatnyalah aku tahu kisah itu..
Ah..sudahlah..bukan ranahku untuk campur tangan urusan mereka..
Inginku..cukuplah sekedar aku tahu saja..
Tapi tak bisa juga..
Karena jauh di kedalaman lubuk hatiku..masih tersimpan kenangan..
Dia pernah menjadi tulang rusukku yang diberkati Tuhan..
Walau kini raga terpisah..namun ada buah hati kami..
Itu bukan dirimu!! Jeritku..
Jerit yang tertahan di sanubari..
Kau terbawa lingkungan dan gaya hidup..
Aku ingin mengingatkanmu..
Jalan lurus itu menantimu..
Aku dan buah hatimu, sejak dulu tak menuntut banyak padamu..
Sampai kinipun, apalagi setelah terpisah kami tak menuntut apa-apa..
Karena seperti yang slalu ku ucapkan dihadapanmu,
Hidup ini adalah tanggung jawab, jadi jalankanlah tanggung jawab kita masing-masing..
Aku tahu kau takkan pernah berbagi cerita denganku..
Tetapi wanita yang kau pilih untuk menggantikanku,
Telah membagi masalah kalian denganku..
Jika semua itu benar, aku tak habis pikir..
Dan itu BUKAN DIRIMU YANG KU KENAL..
Mengapa ia melakukan hal itu..?
Itu bukan dirinya! Protesku!
Sepi tiada jawab , tiada tanggapan..
Ya, tentu saja sepi, tiada jawab..
Karena memang tanya itu tak ku tanyakan langsung padanya..
Bukan tak kutanyakan..tapi memang tak bisa..
Karena dari orang terdekatnyalah aku tahu kisah itu..
Ah..sudahlah..bukan ranahku untuk campur tangan urusan mereka..
Inginku..cukuplah sekedar aku tahu saja..
Tapi tak bisa juga..
Karena jauh di kedalaman lubuk hatiku..masih tersimpan kenangan..
Dia pernah menjadi tulang rusukku yang diberkati Tuhan..
Walau kini raga terpisah..namun ada buah hati kami..
Itu bukan dirimu!! Jeritku..
Jerit yang tertahan di sanubari..
Kau terbawa lingkungan dan gaya hidup..
Aku ingin mengingatkanmu..
Jalan lurus itu menantimu..
Aku dan buah hatimu, sejak dulu tak menuntut banyak padamu..
Sampai kinipun, apalagi setelah terpisah kami tak menuntut apa-apa..
Karena seperti yang slalu ku ucapkan dihadapanmu,
Hidup ini adalah tanggung jawab, jadi jalankanlah tanggung jawab kita masing-masing..
Aku tahu kau takkan pernah berbagi cerita denganku..
Tetapi wanita yang kau pilih untuk menggantikanku,
Telah membagi masalah kalian denganku..
Jika semua itu benar, aku tak habis pikir..
Dan itu BUKAN DIRIMU YANG KU KENAL..
Langganan:
Postingan (Atom)
