Senin, 13 September 2010

KU TUTUP RANGKAIAN HARI INI DENGAN UCAPAN SYUKUR.

Malam beranjak...

Bulan dan bintang menghias langit..

Indah di temaramnya malam..

Suara jangkrik bagaikan musik alami..

Memecah kesunyian malam..

Angin sepoi sepoi..

Membuai dari pintu yang ku biarkan terbuka..

Dedaunan meliuk gemulai..di terpa angin nan lembut..

Kelamnya malam terasa damai..

Mengiringi hati nan tenang teduh..

Nampak di kejauhan..langit mulai meredup..

Bulan dan bintang seolah beranjak pamit..

"Hendak beristirahat..katanya"

Dinginnya udara malam mulai terasa..

Tapi aku enggan untuk menutup pintu..

Di malam ini..dalam kesendirian..

Aku bersama Tuhan...

Aku merenungkan kebesaran_NYA..

Aku mengucap syukur atas hari yang baru saja berlalu..

Aku mengucap syukur atas kebersamaanku dengan kedua buah hatiku..

Tiada kata terucap..

Yang ada hanya kekaguman akan penciptaan yang MAHA ESA..

Di saat mulutku tak mampu bicara...

Ku katupkan kedua tanganku..

Ku tutup rangkaian hari ini dengan seuntai doa ucapan syukur

KENANGAN AKAN PERISTIWA 23 TAHUN YANG LALU..

Sesaat lalu,aku meminta pada Dokter kandunganku untuk di lakukan operasi saja,karena aku sudah tidak punya tenaga lagi setelah kurang lebih 19jam berjuang untuk melahirkan putra pertamaku,sedikit sekali terasa mulas,pembukaanpun sangat pelan.Tetapi Dokter kandunganku dengan optimis mengatakan:"KAMU BISA,PERCAYALAH".Akhirnya proses persalinan berjalan normal tanpa harus di lakukan pembedahan.

Aku tersadar oleh tangis pertama putraku,dan saat suster menaruh bayi laki lakiku di atas dadaku,oooooo...amazingggggg,bayiku belajar menyusu..Ketentraman yang ku rasa.Bahkan jantungku yang tadinya berpacupun sudah mereda.Aku mengusap dahiku yang berpeluh dengan punggung lenganku,tak ingin ku alihkan pandanganku bahkan sedetik saja dari wajah mungil putraku yang sedang ku susui..Dan saat suster meminta bayiku untuk di ambil kembali karena harus di mandikan,berat rasanya,dan aku memohon:"Sebentar lagi ya suster"Itu pintaku...

Beberapa jam kemudian setelah pemulihan masa persalinan,dokter anak datang,beliau mengatakan:"kalau ASI nya banyak tidak perlu tambahan susu formula"Dengan lantang aku menjawab:"pasti ASI ku akan lancar dan banyak Dok,niatku sangat besar untuk menyusui dan anakku tidak boleh minum susu formula,sampai saatnya nanti perlu tambahan"Dokter anakku mengatakan:"Good".

Tak lama kemudian suster mengantar bayiku ke kamar untuk ku susui.Dengan ujung ujung jariku,dengan lembut ke telusuri telinganya yang sangat halus,kemudian alisnya yang masih samar samar dan perlahan lahan ke lekukan pipinya.Ku longgarkan bedongannya untuk memeriksa kuku kukunya yang mengilap dan memeriksa jari jari kaki dan tangannya,serta menghitung jumlahnya,satu demi satu.Lega setelah yakin semuanya normal dan komplit.Dalam hatiku terucap:"Trima kasih ya Tuhan ku"

Ku usap kepalanya dan ku kecup keningnya dengan lembut.Ku amati napasnya yang keluar masuk,lega hanya dengan menyaksikan bayi mungilku bernapas.Gerakan halus di dadanya nyaris tak tampak.Napasku tertahan saat dia membuka matanya dan menatapku beberapa saat,momen yang amat sakral.Karena sudah puas dengan apa yang sudah di lihatnya,begitu ku pikir dan ku harap,kedua matanya yang polos dan bening merapat kembali,dan bayiku kembali menyusu dengan lahapnya...

Ku dekap bayiku semakin erat,terkejut sendiri merasakan desakan rasa memiliki yang sangat dalam dan naluri untuk melindunginya.Ku dekap bayiku semakin erat di bawah daguku,ke dekat jantungku.Ku usap kulitnya yang halus dan aku akan memenuhi kewajiban baruku.Kendati demikian,keraguan tetap membayangiku dan aku merenung,apakah aku siap untuk peran yang belum pernah ku jalani sebelumnya dan tugas tugas yang menyertaiku sebagai seorang ibu?Sanggupkah aku memberikan kepada bayiku segala yang terpenting dan terbaik?Sekuat kuatnya ku tahan agar air mataku tidak mengalir,dan itu air mata bahagia,haru.Dan aku amat sanggup untuk bertanggung jawab terhadap buah hatiku,pangeran kecilku...

Rasa nyeri dan kelelahan karena proses persalinan telah lama berlalu.Semuanya kini hanyalah kenangan yang terindah dan tak terlupakan.Hari pertama aku menjadi seorang ibu..peristiwa AMAT PENTING dan SAKRAL...

Dan momen ini ku tulis untuk mengenang peristiwa 23 tahun yang lalu,dan hari ini tanggal 1 september 2010,putra sulungku tepat berusia 23 tahun,tumbuh menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab.Tuhan memberkati mu lebih dan lebih nak..beruntai untai doa mami panjatkan untukmu...I love you my son..

PERTUKARAN YANG SETIMPAL

Aku baru tahu,bahwa menjadi seorang ibu adalah soal tukar menukar.Kadang kadang pertukaran itu seolah tidak adil,tetapi lain kali aku melakukan pertukaran yang terlalu menguntungkan pihakku,sehingga aku tahu bahwa sepenuhnya Tuhan memperhatikan kita semua para ibu,membantu untuk menyeimbangkannya.Tuhan membantu meringankan penderitaan pertukaran yang tidak kita inginkan dengan menganugerahi kita melebihi yang dapat kita bayangkan sewaktu kita menjadi ibu.

Ada diantara pertukaran itu yang membuatku menarik napas,ketika aku teringat penuh kerinduan akan masa masa yang sudah lewat.Sebagai seorang ibu, aku menukar tidur pulas tanpa terganggu dengan berkali kali terbangun di tengah malam untuk menyusui bayiku yang baru lahir.Aku menukar perutku yang rata dan mulus dengan gelambir tambahan dengan perut ada sedikit guratan bekas melar karena hamil.Aku menukar waktuku untuk bermain dengan teman kuliahku di kala itu,karena aku telah menjadi seorang ibu dan naluri keibuan ku meminta aku untuk memprioritaskan bayiku di atas segalanya.

Pertukaran lainnya membuat aku terdiam sejenak dan merenungkan seluruh kejadian tiada tara serta menyadari betapa bersyukurnya aku karena di beri Tuhan kepercayaan untuk melahirkan seorang anak dan aku menjadi perempuan terpilih untuk menjadi seorang ibu.Aku telah menukar cara pandangku dengan ketakjuban dan kegembiraan,melihat segala sesuatu melalui mata seorang bocah.Kepribadianku yang manja,telah berubah menjadi pribadi yang mandiri,dengan penuh cinta dan ketelatenan ku urus bayiku tanpa bantuan orang lain.Aku seperti guru TK,menyanyi dan menciptakan gerakan konyol untuk memancing senyum pangeran kecil ku,buah hatiku.Aku telah menukar jadwalku yang tersusun rapi dengan berbagai spontanitas yang memberi waktu ekstra untuk membacakan dan menceritakan suatu dongeng yang sangat di gemari putraku,sambil memeluknya dalam dekapanku,sampai ia tertidur pulas.Kebiasaan lamaku yang terburu buru dan bergegas sudah berganti dengan kelambanan yang memungkinkan aku berhenti untuk menangkap capung atau kupu kupu untuk ku amati bersama putraku,kemudian kami lepaskan lagi.Prioritasku terhadap materi telah di gantikan dengan pengetahuan tentang apa yang benar benar penting di dunia ini yaitu:KESEHATAN dan KELUARGA.Dan yang paling penting adalah aku telah menukar hatiku yang terfokus pada diri sendiri dengan hati yang berlimpah oleh CINTA dan KASIH SAYANG,PERHATIAN dan KEPEDULIAN yang sangat besar pada dunia pendidikan anak usia dini.

Sejujurnya sebagai seorang ibu,sebenar benarnya aku melakukan pertukaran:"menukar hidupku yang terfokus pada diri sendiri dengan hidup yang penuh dengan pengorbanan yang tulus"Sepuluh tahun sudah aku menjadi orang tua tunggal bagi kedua putraku.Kini aku hampir memetik hasilnya,dalam usia yang masih produktif dan energik,aku menyaksikan kedua putraku hampir menyelesaikan kuliahnya.Aku sedang mengabdikan hidupku untuk memperhatikan dan merawat manusia lain,yaitu kedua putraku yang akan menjadi penerusku setelah aku tiada nanti.Dan saat kedua putraku menemukan tulang rusuknya,seorang istri,akan ku serahkan tanggung jawabku pada istri anak anakku.Itulah pertukaran yang amat layak dan semestinya untuk di lakukan.

DEGUP JANTUNG...

Rebahku menanti,

Menatap kelayar monitor..

Ke warna abu abu dan putih..

Tetapi apakah itu semua??

Dokter menemukan bentuk secercah..

"Lihatlah ini,"katanya,

Ku lebarkan bola mata,ketika dia bilang,

"Itulah si jabang bayi"

Mataku nanar oleh air mata..

Napasku tersendat di dada..

Sungguh indah citra_NYA..

Paling indah di mata dan di hatiku..

Di layar hanya tampak secercah..

Bukan bagian yang utama..

Sampai ditunjukkannya lagi kepadaku sebuah citra..

Degup sebuah jantung..

Amat kecil namun cepat berdegup..

Sungguh kencang degupnya..

Membuktikan dia hidup..

Menandakan semuanya baik baik..

Jantungku pun berdegup kencang..

Tak mampu menahan rasa bahagia..

Oleh rasa cinta yang tengah aku rasakan..

Yang akan ku curahkan untuknya kelak..

Ku tatap..kertas hasil USG itu..

Tak henti aku mengagumi karya penciptaan_MU Tuhan..

Air mata yang menggenangi pelupuk mataku,di iringi senyum,dan aku berkata dalam hati ku,

Membisikimu:"Sampai jumpa di akhir bulan Agustus nak..."

Dan perkiraan Dokter kandunganku,

Putra pertamaku akan di lahirkan tanggal 31 Agustus tahun 1987,

Perkiraan itu tidak meleset,tanda kelahiran di mulai tanggal 31 Agustus malam..

Dan putra pertamaku lahir keesokan sorenya tanggal 1 SeptemberJam 16.50

Inilah memory,

Yang takkan pernah hilang dari ingatanku..

Takkan lekang di makan waktu..

Hari pertama aku menjadi seorang ibu..

Dan besok usia si sulungku,

Tepat 23 tahun..

Beruntai untai doa ku berikan..

Mengiringi perjalanan hidupmu putraku...

I LOVE YOU ALWAYS MY SON..GOD BE WITH YOU...

KITA ADALAH SATU..

KITA adalah tetesan dari satu samudera..

KITA adalah ombak dari satu laut..

KITA adalah pohon dari satu rimba..

KITA adalah buah dari satu pohon..

KITA adalah daun dari satu cabang..

KITA adalah bunga dari satu kebun..

KITA adalah bintang dari satu langit..

KITA adalah cahaya dari satu mentari..

KITA adalah jari dari satu tangan..

KITA adalah anggota dari satu keluarga..

DUNIA adalah satu keluarga..

DAN BUMI ini adalah satu negeri..

Yang ada hanyalah..

PERSAMAAN dalam PERBEDAAN..

KITA boleh berbeda..tapi itu bukanlah halangan..

Untuk saling berbagi KASIH,saling MENGERTI dan MENGHARGAI...

Selasa, 01 Juni 2010

MOMENT YANG TEPAT UNTUK INTROSPEKSI DIRI

Hari ini di awal bulan Juni umurku bertambah,namun di balik itu jatah umurku juga berkurang.Bulan Juni adalah juga bulan yang istimewa bagi ku,putra bungsuku lahir di bulan Juni,tepatnya tgl 19 Juni.Aku terlahir dari seorang wanita yang teramat istimewa dan sangat baik.

Ulang tahunku kali ini terasa tidak lengkap tanpa kehadiran putra bungsuku,karena dia sedang berlibur ke tempat papinya.Yang mengharukan,sebelum memesan tiket 2 minggu yang lalu,si bungsuku terus bertanya padaku"mami..gimana kalau saya pulang nya tunggu mami ulang tahun aja..dengan resiko harga tiket melambung tinggi dan waktu liburan saya di Padang terpotong"Dan aku menjawab:"gak usah nak...pergi aja berlibur"..dan justru aku amat mengharapkan si bungsuku ada di Bandung saat dia berulang tahun..tapi ternyata juga gak bisa.

Hari ulang tahun bagi ku amat mengingatkan akan perjuangan seorang wanita dalam melahirkan anaknya kedunia.Hari itulah seorang ibu mempertaruhkan nyawanya,berjuang antara hidup dan mati.Dan di hari itu juga seorang ayah di liputi oleh kecemasan yang luar biasa,was was menantikan buah cintanya lahir ke dunia.

Ulang tahun identik dengan pesta,untuk kalangan tertentu akan di rayakan dengan meriah dan mewah.Tapi pernahkah kita terpikir akan makna dari ulang tahun itu sendiri?Apa sebetulnya yang terkandung dari makna ulang tahun tsb.

@Pengalaman hidup kita bertambah...banyak sudah yang tercatat di lembaran lembaran hidup kita..pengalaman pahit manis...yang sudah terjadi sebelumnya dapat menjadi acuan untuk menata kembali hidup kearah yang lebih baik.

@Dengan bertambahnya usia akan mengurangi jatah hidup kita di dunia.Tuhan sudah menggariskan batas usia kita,oleh karena itu sudah sepatutnyalah kita,menjadikan hidup ini lebih baik lagi dari sebelumnya,menaburkan berkat untuk sesama,menyemaikan benih kebaikan dan manfaatkanlah hidup ini..sebelum semua berakhir.

@Jadikanlah ulang tahun untuk mengucap syukur atas segala apapun yang boleh terjadi di kehidupan kita.Berkat,rahmat,rejeki sudah selayaknya kita syukuri.Tapi dalam kehidupan terkadang ada peristiwa yang tidak berkenan..biarkan itu menjadi pembelajaran hidup,dan layaklah juga untuk di syukuri ,karena dari situlah kita akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.

@Moment ulang tahun adalah moment yang amat tepat untuk introspeksi diri.Menata hidup dan memantapkan kembali rencana di masa depan.Memotivasi diri kearah yang lebih baik,memanfaatkan kepandaian yang di miliki untuk kepentingan orang banyak akan jauh lebih bermakna.Jangan sia siakan waktu,jangan sia siakan kesempatan yang ada.Waktu terus berjalan,tinggalkan masa lalu yang takkan pernah kembali dan terulang di kehidupan kita.Suka atau tidak, kita semua memiliki masa tersendiri di kehidupan kita.Masa kita kecil,masa kita sekolah,masa kita remaja,masa kita kuliah,kemudian berkeluarga,menjadi orang tua,kemudian masuk ke masa tua.Nikmati dan gunakanlah masa masa itu dengan sebaik baiknya.Isilah lembaran lembaran hidup kita dengan kasih dan kebaikan, menjadi sebuah buku yang bermakna,dan kala itu tiba... Tuhan akan membacanya dengan penuh senyuman..

Dan pada akhirnya kita harus mempersiapkan diri untuk masa tua dan menunggu waktu kita tiba.Bila saat itu datang kita bisa mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di dunia ini kepada SANG PENCIPTA.

Untuk semua yang berulang tahun di bulan Juni...Selamat ulang tahun..sukses,bahagia,sehat dan panjang umur...Tuhan berkati...

JARUM ITU MASIH BERPUTAR....

Hari hari berlalu..
Minggu pun menyusul berganti..
Bulan datang menjelang..
Tahunpun berlalu..

Setiap waktu berlalu..
Meninggalkan cerita..
Penuh warna dan rasa..
Penuh suka dan duka...

Hari,minggu,bulan,tahun berganti..
Dan jarum kehidupanku masih berputar..
Dan aku tak tau..kapan jarum itu akan berhenti..
Di tangan yang empunya kuasa..ku srahkan smua..

Dan ketika usia ku.. tepat 44 tahun..
Jarum itu masih berputar..
Teruntai..ucap syukur..
Menjadi serangkai doa..penuh makna..

Dan aku membayangkan dalam doaku..
Saat TUHAN membuka jendela surga..
DIA melihatku dan bertanya..
Apa pinta mu anak KU?

Aku menjawab..BAPA..
Aku mau mengucapkan selamat kepada mama ku..
Melalui mama lah aku lahir kedunia ini..
Namun kini..mama telah berada di sampingMU..

Dan aku tak bisa...
Menyampaikan langsung ucapan selamat ku untuk mama..
Melalui ENGKAU pula..
Aku mau berterima kasih..kepada papa mama..

Papa mama yang telah membesarkanku..
Merawat dan mendidikku..
Melepas aku untuk berumah tangga..
Dan kala itu mereka slalu ada untukku..

Ku pinta pada MU BAPA..
Di hari ulang tahun ku ini..
Ajar aku untuk slalu bersyukur di setiap putaran jarum kehidupanku...
Pakailah hidupku sesuai dengan rencana MU..

Dan ku srahkan penyertaan hidupku ke tanganMU
Sampai nanti..Engkau berhenti memutar jarum kehidupanku..
Hanya ENGKAU yang tau...
Kapan waktu yang tepat untukku..

Dan aku akan memanfaat kan hidupku..
Dengan sebaik baiknya..
Untuk anak anak ku..untuk sesamaku...
Demi kemuliaan nama MU yang kudus..

Perjuangan mamaku 44 tahun yang lalu..
Saat melahirkan aku..
Amat membekas di ingatanku..
Dan di hari ulang tahunku..mamalah yang layak menerima ucapan SELAMAT..

Ku senandungkan lagu..
oooo...bunda ada dan tiada dirimu kan..selalu ada di dalam hatiku.....

Trima kasih papa mama.. aku merindukan kalian berdua..
Beristirahatlah dalam damai..
Cinta..sayang..doa..dari kami putra putri mu..
Menemani istirahat abadi kalian berdua..

Trima kasih Tuhan..
Engkau masih memberiku nafas kehidupan..
Dan selama jarum kehidupanku masih berputar..
Akan ku isi setiap lembaran hidupku..menjadi buku yang bermakna..