Jumat, 21 Januari 2011

KETIKA MASA SENJA ITU TIBA..

Ketika...

langkahku mulai terseok bahkan nyaris tak lagi mampu tuk mengangkat kaki ini,

Pahamilah...

Bahwa dulu...aku begitu amat sabarnya menuntunmu belajar melangkah,

Menyemangatimu dan memberimu harapan yang terbaik bahwa,

Kau tidak hanya akan bisa melangkah tapi juga berlari.



Ketika...

Tutur kataku semakin tidak teratur bahkan nyaris membosankan dan tak dapat dimengerti,

Pahamilah...

Bahwa dulu...aku begitu bersabar mengajarimu mengeja tiap kata demi kata,

Dan...begitu bangga ketika kau mengucapkan satu kata pertamamu.



Ketika...

Telingaku mulai tidak peka, sehingga sering muncul kesalahpahaman di antara kita,

Pahamilah...

Betapa dulu...telinga fisik dan hatiku begitu peka dengan tiap ocehanmu,

Kata hatimu bahkan...bahasa tubuhmu.



Ketika...

Tanganku menjadi amat gemetar dan tak lagi mampu mengangkat satu sendok yang amat kecil itu,

Pahamilah...

Bagaimana dulu aku dengan setia menyuapimu dengan seluruh cintaku,

Berharap...dengan tiap suapan yang kau peroleh,

Kau bertumbuh dengan amat baik.



Ketika..

Tiap gerakanku mulai dan menjadi amat lambat bagimu,

Pahamilah...

Bagaimana dulu aku mengajarimu dengan penuh ketekunan,

Mengenakan pakaianmu sendiri, memegang sendok, gelas,dsb...

Tanpa pernah merasa bahwa kau terlalu lambat bahkan membuatku terlambat.



Ketika...

Pandangan mataku mulai rabun dan nyaris tak dapat melihat,

Pahamilah...

Betapa dulu...ketika matamu mulai terbuka,

Dengan sukacita aku menuntunmu tuk memahami,

Apa itu hitam, putih, merah...dsb...

Hingga akhirnya...kau tak hanya bisa membedakan tiap warna tetapi juga memadukannya,

Menghasilkan warna-warni yang amat indah dan mengagumkan.



Ketika...

Kemanjaan dan rengekanku menjadi amat mengherankan,

Bahkan kerap membuatmu tidak sabaran,

Pahamilah...

Bagaimana dulu...sebuah senyum tulus dan pelukan hangat selalu kau dapatkan,

Sebagai...jawaban untuk tiap pintamu.



Ketika...

Ingatanku menjadi amat tipis dan bahkan sering mengecewakanmu,

Pahamilah...

Betapa...jauh...jauh...di lubuk hatiku...aku tidak pernah melupakanmu,

Karena engkau adalah bagian dari diriku,

Hanya saja... anggota tubuhku yang tak lagi mampu mengekspresikannya padamu,

Seperti dulu...



Ketika...tubuhku...akhirnya hanya bisa berbaring...tergeletak tak berdaya,

Bagaimana dulu...dirimupun tergeletak tak berdaya di pelukan hangatku,

Mendapatkan segala hal dariku,

Memandikan, mengganti popokmu, memberimu makan dan minum bahkan...

Mengendongmu dan menimangmu agar engkau tertidur dengan lelapnya,

Dan...aku tak pernah mengeluh pun menyesali kehadiranmu,

Yang begitu kecil dan lemah.



Ketika...

Ah...tubuhku semakin renta dimakan usia,

Kemampuanku semakin surut diterpa ke-uzuran,

Tak lagi seperti dulu anakku,

Ketika...tubuh ini dan diri ini...begitu hijau, menyegarkan dan menghasilkan banyak hal,

Karena kini...

Kegersangan, kelemahan.. “nyaris” tak lagi dapat memberimu apa-apa,

Selain...”mungkin” beban demi beban...

Tetapi...

Bagiku...engkau tak pernah menjadi beban,

Karena engkau adalah “berkat dan anugrah terindah” yang DIA beri,

Yang membuat diriku semakin berarti.

Tak peduli...bagaimana “dulu” kau menyita hampir seluruh waktuku,

Jam tidurku, saat makanku, kebebasanku,

Bahkan...kerap...kau membuat mata ini berkaca dalam tiap tetesan air beningnya,



Ketika...kau sakit,

Ketika... kau jatuh dan terluka,

Ketika...kau tak patuh...

Tetapi...bagiku...kau selalu menjadi “berkat dan anugrah terindah”di hidupku..

Buah hatiku...

Maka...lirih ku berbisik di semua ketidakberdayaanku kini...

“Betapa aku tak ingin membebanimu dan menjadi bebanmu anakku”



HANYA...

KESENJAAN dan KEUZURAN TAK DAPAT TUK KU TOLAK,

Sebab...demikianlah ketetapan Tuhan untukku...bahkan untuk tiap yang hidup,

Ada waktu lahir...pun meninggal,

Ada waktu datang..pun pergi,

Ada waktu muda...pun tua,

Tak selalu...seperti dulu anakku.



Pahamilah...aku yang sudah tua dan renta ini,

Sebelum akhirnya...ajal menjemputku,

Betapa ingin selalu kusaksikan senyum tulusmu,

Sinar mata teduhmu,

Sentuhan lembutmu,

Dan...pelukan hangatmu,

Yang kan...tenangkan diriku...di semua keterbatasan diri...kini.

Aku sangat mencintaimu...anakku...selamanya..dan selamanya..



^Ku goreskan tuk tiap “anak-anak Ilahi” yang Tuhan tentukan sejak semula diciptakan

Untuk menjadi berkat...bagi setiap “mereka” yang kita sapa “PAPA dan MAMA”

Tetaplah yakin...kalau tidak ada yang salah ketika Tuhan menetapkan “mereka”

Sebagai orangtua kita, “mereka” ...PAPA dan MAMA...adalah yang terbaik...

Perlakukan mereka dengan cinta dan rasa hormat...sebab demikianlah ketetapan Tuhan^



Bandung 20 Januari 2011..



Aku dedikasikan tulisan di atas dengan apresiasi yang tinggi untuk PAPA dan MAMA ku..dan juga untuk kedua PUTRA ku..serta untuk semua anak di dunia ini,sebagai pengingat akan begitu berartinya orang tua untuk kita semua...

Selasa, 18 Januari 2011

BAHAN PERENUNGAN UNTUK PARA BOS YANG MENGAKU DIRINYA PEMIMPIN

Betapa orang sering gagal sebagai pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai seorang pemimpin,melainkan berlaku sebagai seorang BOS!!!



H.Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store di London yang merupakan salah satu Department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang "Pemimpin" dan bukan menjadi "Boss"...... apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss ?



Dibawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe Pemimpin dan orang yang bertipe Boss.





Seorang bos mempekerjakan bawahannya;

TETAPI seorang pemimpin mengilhami mereka.



Seorang bos mengandalkan kekuasaannya;

TETAPI seorang pemimpin mengandalkan kemauan baiknya.



Seorang bos menimbulkan ketakutan;

TETAPI seorang pemimpin memancarkan kasih.



Seorang bos mengatakan AKU ;

TETAPI seorang pemimpin mengatakan KITA.



Seorang bos menunjuk siapa yang bersalah;

TETAPI seorang pemimpin menunjuk apa yang salah.



Seorang bos tahu bagaimana sesuatu dikerjakan;

TETAPI seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya



Seorang boss menuntut rasa hormat;

TETAPI seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.



Seorang bos berkata PERGI !!! ;

TETAPI seorang pemimpin berkata MARI KITA PERGI !



Maka jadilah anda seorang Pemimpin dan bukan seorang Boss.



Leadership is the art of getting someone else to do something that you want because he wants to do it..



Dengan membaca artikel di atas,saya berharap bahwa siapapun yang berkeinginan menjadi pemimpin,supaya betul betul menyiapkan sikap dan mental untuk menjadi seorang pemimpin,bukan BOS!Kalau saat ini sudah menjadi seorang pemimpin,saya sarankan ambillah waktu,untuk sejenak merenungkan dan introspeksi diri,apakah anda sudah menjadi seorang pemimpin atau menjadi seorang BOS??Kalau anda masih bersikap dominan sebagai seorang BOS,sebaiknya segera merubah diri,supaya anda bisa MEMBANGKITKAN RASA HORMAT ORANG LAIN,MEMBERIKAN PELAYANAN DARI KASIH YANG TULUS,TIDAK MENIMBULKAN KETAKUTAN TETAPI MEMANCARKAN KASIH.



Silakan memilih..mau melakoni peran yang mana dan lebih terhormat yang mana??Jadi PEMIMPIN kah atau jadi BOS??Mangga atuh...



Semoga kita semua bisa memulai bersikap dan berperilaku sebagai seorang PEMIMPIN dengan menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri,bagi rumah tangga/ keluarga kita,dan di tempat kerja kita.



Bandung,19 Januari 2011.

Minggu, 02 Januari 2011

ADA ASPEK LAIN YANG JAUH LEBIH PENTING.

Salah satu sumber kecemasan orang tua adalah pemikiran bahwa anak anak mereka tidak begitu patuh dan berbakti.Kadang kadang orang tua khawatir anak anak mereka akan mengabaikan mereka ketika usia senja itu tiba.Ada juga kekhawatiran orang tua,kalau anak anak sampai salah pergaulan,lalu membuat malu dan meresahkan masyarakat serta mencemarkan nama baik keluarga.



Biasanya cinta orang tua lebih besar dari cinta seorang anak.Namun yang perlu di ingat orang tua tidak bisa mengharapkan anak anak yang belum dewasa dan berpengalaman untuk menjadi berbakti dan mengasihi sebesar kasih orang tua.Anak anak yang belum dewasa belum menyadari nilai nilai menjadi orang tua dan memberikan kasih sayang seperti orang tua.



Beberapa kasus bisa terjadi di mana orang tua telah memberikan segala yang terbaik dalam mendidik anak anaknya,tetapi semua usaha ini seperti sia sia terhempas angin akibat sifat pembangkang dan keras kepala anak anak mereka.Cukup banyak anak anak bermasalah terlahir dari keluarga baik baik.Namun orang tua tak perlu bersedih dan merasa gagal,selama sudah melakukan yang terbaik untuk anak anak mereka.Dalam keadaan seperti ini orang tua harus tetap mengasihi anak anaknya dan memgembangkan pengertian untuk mengubah apa yang bisa di ubah dan menerima apa yang tidak bisa di ubah.



Ada juga orang tua yang menuntut banyak dari anak anak mereka yang telah berkeluarga,yang mempunyai masalah mereka sendiri,dan menanggung tekanan yang cukup berat dalam masyarakat.Terkadang ada orang tua yang mengeluh bahwa anak anak mereka yang telah berkeluarga kurang perhatian pada mereka,bahkan di anggap tidak tahu berterima kasih.Ini adalah pandangan yang keliru dan bisa merenggangkan hubungan anak dan orang tua.Tetapi jika orang tua tetap bersikap bijak dan mengembangkan pola pikir positif serta tetap tenang,tidak akan ada salah paham dengan anak anaknya.Situasi seperti ini akan membawa rasa kedekatan dan pengertian yang lebih besar antara orang tua dan anak anaknya.Dengan demikian tercipta suasana yang penuh kehangatan dan keharmonisan serta hubungan tetap terjaga dengan baik.



Salah satu yang paling menyedihkan dalam masyarakat modern kurangnya kasih sayang orang tua yang sangat di butuhkan oleh anak.Hubungan yang kurang harmonis antara ayah dan ibu,sehingga sering bertengkar,hal ini akan mengakibatkan rasa sangat tidak nyaman pada anak.Bahkan kasus perceraian orang tua dapat berdampak sangat buruk pada anak,jika tidak ada penyelesaian yang baik.



Ketika sepasang insan menikah,selain siap untuk menjadi istri atau suami,yang terpenting adalah menyiapkan diri untuk menjadi orang tua yang bijak dan baik,bahkan rela berkorban bagi anak anak yang nantinya akan di lahirkan.Persiapan yang terpenting adalah:Orang tua harus bertanggung jawab agar anaknya tidak hanya tercukupi secara materi tapi ada aspek lain yang lebh penting yaitu ASPEK SPIRITUAL DAN PSIKOLOGIS.



Pemenuhan kebutuhan materi adalah penting,tetapi jauh lebih penting lagi memberikan kasih sayang dan perhatian serta rasa nyaman pada anak.Hindarilah pertengkaran dan konflik suami istri yang dapat mengganggu perkembangan psikis seorang anak.Banyak kita jumpai orang tua dari situasi ekonomi kurang mampu dan juga keadaan di mana anak di besarkan oleh orang tua tunggal,namun mereka berhasil membesarkan anak anaknya dan menghantar anak anak mereka ke gerbang kesuksesan dalam berbagai hal.Sebaliknya,banyak keluarga kaya dan utuh yang mampu menyediakan semua kenikmatan yang bisa di beli,tapi tak mampu menyediakan kasih sayang dan perhatian serta tak mampu untuk memberikan rasa nyaman pada anak dari segi psikis.Anak anak seperti itu akan tumbuh dalam keadaan perkembangan moral dan psikologis yang terhambat.



Saya pribadi sebagai orang tua dari kedua putra yang beranjak dewasa,selalu terus menerus belajar dan berjuang untuk menjadi orang tua yang bijak dalam menghantarkan kedua putra saya menjadi anak yang sukses dalam berbagai hal.Dan saya tidak menjadikan anak saya sebagai aset dan program untuk balas budi,karena sudah menjadi kewajiban semua orang tua lah untuk bertanggung jawab penuh pada anak tanpa mengharapkan balasan.Saya hanya ingin kedua putra saya tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati,memiliki kepekaan,pribadi yang tangguh,punya pendirian serta punya daya juang yang tinggi,tidak gampang menyerah,jujur serta mengandalkan Tuhan.Seperti harapan semua orang tua di belahan dunia manapun,yang menginginkan kesuksesan bagi anak anaknya dalam segala hal,itu pula yang saya inginkan.Dan saya yakin semuanya akan di berkati oleh Tuhan.Amin..

Sabtu, 01 Januari 2011

TETAP MENGAMPUNI WALAUPUN RASANYA MAKIN MENYAKITKAN

Menutup tahun ini dengan kegiatan dan rutinitas yang tidak terlalu berubah dari tahun ke tahun.Seperti tahun tahun sebelumnya,makan malam bersama kedua putraku,namun kali ini aku memasak sendiri menu masakan Italia kesukaan anak anakku,malamnya kami keluar hanya untuk membeli durian buah favorit keluargaku,kemudian putra bungsuku pergi untuk menutup tahun bersama teman teman kuliahnya.Aku dan si sulungku memilih untuk pulang ke rumah.Dan si sulungku main game online dari rumah bersama teman temannya.Sedangkan aku membuka laptop,browsing berita dan membalas beberapa email.buka facebook sebentar,kemudian lanjut nonton film kesukaanku,film film lucu tentunya...



Karena aku sudah hapal betul dengan kebiasaan burukku yang tak pernah hilang,selalu dan selalu ketiduran di sofa,maka sebelum aku terlelap,ku bersihkan muka,seperti biasa memakai cream malam,berdoa,dan tidak ada doa khusus untuk menutup tahun.Doa yang terungkap adalah doa doa rutinitas biasa.Dan betul saja dalam hitungan menit aku sudah terlena dengan TV dan laptop yang menyala.Sesekali aku mendengar dentuman kembang api di luar rumah.Tapi "dewa tidur"seolah olah berpihak padaku,dengan tenangnya aku tidur lagi...lanjuttttt...



Tepat jam dua belas malam,putra sulungku keluar dari kamar untuk mengucapkan selamat tahun baru dan memelukku.Dalam keadaan setengah sadar dan "roh" terasa belum terkumpul,ku sambut salam dan peluk hangat putraku sambil berucap:"hahh dah tahun baru lagi ya?,Met tahun baru juga ya nak..adek belum pulang ya?"Tanpa menghiraukan jawaban putraku,aku beranjak menuju kamar,sejenak aku melihat hp,ada beberapa sms masuk,tak ada niatku untuk membacanya,karena mataku gak bisa diajak kerja sama alias ngantuk berat...tidur..lanjutttttt..



Kurang lebih jam 02.00 subuh putra bungsuku tiba di rumah,antara sadar dan tidak aku jawab ucapan selamat tahun baru putra bungsuku dalam keadaan teler abisss..ngantuk banget..lanjut lagi..tidurrrr..



Keesokan harinya di awal 2011,aku lah penghuni rumah yang bangun paling awal(karena tidur paling awal kali),yang pertama aku lakukan adalah membuka hp,membaca beberapa sms dan membalasnya.Kemudian juga mengirimkan beberapa sms untuk teman teman khusus.



Ada satu sms dari seorang teman baik yang akan bercerai dari istrinya,yang menurutku perceraian mereka adalah hadiah Natal terburuk untukku.Kedua pasangan ini adalah sahabatku,entah kenapa perceraian ini harus terjadi karena hal hal yang di luar logika.Sangat di sayangkan,berbagai cara aku lakukan agar mereka bersatu kembali,bahkan aku minta konseling saja pada orang lain,tapi mereka mengatakan mantap memilih aku,dan banyak saran saran dan pengalaman yang ku bagi pada mereka.sempat mereka"gencatan senjata"dan mengajukan beberapa syarat dan keinginan dari masing masing pihak sesuai anjuranku.tetapi karena ada hal hal yang di luar logika yang tak bisa diterima oleh sang suami,maka akhirnya perceraian adalah yang terbaik dari yang terburuk.Amat sangat di sayangkan!Ada rencanaku untuk mediasi dengan sang istri kembali,mencoba memberi pandangan bahwa banyak dampak buruk dari akibat sebuah perceraian terhadap anak,apabila kita tidak mampu menjelaskannya dengan baik dan memberikan alasan yang tepat,apalagi di luar logika seperti kasus pasangan ini.Putra bungsuku bertanya padaku:"mami berani bertanya dan menyadarkan tante itu dari hal hal yang di luar nalar dan sangat sulit untuk di terma,sementara tante itu sudah sangat patuh pada paham dan aliran yang dia ikuti"Jawabku:"mencoba lagikan tidak salah,niat yang baik pasti akan di berkati oleh Tuhan,mami yakin itu"



Dan singkat cerita sms sang suami,membuat aku merenung,ada simpati yang dalam dan tekad dariku untuk mencari celah yang bisa menyelamatkan rumah tangga mereka sebelum surat cerai benar benar keluar..



Inilah sebaris terakhir sms sang suami.."Tetap mengampuni walaupun rasanya makin menyakitkan"

Sulit memang..tapi kalau di niatkan pasti bisa..



Bandung 1 Januari 2011..

Jumat, 31 Desember 2010

LUANGKAN WAKTU..

Luangkan waktu untuk sejenak merenung dan mensyukuri..

Segala anugrah dan berkat yang telah kita terima..

Luangkan waktu untuk melipat kedua tangan dan memejamkan mata..

Berdoalah untuk orang orang yang mengasihimu..bahkan juga untuk mereka yang membencimu..



Luangkan waktu untuk sejenak menikmati keindahan alam..

Selagi kita di beri kesempatan untuk berjalan di lorong kehidupan..

Luangkan waktu untuk mengendorkan ketegangan..

Dari tantangan tantangan dan pergulatan...



Luangkan waktu untuk sejenak mendengarkan kicau burung..

Waktu mereka menyongsong sang mentari..

Bersama harapan yang tak pasti tak kala menantang hari..

Genggamlah optimis bahwa hari ini akan jauh lebih baik dari hari kemarin..



Luangkan waktu untuk mengamati matahari terbit..

Juga tenggelamnya meski hanya sesekali..

Asal tujuan yang kita cari..

Bukan melulu kesenangan hati..



Luangkan waktu untuk menghitung karunia karunia yang telah kita terima..

Meski kita merasa tidak sehebat itu..

Tetapi karunia itu..dapat menjadi berkat bagi sesama..

Daripada yang pernah kita perkirakan..



Luangkan waktu untuk membuang kebencian..

Kapanpun,dan di manapun kita bisa..

Musuhi saja kejahatan orang...

Tetapi bukan memusuhi manusia nya..



Luangkan waktu untuk memperhatikan keluarga kita..

Setiap kali tak ada kesibukan..

Waktu dan kesempatan itu sangat berharga..

Yang tak bisa di gantikan dengan benda apapun..



Luangkan waktu untuk mengasihi dan memperhatikan sesamamu..

Dan yang jauh lebih penting lagi..

Hadirlah di kala mereka membutuhkan..

Dengan begitu kita menghadirkan KASIH TUHAN..



Luangkan waktu untuk mencintai diri sendiri..

Agar kita berharga di mata orang lain..

Luangkan waktu untuk membuat perubahan..

Bangunlah citra kita sebaik kita bisa..



Luangkan waktu untuk membantu orang lain..

Yang sekiranya membutuhkan..

Kepuasannya akan terasa..

Membuat kita menjadi orang yang berarti..



Luangkan waktu untuk hidup dalam keutamaan..

Dengan cara terbaik yang kita tahu..

Dan hormatilah hak hak orang lain..

Selayaknya setara dengan dirimu..



Luangkan waktu untuk menghargai hidup ini..

Kenyataan bahwa kita masih di beri kesempatan..

Untuk menikmati tahun,bulan,minggu,hari,jam,menit,detik,nafas kehidupan..

Yang telah di berikan oleh Sang Pencipta..



Jika semua ini kita lakukan..

Kebahagiaanlah yang akan kita dapatkan..

Tak perlu di pertanyakan lagi...

Hidup kita pasti akan sangat berarti..

Rabu, 29 Desember 2010

SYARAT YANG TAK BISA DI TAWAR LAGI..

Saat kamu dan dia minta bertemu untuk bicara denganku...

Tanpa pikir pengaturan waktu lagi langsung aku iyakan....

Tapi kalian memilih untuk datang tidak dalam waktu dan hari yang sama..

Ku pasang telingaku,dengan serius aku menyimak kalimat demi kalimat yang kau lontarkan..

Sesekali aku menarik napas.

Dan sesekali pula nada suaramu cukup tinggi tak kala kau menyebut "dosa dosanya"pada mu..

Tak ada binar binar cinta di mata mu saat aku bertanya:

"Coba ingat bagaimana rasa cinta yang kau miliki saat kalian pacaran dulu?"

Jawabanmu hanya:"Aku sudah tak punya rasa lagi padanya,karena dia tak bisa menjadi seperti yang ku inginkan"

Aku menjawab:"Ok..bagaimana dengan putra putri kalian,mereka lahir karena adanya rasa cintakan?

Jawabanmu:"Iya dong!"

Kalau ia mengapa kalian tidak bicara baik baik,kenapa harus bertengkar di depan anak anak,kenapa harus saling tidak menyapa?mengapa menjadikan anak sebagai juru bicara bahkan detektif untuk mengawasi gerak gerik dari salah satu kalian berdua?Dan jawabmu:"Bukan aku yang seperti itu,dia yang meminta putri kami untuk mengawasi gerak gerikku"

Kembali aku bertanya:"kamu pernah sms saya mengatakan bahwa suasana di rumah kalian sangat tidak nyaman"Sekarang yang menjadi pertanyaan saya:"Siapa yang membuat suasana itu tidak nyaman"jawabmu:"Dia"

Dengan cepat aku menyela kalimatmu sebelum dosa dosa dia di kumandangkan lagi'Suasana seperti itu terjadi karena kalian berdua yang menciptakan serta menghendaki dengan kekerasan hati dan ego yang kalian miliki.

Coba kamu buat catatan tentang suamimu mengenai yang baiknya dan juga buruknya.Kalau lebih banyak baiknya mengapa tidak kamu pikirkan lagi untuk berdamai,bicara baik baik,ungkapkan kembali apa yang menjadi keinginanmu dan ingat apa yang kamu inginkan jangan harga mati.Dengarkan juga yang menjadi keinginannya,semaksimal mungkin penuhi.

Dan saya ingatkan kembali,pikirkan dampaknya pada perkembangan psikis anak.Ini situasi yang sangat buruk untuk mereka,bahkan akan ada trauma yang berkepanjangan kalau kalian tidak segera menghentikan situasi"panas yang kalian ciptakan di rumah tangga kalian dan melibatkan anak anak.Coba pikirkan:"Bagaimana kalau kamu sebagai anak,mengalami hal seperti yang anak anak kamu alami?"

Jawabmu:"Ya gak nyamanlah"..Ok kalau kamu sendiri merasa tidak nyaman..anak akan lebih lagi merasa tidak nyaman..



Saya batasi sampai di situ pembicaraan kami,karena toh sebelumnya saya sudah banyak tahu via telpon dan sms

Ku tutup pembicaraan kami dengan meminta untuk cooling down dulu,seraya berpikir matang matang.Dan aku meminta padanya untuk meredam emosi.lalu kemudian harus mau meluangkan waktu untuk bicara dengan suaminya tentu dengan kepala dingin,tak perlu ada caci maki,hinaan,suara yang keras.apalagi UFO terbang alias panci/piring terbang dan ucapanku mengundang senyum mu.Sore menjelang malam kau berpamit dari rumahku.Seraya memelukmu aku berujar:"Aku sangat peduli pada kamu dan keluargamu,kapanpun mau datang silakan"bulir bulir air mata mengalir dari pelupuk matamu.Dalam hatiku berkata:"Ya Tuhan..lakukan yang terbaik untuk keluarga mereka"



Keesokan harinya..dia(sang suami)yang datang padaku.Sendiri juga..Sangat lama kami bicara,dan saya dengan simpati yang dalam mendengarkan segala keluh kesahnya(walaupun sebelumnya dia sudah sering sms atau telpon menceritakan hal yang sama)Sesekali dia menyeka air matanya.Besar sekali keinginannya untuk mempertahankan rumah tangga mereka,cintanya luar biasa pada sang istri dan tentu saja pada anak anaknya.Kala saya minta padanya untuk menceritakan awal perkenalan,pacaran,sampai menikah,raut wajah sang suami berbinar,sesekali dia tersenyum.Dan saat saya bertanya bagaimana dengan keadaan kondisi psikis anak anak,dia mengatakan anak anak sangat tertekan,bahkan putrinya mengatakan ingin mati saja.Sedih sekali hati saya membayangkan kondisi kejiwaan anak anak mereka,tak terasa air mataku mengalir.Dengan suara tercekat saya meminta dengan sangat,hentikan konflik ini!hentikan permusuhan,hentikan untuk saling mencari kejelekan,hentikan juga untuk membicarakan ini pada orang orang yang tidak berkepentingan,hentikan saling curiga,ungkapkan keinginan dan harapan masing masing,lalu dengan keadaan tenang kalian bicarakan,kemudian kita cari solusi yang terbaik.Dan nanti setelah itu kalian berdua menemui saya lagi tetapi bersama sama.Karena keinginan sang istri sudah di ungkapkan pada saya melalui sebuah sms,jadi cukup mudah untuk saya mengirim kembali sms itu pada sang suami,dan sebelumnya juga sang istri sudah tahu apa yang menjadi syarat sang suami untuknya,melalu sms sang suami kepada saya yang saya kirim kembali kepada sang istri.Aku minta pada sang suami untuk kirim sms pada istrinya yang intinya bertanya apakah"Mama punya waktu malam ini untuk bicara dengan papa?".ternyata sang istri menjawab:"Bisa,tapi gak mau kalau ujung ujungnya berantem".Dengan segala kerendahan hati aku meminta sang suami untuk sabar,jika nanti dalam pembicaraan dengan sang istri ada yang menyinggung perasaannya,mohon untuk tidak di ladeni,sikapi dengan bijak.Toh sudah cukup pertengkaran kalian selama ini.



Dan keesokan harinya,aku menerima kedatangan keduanya.Sangat alot pembicaraan kami,karena melibatkan hal hal yang di luar logika saya.Dan kemudian sampai pada kesimpulan,bahwa apa yang menjadi keinginan sang suami akan di penuhi oleh sang istri,asalkan sang suami mau mengikuti satu poin penting yang menurut sang istri adalah poin yang sangat penting dan tidak bisa di tawar lagi.Dan poin itu di luar logika saya dan sang suami.Dari situ sang suami dengan tegas mengatakan:Lebih memilih untuk bercerai,karena tidak mungkin untuk memenuhi satu syarat mutlak yang di ajukan sang istri,karena itu menyangkut prinsip dan di luar logika"



Di akhir pertemuan,saya meminta pada keduanya"mantapkan hati.berikan apa yang menjadi hak anak,jangan pernah melupakan tanggung jawab terhadap anak anak,akhiri dengan damai,bersahabatlah kalian untuk anak anak,sekalipun nanti kalian bukan suami istri lagi,tetap jadi panutan yang baik untuk anak anak,jadilah tim yang solid untuk membesarkan anak anak.Mulai hari ini tidak ada lagi pertengkaran"



Yahhh..itulah yang terjadi..faktanya seperti itu..dan sangat menyedihkan untuk saya yang telah sekian bulan menerima curhat dari keluarga ini.Tadi malam saya chating dengan buah hati mereka,seorang putri remaja.Saya katakan pada sang putri,bahwa kedua orang tuanya sangat menyayangi dia dan adik adiknya,percaya itu!Begitu pula saya sangat menyayangi keluarga mereka,terlebih sang putri.Dan saya katakan tante akan selalu ada untuk kamu dan adik adikmu.Dan sang putri membalas,trima kasih tante,saya bahagia masih ada yang menyayangi saya.



Dan bulir bulir air mata jatuh dari sudut mata saya..betapa trenyuhnya saya..Semoga harapan harapan saya untuk keluarga yang akan tercerai berai ini bisa mereka penuhi untuk selalu ada bagi anak anak mereka,sehingga anak anak tetap mendapatkan apa yang menjadi haknya.Serta dapat meminimalisir luka bathin mereka akibat dampak sebuah perceraian.Semoga dan AMIN...

Rabu, 22 Desember 2010

SETANGKUP RASA HARU..

Matahari belum terlalu lama menampakkan diri..

Sesosok tubuh berjalan perlahan menuruni tangga...

Dia lah putra bungsuku..

Dengan senyum tulus dia hampiri aku..seraya mengucapkan selamat HARI IBU..



Ku peluk dia dengan hangat,ku cium..

Dan dari mulutku terucap kata:"Trima kasih nak"..

Kemudian dia serahkan sebuah amplop warna merah ke tanganku..

Dan dia berucap:"Belilah buku yang mami sukai"



Aku terpana sejenak,rasa haru menyergap..

Ternyata dia memakai uang beasiswa nya untuk menghadiahi aku..

Karena dia tahu bahwa aku sangat ingin membeli sebuah buku..

Dan pernah menemaniku di toko buku selama tiga setengah jam..



Karena aku asyik membaca buku yang sangat ingin aku beli itu..

Tapi kendala dana karena masih banyak kebutuhan lain membuatku hanya numpang baca..

Tak pernah terpikirkan olehku...

Akan menerima hadiah berupa uang dalam amplop..



Air mata haru menetes perlahan..

Kembali terucap kata:"Trima kasih sayang"..

Ya Tuhan..aku tak mengharapkan hadiah..

Karena menjadi seorang ibu adalah hadiah terindah di hidupku..



Dan aku terharu akan perhatian yang sangat besar dari putraku..

Tak pernah terlintas di benakku,untuk mengharapkan balas budi dari anak anakku..

Tapi aku sangat bersyukur memiliki anak yang punya bela rasa..

Trima kasih Tuhan untuk kebaikan_MU melalui anak anakku.. juga melalui sesamaku..



Di balik air mata haruku..

Ada seulas senyum..

Melihat tingkah polah putra sulungku..

Dalam keadaan masih ngantuk,dia bangun hanya untuk mengucapkan selamat Hari Ibu..



Kemudian dia tidur lagi..

Seraya berkata:"Saya mau tidur lagi,untuk mami saya bangun sebentar"

Dan dengan pulasnya dia kembali tidur..

Setelah memeluk dan menciumku..



Dan di sore harinya..

Si sulungku minta ijin pergi sebentar..

Kembali aku terkejut,teharu..campur aduk perasaanku..

Dia menyerahkan sebuah buku kepadaku..



Ya Tuhan..kejutan apalagi ini?

Dengan rasa haru yang sangat dalam ku ucapkan:"Trima kasih nak..love you"

Kembali mataku berkaca kaca,bulir bulir itu jatuh..

Ya..semua itu karena "SETANGKUP RASA HARU"



Trima kasih Tuhan atas kepercayaan darimu..

Yang telah berkenan memberikan kedua putra kepadaku..



Bandung,22 Desember2010.