Bulan Maret..
Adalah bulan yang tak mungkin aku lupakan..
Ada beberapa momen yang takkan pernah terhapus dari memoriku..
Merupakan tonggak dalam kehidupanku..
Bulan dimana aku mengikrarkan janji perkawinanku 24 tahun yang lalu..
Kala itu aku berusia sembilan belas tahun..
Indah dan sakralnya janji suci itu..
Janji untuk setia sehidup semati..
Hanya maut yang memisahkan..
Mengalun syahdu lagu Ave Maria..
Membuat air mata menetes ketika sungkem pada kedua orang tua..
Ya masa itu telah lama berlalu..
Namun tak hilang dari ingatan..
Tetapi juga tak ingin aku mengenangnya..
Semua sudah berlalu..seiring perceraian yang terjadi dalam perkawinanku..
Dan di awal bulan Maret beberapa tahun yang lalu..
Kami berdua sepakat mengakhiri perkawinan kami..
Dan dia mantan suamiku..di bulan dan tahun yang sama juga menikahi wanita lain..
Setelah beberapa hari surat cerai keluar..
Di bulan ini pula aku merasa hidupku seperti dari nol lagi..
Tetapi di bulan ini juga aku menjadi"ANGEL" untuk kedua putraku..
Melindungi perasaan mereka..
Memberikan rasa aman pada mereka..
Meyakinkan bahwa mereka tak akan pernah kehilangan orang tuanya..
Meyakinkan tidak akan banyak yang berubah..
Meyakinkan dan menjamin bahwa mereka takkan kehilangan sosok ayah mereka..
Membuat mereka tidak membenci siapapun..apalagi ayah mereka..
Ku kerahkan segenap tenagaku untuk tetap survive bagi anak anakku..
Ku "besar"kan hatiku..
Untuk rela menerima kenyataan ini..walaupun aku tak ikhlas..
Bukan aku tak sedih..bukan aku tak menangis..bukan aku tak marah..
Tetapi aku membiarkan semua seperti air mengalir..
Sampai kemudian aku mampu menetralisir perasaanku..
Ada anak anakku yang sangat butuh aku..
Dan aku harus jadi pribadi yang tangguh..
Dan aku tak ingin menyalahkan siapapun..
Juga tak ingin membenci siapapun!
Apalagi ayah dari anak anakku..
Dan aku berjuang untuk tidak menghiraukan gonjang ganjing omongan orang lain...
Yang gak tahu apa apa..tapi seolah olah mereka paling tahu..
Kutegakkan kepalaku..ketika mendengar omongan tak enak orang lain..
Ketika ada yang mengasihani aku..
Dan akupun tak ingin di kasihani..
Karena ini bukanlah akhir dari segalanya..
Banyak kasus seperti yang ku alami terjadi juga pada orang lain..
Jadi mengapa aku merasa bahwa diriku yang paling susah??
Aku punya buah hati yang sangat aku cintai..
Dan mereka butuh aku..mereka tanggung jawabku..
Tak perlu waktu lama untuk aku pulih..
Dan tak perlu ku ratapi lagi atas semua yang sudah terjadi..
Dan janjiku pada anak anakku..
Bahwa mereka tidak akan kehilangan figur ayah dan ibunya...
Terwujud dengan kerja sama yang baik antara aku dengan ayah dan keluarga barunya..
Ada lagi kenangan yang lebih penting dari semua kejadian di atas..
Dan kenangan ini sampai sekarang tetap membuat aku meneteskan air mata..
Kala aku ingat kembali..kenangan bersama ibuku..
Di awal bulan Maret tahun 1999..
Enam bulan sebelum beliau wafat..
Ketika itu aku memilih pulang ke Pontianak sejenak..
Tanpa di dampingi oleh suami dan anak anakku..
Begitu banyak pembicaraan dari hati ke hati antar aku dan mama..
Entah mengapa beliau seperti curhat padaku..
Banyak sekali cerita dan uneg uneg beliau yang selama ini tak ku ketahui..
Namun banyak juga nasehat beliau untukku dalam mengarungi rumah tangga..
Dan takkan pernah ku lupakan,
Kala itu aku "menyingkirkan" papaku ke kamar lain..
Tentu saja agar aku bisa tidur dengan mamaku..
Dan bak seorang putri kecil..
Aku merengek meminta mamaku mendongeng..seperti ketika aku masih kecil..
Besoknya aku minta mamaku menjahitkan piyama untukku..
Seperti juga ketika aku masih kecil..memakai piyama jahitan mamaku..
Tak terasa seminggu sudah aku menghabiskan waktu bersama mamaku..
Kerinduanku pada suami dan anak anakku kala itu..
Membuatku tak bisa berlama lama di Pontianak..
Berlinang air mata mamaku ketika melepas keberangkatanku di Bandara..
Akupun tak kuasa menahan tangis..
Seraya kupeluk mamaku..
Aku berjanji akan meluangkan waktu untuk pulang kembali suatu saat..
Dan itulah pertemuan terakhirku dengan mama..
Tak pernah terbayangkan kalau enam bulan kemudian..
Mamaku pergi untuk selama lamanya menghadap yang Illahi..
Beliau kena serangan jantung..padahal pagi harinya kami masih bicara via telpon..
Dan malam harinya jam 23.00 mama wafat..
Sebelumnya tak ada tanda tanda beliau sakit..
Dan inilah hal terberat yang aku alami dalam hidupku..
Kehilangan mama untuk selama lamanya..
Dan aku seperti tak punya kaki lagi untuk berdiri..
Jiwaku hampa,hatiku kosong..seolah olah hidupku juga berakhir..
Dan janji yang ku buat di bulan Maret itu..
Untuk pulang menemui papa mama terwujud..
Aku bersama suami dan anak anakku..pulang dan...
Hanya di sambut oleh sosok mama yang telah diam..
Dan tak memeluk aku dan anak anakku..seperti dahulu..
Tak ada sapa lembutnya..tak ada senyumnya..
Mama telah membisu..jiwanya bersama Bapa di surga..
Di wajahnya tergambar ketenangan..
Aku menangis..aku meraung..aku meratap..
Ku teriakkan Tuhan tak adil di samping peti mama..
Tak ku pedulikan para pelayat..
Tak ku pedulikan anak anakku lagi..
Aku histeris ..dan aku menangis tak henti sejak dari kota Padang..
Di mana aku dan keluarga menetap kala itu..
Aku tersadar ketika suara putraku memanggilku:"Mami.."
Dan putraku menghapus air mataku dengan tangan mungilnya..seraya berkata:
Mami..harus kuat..kan masih ada "saya,adek sama papi"demikian kata si sulungku..
Nenek sudah tenang mami..hayo kita doa..
Ku belai dan kupeluk anak anakku..
Ya..aku harus kuat..ada anak anakku yang masih sangat membutuhkan aku..
Tentunya mama akan sedih kalau aku menelantarkan cucunya..
Dan kembali aku kuasai diri..kala itu suamiku memapah aku untuk menjumpai papa..
Ku peluk papa,ku lihat mata beliau sembab..
Lirih terdengar ucapan papa:"jangan nangis lagi ya nak..papa gak kuat kalau kalian nangis"
Ku jawab dengan isakan:'Ya pa..gak aku gakkan nangis..tapi aku kehilangan mama..pa?"
Papaku menjawab:"Ya kita sama sama kehilangan..hayo kita saling menguatkan"
Dan tiga hari jenazah mama di semayamkan di rumah..
Tak putus doa dan pujian kami lantunkan..di sertai isak tangis kami putra/i nya.
Hari ketiga jenazah mama di kebumikan..
Kembali sedih yang tak bisa di kendalikan merasuk jiwaku...
Mulai dari melepas jenazah dari rumah..ke Gereja..ke pemakaman..
Air mata mengalir deras..ku kuatkan hati untuk melantunkan lagu
"Di Doa Ibuku Namaku Di sebut"
Dan jasad mama menyatu dengan bumi..
Jiwa mama bersama Bapa di surga..
Tak pernah habis doa dan air mata mengiring kepergian mama..bahkan sampai saat ini..
Dan di bulan Maret dua belas tahun yang lalu..
Terakhir aku bertemu dan berbincang bincang dengan mama..
Piyama,kain sarung mama,boneka yang beliau belikan untukku sebelum aku menikah pun masih menemani tidurku sampai saat ini..
Bahkan dongeng dongeng beliau ketika aku kecil..
Masih aku simpan dengan baik di memoriku
Dan aku tahu saat ini mama pasti melihatku menuliskan catatan ini..
Betapa aku kehilangan mama..
Air mataku masih sering menetes kalau ingat mama..
Tapi aku tahu..ada cucu cucu mama yaitu kedua putraku yang butuh aku..
Dan aku harus kuat..aku ingin menjadi ibu yang seperti mamaku..
Lembut,telaten,kuat dan sabar..
Kini cucu beliau,putra sulungku..sudah sarjana..
Seandainya papa mama masih ada di dunia ini..
Tentu mereka akan sangat bangga pada cucunya..
Pa...Ma..aku merindukan kalian..dampingi aku terus ya..
Minggu, 06 Maret 2011
Sabtu, 05 Maret 2011
Libatkan DIA di hidupmu dan di hatimu
Hampir sepanjang hari ini,pikiranku di penuhi dengan wajah wajah orang di luar keluargaku yang pernah sangat dekat dengan kehidupanku.Mereka adalah terdiri dari sebuah keluarga.Sepasang suami istri dengan tiga orang anak,dua putra dan satu putri.
Karena sesuatu dan lain hal,yang saya kira tak perlu dibahas,pasangan suami istri ini memutuskan untuk mengakhiri biduk perkawinan mereka,dengan kata lain mereka memutuskan untuk bercerai.Keputusan ini di ambil setelah melalui jalan yang cukup panjang dan dengan waktu yang cukup lama untuk berpikir.Dan di penghujung tahun lalu mereka memutuskan untuk konseling pada sahabat mereka,yaitu saya.Mereka memutuskan untuk konseling pada saya,karena menurut pasangan ini,saya cukup mengenal mereka.Dan tentunya mereka menginginkan saya bisa bersikap obyektif.Ketika saya mendengar keinginan mereka untuk konseling pada saya,bukan hal yang mengagetkan untuk saya,karena diawal tahun lalu,sang istri pernah sedikit curhat,sebagai sesama wanita.Dan secara bercanda kedua pasangan ini mengatakan:"Kalau konseling sama kamu..yang jelas kita gak usah bayarkan Bin?Tentu saja mereka bercanda"Hahahaaa..saya tertawa...Yayaya..seperti kedua putra saya bilang:"Pekerjaan mami adalah "kerja bakti"Ok..gak apa apa,saya senang dengan pekerjaan saya,bukan materi yang saya cari,tetapi kepuasan batin manakala bisa berbuat yang terbaik untuk orang yang sedang dilanda masalah.Saya menjadi kuat karena berbagai pengalaman hidup yang saya alami.
Saya tidak ingin membahas masalah kedua pasangan ini secara detail,karena ini adalah masalah "dalam negeri orang lain"saya pribadi sangat menyayangkan berakhirnya perkawinan mereka di Pengadilan Agama.Segala daya upaya sudah saya lakukan untuk menyelamatkan ikatan suci perkawinan mereka,tetapi apa mau dikata,yang merasakan mereka,yang menjalani mereka.Ketika pada akhirnya saya menyerah dengan keputusan mereka,dan dengan sangat saya mohon kepada kedua pasangan ini untuk tetap menjadi tim yang solid dan kompak dalam membesarkan putra/i mereka.Ini semua harus di lakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari perceraian kepada perkembangan psikis anak anak.Dan pasangan ini mengiyakan bahwa mereka akan tetap memperhatikan dan ada untuk anak anak mereka.Lega hati ini mendengarnya..
Namun seiring berjalannya waktu,ketika sedang menunggu proses cerai,sang istri memilih untuk pergi dari rumah,tanpa membawa anak anak,karena memang dia tidak punya tempat tinggal lain,selain rumah yang mereka tempati bersama.Kepergian sang istri karena sudah tidak tahan dengan pertengkaran yang tak pernah reda.Dan ternyata kepergian sang istri kembali menjadi alasan sang suami untuk meluapkan amarahnya.Kembali lagi saya dilibatkan oleh mereka berdua.Dan seperti sebelumnya,saya tidak memihak pada siapapun.Karena dua duanya bagi saya sahabat yang sudah saya anggap sebagai keluarga.Dan mereka punya argumen masing masing untuk membenarkan sikap mereka.
Akhirnya saya katakan kepada mereka berdua:"Saya tidak akan memberikan solusi apapun untuk masalah pribadi kalian,karena toh kalian sudah memutuskan untuk bercerai,dan biarlah pengadilan yang memutuskan,toh nanti akan ada mediasi juga,yang sangat saya inginkan adalah kalian berdamai untuk anak anak kalian,supaya kalian punya kata sepakat untuk membesarkan mereka bersama,walaupun mungkin nanti status kalian bukan suami istri lagi"Dan jawab mereka:" Saya mau Bin.tapi saya mau"Dia"begini nih!"Tak perlulah saya tuliskan alasan dan syarat_syarat masing masing pihak.
Kemudian saya cari jalan tengah..ok sang istri sudah memilih pergi dari rumah,dan mereka sudah sepakat bahwa nanti hak asuh anak jatuh pada sang suami,tapi saya minta pada sang istri agar meluangkan waktu untuk mengurus dan mengunjungi anak anak.Kemudian saya sarankan agar mereka berbicara dengan guru dari tiap tiap anak mereka.Ini semua dilakukan agar dari pihak sekolah tahu kondisi anak didik mereka,sehingga diharapkan lebih memahami dan memprioritaskan pendampingan pada anak dengan kasus seperti ini.Saya juga meminta ijin pada sang suami untuk memperkenankan sang istri mengunjungi anak anak mereka dan memberikan ruang dan waktu untuk kebersamaan sang ibu dengan anak anak.Dan pasangan ini setuju dan kemudian kami membuat kata sepakat,sekali lagi saya tekankan kepada mereka,tolong jangan tambah lagi beban mental anak anak dengan pertengkaran dan permusuhan.
Dan ternyata kesepakatan ini tak lama mereka pegang.Entah siapa yang memulai,bagi saya gak penting saya cari siapa penyulutnya.Toh hampir setiap hari saya menerima sms dari pasangan ini yang saling mengirimkan sms dari masing masing pihak yang isinya caci maki,intimidasi dan selalu di awali dengan kata:"Bin..ini sms dari..dia sebutkan nama suami/istrinya.."Tapi memang kebanyakan saya menerima sms dari sang istri yang isinya adalah cemohan dan sedikit kata kasar dari suaminya.Sampai sampai sang istri mengatakan:"aneh..koq dia(dia sebutkan nama suaminya)jadi kasar begitu ya,itu bukan dia yang saya kenal 16 tahun yang lalu Bin?"Dan sms mereka akan selalu saya balas,tidak usah ditanggapi dengan balasan kata kata yang menyakitkan lagi.Sampai kapan kalian berdua saling menyakiti?kembali saya selalu mengatakan:"kasihan anak anak kalian..coba kalian yang berada pada posisi mereka,dengan orang tua yang gak pernah habis untuk selalu bertengkar,bagaimana perasaan kalian?"Sakit,sedih,hancur..tauuuu!"Tolong kalian libatkan Tuhan untuk melunakkan hati kalian dan biarkan Tuhan campur tangan,beri ruang dihati kalian untuk Tuhan dan "hipnotis"diri kalian dengan kata"DAMAI dan DAMAI".Begitulah kurang lebih bunyi sms yang saya kirim untuk pasangan ini.
Tak ingin saya membahas masalah pribadi orang.Tapi biarlah ini menjadi pembelajaran hidup untuk kita semua.Dan di hari ini putra bungsu dari pasangan ini berulang tahun yang ke tujuh(saya tahu karena saya melihat di wall facebook kakaknya)Tadi saya menelpon ibunya,mengingatkan bahwa putra bungsunya berulang tahun.Dengan nada suara tercekat,dia mengatakan:"Ya..tapi saya gak bisa menghubungi anak anak saya"Dan saya jawab:"Ok..biarkan dulu semuanya reda..percayalah niat kamu yang selalu baik dan amat sangat baik pada ketiga buah hatimu,begitu juga dengan suamimu(karena masih dalam proses cerai,tentu saat ini status mereka masih sebagai suami istri)..pasti akan di dengar oleh Tuhan dan akan ada waktu dimana Tuhan akan membuat semua indah pada waktunya..karena setiap niat yang baik,Tuhan akan selalu berkati,saya dan kamu beda keyakinan,namun Tuhan kita satu dan sama,tetap semangat dan selalu kendalikan emosi"Dan dia menjawab:"Bin trima kasih kamu selalu membuat saya tenang"
Dan saya tidak memihak siapapun dari salah satu pasangan ini.Dan segala daya upaya sudah saya lakukan agar perkawinan mereka selamat,tetapi mereka sudah menentukan jalannya masing masing.Yang saya inginkan adalah agar mereka mengurangi dampak buruk dari perceraian ini terhadap anak anak mereka,dengan cara menyingkirkan egoisme,kemarahan karena sakit hati terhadap satu sama lain,berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan pasangan,ini wajib dilakukan untuk kepentingan anak anak!Harus punya kerendahan hati untuk mengalahkan segala rasa sakit hati demi perkembangan jiwa yang baik dan stabil bagi anak anak.
Saya tidak menggurui orang lain,semua saya katakan karena saya juga mengalami perkawinan yang kemudian bercerai,tapi dari sejak semula saya kalahkan ego,sakit hati saya,tanpa harus saling menyalahkan,karena saya berprinsip dan selalu mengganggap bahwa kami sama sama salah!Ini semua saya lakukan demi meminimalisir dampak buruk terhadap perkembangan mental anak anak kami.Dan terbukti luka di hati anak kami dengan cepat"mengering"Mereka menyaksikan saya dan papinya tetap bisa bersahabat,sekalipun dengan status yang beda dan papinya sudah berkeluarga lagi,dan kami tetap jadi tim yang solid untuk membesarkan anak anak.
Tuhan akan selalu menjadikan segalanya INDAH PADA WAKTUNYA,jika kita melibatkan Tuhan dalam setiap perkara yang boleh terjadi dihidup kita.
Karena sesuatu dan lain hal,yang saya kira tak perlu dibahas,pasangan suami istri ini memutuskan untuk mengakhiri biduk perkawinan mereka,dengan kata lain mereka memutuskan untuk bercerai.Keputusan ini di ambil setelah melalui jalan yang cukup panjang dan dengan waktu yang cukup lama untuk berpikir.Dan di penghujung tahun lalu mereka memutuskan untuk konseling pada sahabat mereka,yaitu saya.Mereka memutuskan untuk konseling pada saya,karena menurut pasangan ini,saya cukup mengenal mereka.Dan tentunya mereka menginginkan saya bisa bersikap obyektif.Ketika saya mendengar keinginan mereka untuk konseling pada saya,bukan hal yang mengagetkan untuk saya,karena diawal tahun lalu,sang istri pernah sedikit curhat,sebagai sesama wanita.Dan secara bercanda kedua pasangan ini mengatakan:"Kalau konseling sama kamu..yang jelas kita gak usah bayarkan Bin?Tentu saja mereka bercanda"Hahahaaa..saya tertawa...Yayaya..seperti kedua putra saya bilang:"Pekerjaan mami adalah "kerja bakti"Ok..gak apa apa,saya senang dengan pekerjaan saya,bukan materi yang saya cari,tetapi kepuasan batin manakala bisa berbuat yang terbaik untuk orang yang sedang dilanda masalah.Saya menjadi kuat karena berbagai pengalaman hidup yang saya alami.
Saya tidak ingin membahas masalah kedua pasangan ini secara detail,karena ini adalah masalah "dalam negeri orang lain"saya pribadi sangat menyayangkan berakhirnya perkawinan mereka di Pengadilan Agama.Segala daya upaya sudah saya lakukan untuk menyelamatkan ikatan suci perkawinan mereka,tetapi apa mau dikata,yang merasakan mereka,yang menjalani mereka.Ketika pada akhirnya saya menyerah dengan keputusan mereka,dan dengan sangat saya mohon kepada kedua pasangan ini untuk tetap menjadi tim yang solid dan kompak dalam membesarkan putra/i mereka.Ini semua harus di lakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari perceraian kepada perkembangan psikis anak anak.Dan pasangan ini mengiyakan bahwa mereka akan tetap memperhatikan dan ada untuk anak anak mereka.Lega hati ini mendengarnya..
Namun seiring berjalannya waktu,ketika sedang menunggu proses cerai,sang istri memilih untuk pergi dari rumah,tanpa membawa anak anak,karena memang dia tidak punya tempat tinggal lain,selain rumah yang mereka tempati bersama.Kepergian sang istri karena sudah tidak tahan dengan pertengkaran yang tak pernah reda.Dan ternyata kepergian sang istri kembali menjadi alasan sang suami untuk meluapkan amarahnya.Kembali lagi saya dilibatkan oleh mereka berdua.Dan seperti sebelumnya,saya tidak memihak pada siapapun.Karena dua duanya bagi saya sahabat yang sudah saya anggap sebagai keluarga.Dan mereka punya argumen masing masing untuk membenarkan sikap mereka.
Akhirnya saya katakan kepada mereka berdua:"Saya tidak akan memberikan solusi apapun untuk masalah pribadi kalian,karena toh kalian sudah memutuskan untuk bercerai,dan biarlah pengadilan yang memutuskan,toh nanti akan ada mediasi juga,yang sangat saya inginkan adalah kalian berdamai untuk anak anak kalian,supaya kalian punya kata sepakat untuk membesarkan mereka bersama,walaupun mungkin nanti status kalian bukan suami istri lagi"Dan jawab mereka:" Saya mau Bin.tapi saya mau"Dia"begini nih!"Tak perlulah saya tuliskan alasan dan syarat_syarat masing masing pihak.
Kemudian saya cari jalan tengah..ok sang istri sudah memilih pergi dari rumah,dan mereka sudah sepakat bahwa nanti hak asuh anak jatuh pada sang suami,tapi saya minta pada sang istri agar meluangkan waktu untuk mengurus dan mengunjungi anak anak.Kemudian saya sarankan agar mereka berbicara dengan guru dari tiap tiap anak mereka.Ini semua dilakukan agar dari pihak sekolah tahu kondisi anak didik mereka,sehingga diharapkan lebih memahami dan memprioritaskan pendampingan pada anak dengan kasus seperti ini.Saya juga meminta ijin pada sang suami untuk memperkenankan sang istri mengunjungi anak anak mereka dan memberikan ruang dan waktu untuk kebersamaan sang ibu dengan anak anak.Dan pasangan ini setuju dan kemudian kami membuat kata sepakat,sekali lagi saya tekankan kepada mereka,tolong jangan tambah lagi beban mental anak anak dengan pertengkaran dan permusuhan.
Dan ternyata kesepakatan ini tak lama mereka pegang.Entah siapa yang memulai,bagi saya gak penting saya cari siapa penyulutnya.Toh hampir setiap hari saya menerima sms dari pasangan ini yang saling mengirimkan sms dari masing masing pihak yang isinya caci maki,intimidasi dan selalu di awali dengan kata:"Bin..ini sms dari..dia sebutkan nama suami/istrinya.."Tapi memang kebanyakan saya menerima sms dari sang istri yang isinya adalah cemohan dan sedikit kata kasar dari suaminya.Sampai sampai sang istri mengatakan:"aneh..koq dia(dia sebutkan nama suaminya)jadi kasar begitu ya,itu bukan dia yang saya kenal 16 tahun yang lalu Bin?"Dan sms mereka akan selalu saya balas,tidak usah ditanggapi dengan balasan kata kata yang menyakitkan lagi.Sampai kapan kalian berdua saling menyakiti?kembali saya selalu mengatakan:"kasihan anak anak kalian..coba kalian yang berada pada posisi mereka,dengan orang tua yang gak pernah habis untuk selalu bertengkar,bagaimana perasaan kalian?"Sakit,sedih,hancur..tauuuu!"Tolong kalian libatkan Tuhan untuk melunakkan hati kalian dan biarkan Tuhan campur tangan,beri ruang dihati kalian untuk Tuhan dan "hipnotis"diri kalian dengan kata"DAMAI dan DAMAI".Begitulah kurang lebih bunyi sms yang saya kirim untuk pasangan ini.
Tak ingin saya membahas masalah pribadi orang.Tapi biarlah ini menjadi pembelajaran hidup untuk kita semua.Dan di hari ini putra bungsu dari pasangan ini berulang tahun yang ke tujuh(saya tahu karena saya melihat di wall facebook kakaknya)Tadi saya menelpon ibunya,mengingatkan bahwa putra bungsunya berulang tahun.Dengan nada suara tercekat,dia mengatakan:"Ya..tapi saya gak bisa menghubungi anak anak saya"Dan saya jawab:"Ok..biarkan dulu semuanya reda..percayalah niat kamu yang selalu baik dan amat sangat baik pada ketiga buah hatimu,begitu juga dengan suamimu(karena masih dalam proses cerai,tentu saat ini status mereka masih sebagai suami istri)..pasti akan di dengar oleh Tuhan dan akan ada waktu dimana Tuhan akan membuat semua indah pada waktunya..karena setiap niat yang baik,Tuhan akan selalu berkati,saya dan kamu beda keyakinan,namun Tuhan kita satu dan sama,tetap semangat dan selalu kendalikan emosi"Dan dia menjawab:"Bin trima kasih kamu selalu membuat saya tenang"
Dan saya tidak memihak siapapun dari salah satu pasangan ini.Dan segala daya upaya sudah saya lakukan agar perkawinan mereka selamat,tetapi mereka sudah menentukan jalannya masing masing.Yang saya inginkan adalah agar mereka mengurangi dampak buruk dari perceraian ini terhadap anak anak mereka,dengan cara menyingkirkan egoisme,kemarahan karena sakit hati terhadap satu sama lain,berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan pasangan,ini wajib dilakukan untuk kepentingan anak anak!Harus punya kerendahan hati untuk mengalahkan segala rasa sakit hati demi perkembangan jiwa yang baik dan stabil bagi anak anak.
Saya tidak menggurui orang lain,semua saya katakan karena saya juga mengalami perkawinan yang kemudian bercerai,tapi dari sejak semula saya kalahkan ego,sakit hati saya,tanpa harus saling menyalahkan,karena saya berprinsip dan selalu mengganggap bahwa kami sama sama salah!Ini semua saya lakukan demi meminimalisir dampak buruk terhadap perkembangan mental anak anak kami.Dan terbukti luka di hati anak kami dengan cepat"mengering"Mereka menyaksikan saya dan papinya tetap bisa bersahabat,sekalipun dengan status yang beda dan papinya sudah berkeluarga lagi,dan kami tetap jadi tim yang solid untuk membesarkan anak anak.
Tuhan akan selalu menjadikan segalanya INDAH PADA WAKTUNYA,jika kita melibatkan Tuhan dalam setiap perkara yang boleh terjadi dihidup kita.
Jumat, 04 Maret 2011
CINTA SEJATI...
Tak ada jalan pintas.
Kepada kebahagiaan dalam pernikahan..
Tak ada dua insan yang bisa hidup bersama dalam hubungan emosional yang intim dalam waktu yang lama..
Tanpa pernah mengalami kesalahpahaman atau perselisihan dari waktu ke waktu..
Ya..ada yang amat dibutuhkan untuk mengatasi segala perasaan...
Rasa cemburu,kecurigaan.karena ketidakpercayaan.kemarahan..dsbnya..
Berpikir bahwa pasangan tidak perlu melaksanakan sikap timbal balik..sikap memberi dan menerima..
Sama saja dengan mengganggap bahwa cinta dalam pernikahan adalah...
Hanya untuk meminta tanpa perlu memberi,berkorban untuk membahagiakan pasangan..
Tak ada yang sukses dalam pernikahan..
Kalau hanya didasarkan pada keserasian..
Alih alih mencari pasangan yang tepat...
Jika tanpa...
Memiliki sikap dan bersikap..
Saling menghormati..saling mencintai..saling memperhatikan satu sama lain..saling setia..saling melengkapi..
CINTA adalah...
PERASAAN dan PEMENUHAN BATIN..
Yang timbul dari pertumbuhan pribadi yang sehat..
CINTA bukanlah nafsu..
Tetapi cinta adalah anugrah rasa yang memakai nalar dan logika..
Dalam situasi dan kondisi apapun..
Cinta sejati takkan pernah pudar dan lekang di makan waktu..
Pernikahan yang bahagia..
Bukanlah pernikahan yang dijalani dengan "mata tertutup"..
Lihatlah kekurangan dan kelebihan pasangan..
Tak ada yang sempurna..terimalah kenyataan itu!
Belajarlah untuk berbagi derita dan bahagia..
Pernikahan adalah berkah..
Untai dan jalinlah komunikasi yang berimbang..
Kesabaran untuk saling memahami..menerima..dan memaafkan..
Cinta sejati tak cuma fisik..tapi cinta sejati adalah..
PERSEKUTUAN SPIRITUAL dan PERTEMUAN ANTAR PIKIRAN..
Hanya ada satu jalan untuk ditempuh bersama..
Namun..jalan itu tak selalu rata,berlubang dan kadang sulit..
Tetapi selalu merupakan "JALAN BERSAMA"..
Untuk mengarungi dan mengayuh biduk yang namanya PERNIKAHAN..
Dan berlabuh pada KEBAHAGIAAN yang hakiki..
Hanya maut yang dapat memisahkan raga..tetapi tidaklah jiwa..
Kepada kebahagiaan dalam pernikahan..
Tak ada dua insan yang bisa hidup bersama dalam hubungan emosional yang intim dalam waktu yang lama..
Tanpa pernah mengalami kesalahpahaman atau perselisihan dari waktu ke waktu..
Ya..ada yang amat dibutuhkan untuk mengatasi segala perasaan...
Rasa cemburu,kecurigaan.karena ketidakpercayaan.kemarahan..dsbnya..
Berpikir bahwa pasangan tidak perlu melaksanakan sikap timbal balik..sikap memberi dan menerima..
Sama saja dengan mengganggap bahwa cinta dalam pernikahan adalah...
Hanya untuk meminta tanpa perlu memberi,berkorban untuk membahagiakan pasangan..
Tak ada yang sukses dalam pernikahan..
Kalau hanya didasarkan pada keserasian..
Alih alih mencari pasangan yang tepat...
Jika tanpa...
Memiliki sikap dan bersikap..
Saling menghormati..saling mencintai..saling memperhatikan satu sama lain..saling setia..saling melengkapi..
CINTA adalah...
PERASAAN dan PEMENUHAN BATIN..
Yang timbul dari pertumbuhan pribadi yang sehat..
CINTA bukanlah nafsu..
Tetapi cinta adalah anugrah rasa yang memakai nalar dan logika..
Dalam situasi dan kondisi apapun..
Cinta sejati takkan pernah pudar dan lekang di makan waktu..
Pernikahan yang bahagia..
Bukanlah pernikahan yang dijalani dengan "mata tertutup"..
Lihatlah kekurangan dan kelebihan pasangan..
Tak ada yang sempurna..terimalah kenyataan itu!
Belajarlah untuk berbagi derita dan bahagia..
Pernikahan adalah berkah..
Untai dan jalinlah komunikasi yang berimbang..
Kesabaran untuk saling memahami..menerima..dan memaafkan..
Cinta sejati tak cuma fisik..tapi cinta sejati adalah..
PERSEKUTUAN SPIRITUAL dan PERTEMUAN ANTAR PIKIRAN..
Hanya ada satu jalan untuk ditempuh bersama..
Namun..jalan itu tak selalu rata,berlubang dan kadang sulit..
Tetapi selalu merupakan "JALAN BERSAMA"..
Untuk mengarungi dan mengayuh biduk yang namanya PERNIKAHAN..
Dan berlabuh pada KEBAHAGIAAN yang hakiki..
Hanya maut yang dapat memisahkan raga..tetapi tidaklah jiwa..
Selasa, 01 Maret 2011
TAK INGIN...
Ketika mulutku tak mampu bicara..
Tuk mengungkap gundah, nestapa yang ada..
Ketika ku ingin marah dan protes atas sikap orang lain..
Ku coba untuk bersabar..
Tetapi semua ada batas..
Tak ingin aku terus menerus berusaha menyenangkan perasaan orang lain..
Tak ingin juga aku berbasa basi..capek..lelah..
Tak ingin juga aku memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraniku..
Tak ingin juga jika diri ini di nilai dengan seenaknya..
Bertemu pun jarang dan bahkan ada yang tidak pernah..
Bagaimana dengan gampangnya menilai siapa diriku..
Semua punya hak untuk menjawab..
Jika dirinya terusik oleh sikap atau kata kata orang lain..
Termasuk aku..akupun berhak menjawab!!
Yang tau diriku adalahTuhan,aku,anak anakku,saudaraku dan sahabatku..
Aku tersenyum..ku tahan emosiku..aku memilih diam..
Aku mengalah untuk kebaikan..
Bahkan kurela melepaskan sebuah pekerjaan kalau itu tak sesuai kata hatiku..
Kurela juga memutuskan hubungan dengan siapapun kalau tidak membawa dampak positif untuk hidupku..
Terserah..apapun kata orang..
Yang merasa dirinya di tolak..terutama untuk urusan rasa cinta..atau apapun itu..
Yang katanya aku angkuh!Tidak rendah hati!Merasa diri paling cantik..Oh no..no..no...itu bukanlah aku!!
Tak habis pikir dengan orang yang memaksakan kehendak..
Aku..adalah aku...dan aku tahu yang terbaik untuk hidupku..
Aku sudah pernah di kecewakan orang..
Aangkah bodohnya aku.. kalau aku membiarkan diriku kecewa lagi.
Aku belajar dari pengalamanku dan hidup orang lain..
Itulah yang membuat aku selalu berhati hati dan kuat serta teguh dalam pendirian..
Tak ingin aku di kendalikan..
Tak ingin aku di hargai hanya dari segi materi..
Tak ingin aku membenci orang lain..
Tak ingin aku menyalahkan orang lain..
Tak ingin aku merugikan orang lain..
Tetapi aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa...
Aku adalah seorang wanita,orang tua tunggal untuk anak anakku..
Dalam segala keterbatasanku..kesederhanaanku..
Tertatih tatih aku membesarkan dan mendidik anak anakku..
Aku berjuang untuk kebahagiaan anak anakku..
Aku menjadi ayah sekaligus ibu untuk anak anakku..
Dan Tuhan menjadikan segala indah pada waktunya..
Anak anakku tumbuh dengan pribadi yang tangguh..
Mereka bertanggung jawab akan kewajiban mereka..
Belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu..
Dan..
Tak ingin aku di lecehkan karena statusku yang janda..
Tak ingin juga aku di puja puji karena keberhasilan anak anakku..
Anak anakku berhasil dalam pendidikan,karena usaha mereka..
Dan perjalanan mereka masih panjang..
Tuhan lah yang menjadikan kami tetap kuat..
Penyertaan Tuhan yang sempurna..membuat semua indah pada waktunya..
Dan..
Aku tak ingin bermasalah dengan siapapun..
Kalau aku terusik aku akan menjawab..aku akan membela diri..
Tetapi kalau memang di perlukan,aku bukan tipe yang sulit untuk meminta maaf..
Bahkan dalam posisi tidak salahpun aku bisa minta maaf..
Dan bagiku..lebih baik temanku sedikit..tapi membawa dampak positif untuk hidupku..
Aku hanya ingin hidup damai..seperti orang kebanyakan..
TAK INGIN aku marah pada siapapun..
TAK INGIN aku bersedih...untuk hal hal yang tidak penting!!
Aku akan slalu ada dengan senyumku..candaku..
Tuk mengungkap gundah, nestapa yang ada..
Ketika ku ingin marah dan protes atas sikap orang lain..
Ku coba untuk bersabar..
Tetapi semua ada batas..
Tak ingin aku terus menerus berusaha menyenangkan perasaan orang lain..
Tak ingin juga aku berbasa basi..capek..lelah..
Tak ingin juga aku memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraniku..
Tak ingin juga jika diri ini di nilai dengan seenaknya..
Bertemu pun jarang dan bahkan ada yang tidak pernah..
Bagaimana dengan gampangnya menilai siapa diriku..
Semua punya hak untuk menjawab..
Jika dirinya terusik oleh sikap atau kata kata orang lain..
Termasuk aku..akupun berhak menjawab!!
Yang tau diriku adalahTuhan,aku,anak anakku,saudaraku dan sahabatku..
Aku tersenyum..ku tahan emosiku..aku memilih diam..
Aku mengalah untuk kebaikan..
Bahkan kurela melepaskan sebuah pekerjaan kalau itu tak sesuai kata hatiku..
Kurela juga memutuskan hubungan dengan siapapun kalau tidak membawa dampak positif untuk hidupku..
Terserah..apapun kata orang..
Yang merasa dirinya di tolak..terutama untuk urusan rasa cinta..atau apapun itu..
Yang katanya aku angkuh!Tidak rendah hati!Merasa diri paling cantik..Oh no..no..no...itu bukanlah aku!!
Tak habis pikir dengan orang yang memaksakan kehendak..
Aku..adalah aku...dan aku tahu yang terbaik untuk hidupku..
Aku sudah pernah di kecewakan orang..
Aangkah bodohnya aku.. kalau aku membiarkan diriku kecewa lagi.
Aku belajar dari pengalamanku dan hidup orang lain..
Itulah yang membuat aku selalu berhati hati dan kuat serta teguh dalam pendirian..
Tak ingin aku di kendalikan..
Tak ingin aku di hargai hanya dari segi materi..
Tak ingin aku membenci orang lain..
Tak ingin aku menyalahkan orang lain..
Tak ingin aku merugikan orang lain..
Tetapi aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa...
Aku adalah seorang wanita,orang tua tunggal untuk anak anakku..
Dalam segala keterbatasanku..kesederhanaanku..
Tertatih tatih aku membesarkan dan mendidik anak anakku..
Aku berjuang untuk kebahagiaan anak anakku..
Aku menjadi ayah sekaligus ibu untuk anak anakku..
Dan Tuhan menjadikan segala indah pada waktunya..
Anak anakku tumbuh dengan pribadi yang tangguh..
Mereka bertanggung jawab akan kewajiban mereka..
Belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu..
Dan..
Tak ingin aku di lecehkan karena statusku yang janda..
Tak ingin juga aku di puja puji karena keberhasilan anak anakku..
Anak anakku berhasil dalam pendidikan,karena usaha mereka..
Dan perjalanan mereka masih panjang..
Tuhan lah yang menjadikan kami tetap kuat..
Penyertaan Tuhan yang sempurna..membuat semua indah pada waktunya..
Dan..
Aku tak ingin bermasalah dengan siapapun..
Kalau aku terusik aku akan menjawab..aku akan membela diri..
Tetapi kalau memang di perlukan,aku bukan tipe yang sulit untuk meminta maaf..
Bahkan dalam posisi tidak salahpun aku bisa minta maaf..
Dan bagiku..lebih baik temanku sedikit..tapi membawa dampak positif untuk hidupku..
Aku hanya ingin hidup damai..seperti orang kebanyakan..
TAK INGIN aku marah pada siapapun..
TAK INGIN aku bersedih...untuk hal hal yang tidak penting!!
Aku akan slalu ada dengan senyumku..candaku..
Jumat, 25 Februari 2011
DAMAI DI HATI..
Siapa bilang jadi atasan itu enak?!Katanya nih...jadi atasan itu enak karena bisa nyuruh nyuruh.Tapi bagaimana kalau bawahan kita itu orang yang sangat tidak menyenangkan,yang selalu membuat kita terganggu dengan pekerjaannya yang lebih banyak tidak beresnya.Ingin rasanya memecat dia..tentu ini sebuah keputusan yang menyenangkan dan membuat pekerjaan kita menjadi lebih lancar.Tetapi sebaliknya hal ini bisa membuat bawahan kita kehilangan pekerjaan dan otomatis dia kehilangan sumber penghasilan bagi keluarganya.Bagaimana menghadapi situasi yang dilematis ini?Berikut ini ada sebuah sharing dari seorang pemimpin perusahaan..
"Saya percaya bahwa setiap orang punya kelebihan di balik setiap kekurangannya.Anak buah saya yang satu ini adalah termasuk tipe orang yang amat ulet,walau sikapnya sangat tidak menyenangkan.Saya mencoba untuk mengajaknya berbicara,dengan harapan dia mau berusaha memperbaiki sikapnya.Tetapi bukanlah hal yang mudah berbicara dengan orang yang tidak menyenangkan.Sejak sehari sebelumnya,saya berharap bahwa saya tidak terjebak dengan situasi yang emosional..dengan harapan bahwa itu akan membawa damai antara saya dengan anak buah saya.Puji Tuhan!Dia mau mendengarkan saya.Ketegasan di balik kesabaran dan senyuman saya saat berbicara dengannya,membuat dia menyadari semua kesalahannya.Saya memberikan kesempatan sekali lagi kepadanya.Diapun berjanji akan mengubah perilaku dan kinerjanya"
Dari sharing pemimpin perusahaan tadi saya mengambil kesimpulan bahwa pemimpin perusahan tadi bisa menyelesaikan dilema ini dengan damai karena terlebih dahulu dia menciptakan damai di hatinya sendiri dan dia berdamai dengan dirinya sendiri,sebelum dia berusaha mendamaikan hati anak buahnya.Dan inilah yang di namakan"DAMAI DI HATI" dan harapan untuk berdamai telah membawa kebaikan bagi sang atasan maupun bagi anak buahnya.
Tuhan menghendaki agar kita semua hidup damai satu dengan yang lain,meskipun dalam perbedaan.Ciptakanlah kedamaian dalam diri kita,dalam keluarga,dan di lingkungan kita.
"Saya percaya bahwa setiap orang punya kelebihan di balik setiap kekurangannya.Anak buah saya yang satu ini adalah termasuk tipe orang yang amat ulet,walau sikapnya sangat tidak menyenangkan.Saya mencoba untuk mengajaknya berbicara,dengan harapan dia mau berusaha memperbaiki sikapnya.Tetapi bukanlah hal yang mudah berbicara dengan orang yang tidak menyenangkan.Sejak sehari sebelumnya,saya berharap bahwa saya tidak terjebak dengan situasi yang emosional..dengan harapan bahwa itu akan membawa damai antara saya dengan anak buah saya.Puji Tuhan!Dia mau mendengarkan saya.Ketegasan di balik kesabaran dan senyuman saya saat berbicara dengannya,membuat dia menyadari semua kesalahannya.Saya memberikan kesempatan sekali lagi kepadanya.Diapun berjanji akan mengubah perilaku dan kinerjanya"
Dari sharing pemimpin perusahaan tadi saya mengambil kesimpulan bahwa pemimpin perusahan tadi bisa menyelesaikan dilema ini dengan damai karena terlebih dahulu dia menciptakan damai di hatinya sendiri dan dia berdamai dengan dirinya sendiri,sebelum dia berusaha mendamaikan hati anak buahnya.Dan inilah yang di namakan"DAMAI DI HATI" dan harapan untuk berdamai telah membawa kebaikan bagi sang atasan maupun bagi anak buahnya.
Tuhan menghendaki agar kita semua hidup damai satu dengan yang lain,meskipun dalam perbedaan.Ciptakanlah kedamaian dalam diri kita,dalam keluarga,dan di lingkungan kita.
Selasa, 22 Februari 2011
PULAU KESEIMBANGAN DAN KETENANGAN..
Ketika seseorang hidup senang..
Ia berharap bahwa masa itu takkan berlalu...
Nyatanya tidaklah demikian..
Karena ada waktu yang mengubah segalanya..
Berlalunya waktu adalah hal pasti di hidup ini..
Dan itu sudah sewajarnya...
Tak ada siapapun yang sanggup mengubahnya..
Semua adalah wajar dan nyata..
Dalam siklus hidup yang kita kenal..
Ada proses yang terlahir,tumbuh,terurai dan mati..
Tak satupun bisa luput dari proses ini..tak terkecuali..
Bukti akhir ketidak kekalan yaitu kematian..
Tak ada yang bisa menghentikan proses ini..
Kelahiran..kematian..seperti malam mengikuti siang..
Terjadi pada siapapun..tak mengenal kaya atau miskin..
Pejabat atau rakyat jelata..
Namun ini seperti menjadi sesuatu yang coba untuk di lupakan..
Bahkan sebagian dari kita..
Hidup dan bertingkah laku..
Seolah olah kita takkan mati...
Lihatlah hidup ini dengan nyata..
Lihatlah bagaimana hidup terus menerus berubah..
Fluktuasi..jatuh dan bangun..sukses dan gagal..
Penghormatan dan hinaan..pujian dan cacian..
Pikiran yang nyata akan membantu untuk melihat..
Bagaimana beraksi terhadap kebahagiaan dan kesedihan..
Kegembiraan dan keputusasaan,kepuasan dan kekecewaan..
Pengharapan dan kecemasan..senyum,tawa,tangis berganti..
Gelombang emosi yang dashyat..
Membawa kita membumbung..ke puncak gelombang..
Terombang ambing..timbul tenggelam..
Kemudian terhempas ketepian...
Bahkan belum sempat menarik napas..
Gelombang kembali datang..
Menghantam..mengayun keatas..mengombang ambingkan..
Bagaimana kita bisa berharap menemukan kaki gelombang di puncaknya?
Ketika kita bertanya..??
Di mana bisa mendirikan bangunan permanen kehidupan..
Di tengah gelombang samudera yang tak pernah berhenti..
Kalau bukan dalam pulau keseimbangan...
Pulau keseimbangan dan ketenangan..
Ada dalam pikiran kita..
Yang akan meneduhi kita dari setiap badai..
Setelah begitu banyak kekecewaan yang kita alami..
Dan setelah itu kita akan menjadi lebih bijak...
Untuk tidak lagi melekat pada sesuatu..
Dan ini adalah pulau yang menyediakan..
Kemapanan,kematangan dan kedamaian..
Ia berharap bahwa masa itu takkan berlalu...
Nyatanya tidaklah demikian..
Karena ada waktu yang mengubah segalanya..
Berlalunya waktu adalah hal pasti di hidup ini..
Dan itu sudah sewajarnya...
Tak ada siapapun yang sanggup mengubahnya..
Semua adalah wajar dan nyata..
Dalam siklus hidup yang kita kenal..
Ada proses yang terlahir,tumbuh,terurai dan mati..
Tak satupun bisa luput dari proses ini..tak terkecuali..
Bukti akhir ketidak kekalan yaitu kematian..
Tak ada yang bisa menghentikan proses ini..
Kelahiran..kematian..seperti malam mengikuti siang..
Terjadi pada siapapun..tak mengenal kaya atau miskin..
Pejabat atau rakyat jelata..
Namun ini seperti menjadi sesuatu yang coba untuk di lupakan..
Bahkan sebagian dari kita..
Hidup dan bertingkah laku..
Seolah olah kita takkan mati...
Lihatlah hidup ini dengan nyata..
Lihatlah bagaimana hidup terus menerus berubah..
Fluktuasi..jatuh dan bangun..sukses dan gagal..
Penghormatan dan hinaan..pujian dan cacian..
Pikiran yang nyata akan membantu untuk melihat..
Bagaimana beraksi terhadap kebahagiaan dan kesedihan..
Kegembiraan dan keputusasaan,kepuasan dan kekecewaan..
Pengharapan dan kecemasan..senyum,tawa,tangis berganti..
Gelombang emosi yang dashyat..
Membawa kita membumbung..ke puncak gelombang..
Terombang ambing..timbul tenggelam..
Kemudian terhempas ketepian...
Bahkan belum sempat menarik napas..
Gelombang kembali datang..
Menghantam..mengayun keatas..mengombang ambingkan..
Bagaimana kita bisa berharap menemukan kaki gelombang di puncaknya?
Ketika kita bertanya..??
Di mana bisa mendirikan bangunan permanen kehidupan..
Di tengah gelombang samudera yang tak pernah berhenti..
Kalau bukan dalam pulau keseimbangan...
Pulau keseimbangan dan ketenangan..
Ada dalam pikiran kita..
Yang akan meneduhi kita dari setiap badai..
Setelah begitu banyak kekecewaan yang kita alami..
Dan setelah itu kita akan menjadi lebih bijak...
Untuk tidak lagi melekat pada sesuatu..
Dan ini adalah pulau yang menyediakan..
Kemapanan,kematangan dan kedamaian..
Jumat, 28 Januari 2011
DI PEREMPATAN JALAN ITU...
Dalam diam..hening...tanpa suara..
Aku bersimpuh..rendahkan hati...sujud menyembah kehadirat yang ilahi..
Ucapan syukur terucap atas penyertaan_NYA yang sempurna di hidupku..
Di beri_NYA aku berkat dan anugrah terindah melalui kedua putraku....
Di balik ucapan syukurku...sekelebat bayangan melintas di benakku..
Ya..itulah bayangan anak anak jalanan yang sosoknya selalu dan selalu ada,
Menghantui benak dan pikiranku..
Di perempatan jalan itu..sosok sosok yang memang tak pernah absen..
Mereka seolah tak peduli dengan sengat sinar matahari yang terik..
Udara malam yang lembab dan dingin..
Mereka mengamen,mereka mengemis..
Sampai menjelang tengah malampun,
Beberapa di antaranya masih bermain di bundaran stopan itu..
Miris hatiku..remuk jiwaku sebagai seorang IBU..
Kemanakah orang tua mereka???
Mengapa melahirkan anak hanya untuk di buat menderita??
Belum saatnya mereka mencari uang..
Usia mereka adalah usia sekolah dan bermain..
Seharusnya mereka menikmati masa kanak kanaknya..
Dan bertumbuh kembang sesuai dengan usianya..
Mendapatkan apa yang menjadi haknya,salah satunya:UNTUK DILINDUNGI..
Ironis..di dekat perempatan jalan itu..ada sebuah papan besar..
Dengan tulisan Undang Undang perlindungan anak..lengkap dengan embel embelnya..
Tetapi justru di situlah.. begitu banyak anak anak di bawah usia berkeliaran di jalanan..
Adakah mereka atau orang tua mereka pernah membaca tulisan di papan itu??Entahlah..
Kalaupun ia..bagi mereka itu tak berarti..
Karena alasan kesulitan ekonomi akan menjadi tameng mereka,untuk pembenaran diri..
Ya..selama kesenjangan ekonomi dan kemiskinan tetap ada di negri ini..
Selama itu pula akan tetap ada anak anak jalanan..
Mereka adalah anak yang di eksploitasi orang tuanya..
Mereka adalah anak anak di bawah umur yang di pekerjakan oleh orang tua/orang dewasa..
Yang ongkang ongkangan di rumah..menunggu setoran
Menitik air mataku..tak mampu untuk membawa mereka dari lingkaran setan itu..
Di dalam setiap doaku..beruntai untai doa untuk mereka ku panjatkan..
Agar di beri kemudahan di hidup ini..
Agar terlepas bebas dari belenggu eksploitasi..
Agar mereka memiliki masa depan yang layak..
Agar mereka hidup di negri yang sungguh merdeka dari yang namanya kemiskinan..
Agar keturunan mereka tidak mengalami hal yang sama..harus menjadi anak jalanan pula..
SEMOGA...
Bandung,28 Januari 2011..
Aku bersimpuh..rendahkan hati...sujud menyembah kehadirat yang ilahi..
Ucapan syukur terucap atas penyertaan_NYA yang sempurna di hidupku..
Di beri_NYA aku berkat dan anugrah terindah melalui kedua putraku....
Di balik ucapan syukurku...sekelebat bayangan melintas di benakku..
Ya..itulah bayangan anak anak jalanan yang sosoknya selalu dan selalu ada,
Menghantui benak dan pikiranku..
Di perempatan jalan itu..sosok sosok yang memang tak pernah absen..
Mereka seolah tak peduli dengan sengat sinar matahari yang terik..
Udara malam yang lembab dan dingin..
Mereka mengamen,mereka mengemis..
Sampai menjelang tengah malampun,
Beberapa di antaranya masih bermain di bundaran stopan itu..
Miris hatiku..remuk jiwaku sebagai seorang IBU..
Kemanakah orang tua mereka???
Mengapa melahirkan anak hanya untuk di buat menderita??
Belum saatnya mereka mencari uang..
Usia mereka adalah usia sekolah dan bermain..
Seharusnya mereka menikmati masa kanak kanaknya..
Dan bertumbuh kembang sesuai dengan usianya..
Mendapatkan apa yang menjadi haknya,salah satunya:UNTUK DILINDUNGI..
Ironis..di dekat perempatan jalan itu..ada sebuah papan besar..
Dengan tulisan Undang Undang perlindungan anak..lengkap dengan embel embelnya..
Tetapi justru di situlah.. begitu banyak anak anak di bawah usia berkeliaran di jalanan..
Adakah mereka atau orang tua mereka pernah membaca tulisan di papan itu??Entahlah..
Kalaupun ia..bagi mereka itu tak berarti..
Karena alasan kesulitan ekonomi akan menjadi tameng mereka,untuk pembenaran diri..
Ya..selama kesenjangan ekonomi dan kemiskinan tetap ada di negri ini..
Selama itu pula akan tetap ada anak anak jalanan..
Mereka adalah anak yang di eksploitasi orang tuanya..
Mereka adalah anak anak di bawah umur yang di pekerjakan oleh orang tua/orang dewasa..
Yang ongkang ongkangan di rumah..menunggu setoran
Menitik air mataku..tak mampu untuk membawa mereka dari lingkaran setan itu..
Di dalam setiap doaku..beruntai untai doa untuk mereka ku panjatkan..
Agar di beri kemudahan di hidup ini..
Agar terlepas bebas dari belenggu eksploitasi..
Agar mereka memiliki masa depan yang layak..
Agar mereka hidup di negri yang sungguh merdeka dari yang namanya kemiskinan..
Agar keturunan mereka tidak mengalami hal yang sama..harus menjadi anak jalanan pula..
SEMOGA...
Bandung,28 Januari 2011..
Langganan:
Postingan (Atom)