Tetap tenang dan mempercayai diri..
Ketika yang lain meragukan ..
Atau sekalipun di cela..namun tidak mencela....
Sekalipun di benci...namun tidak membenci..
Berpikir,tetapi tidak menjadikan pikiran sebagai tujuan..
Bermimpi tetapi tidak menjadikan mimpi sebagai tujuan..
Ketika bertemu dengan kemalangan dan kemenangan..
Perlakukanlah keduanya sama..
Dan..
Selalu ada waktu di hdup ini..bersuka..berduka..
Waktu untuk bekerja..
Waktu untuk berkata..
Waktu untuk berdiam..berdoa..merenung..
Mengisi setiap menit yang berlalu..
Dengan penuh makna..cinta dan kasih sayang..
Jadikan hari hari yang telah terlewati..
Dengan kenangan dan pembelajaran..
Hidup...bekerja dan bermimpi..
Masing masing ada rencana..
Kadang kita tertawa..kadang kita menangis..
Begitulah hari berlalu...
Jumat, 01 April 2011
Kamis, 31 Maret 2011
LAST TIME I SAW YOU...
Di sini..di sebuah Kapel tua ini dulu..
Kita berjumpa..
Kau keluar dari arah rumah sakit..
Dan aku dari Kapel tua di samping lorong itu..
Kau berhenti sejenak melempar pandang kearahku..
Dan tak ku hiraukan..
Aku tak berniat membalas pandanganmu..
Karena aku tidak tau siapa kamu..
Hari berlalu,suatu pagi kita bertemu lagi..
Di depan Kapel itu..
Lalu kau menyapaku..
Dan mengatakan bahwa kau sedang menunggu ayahmu yang sedang di rawat..
Kau bertanya padaku:"Kamu tinggal di mana dan kuliah di mana?"
Ku jawab sekena ku:"Aku kuliah di depan sana dan tinggal di belakang sana"
Sambil aku menunjuk kearah yang ku maksud..
Kau menjawab:"Perawat di sini ya"..ku jawab dengan acuh:"Mungkin"..
Ku lempar senyum sambil berlalu..
Dan kau mengikutiku..(dalam hatiku berkata:"nekad amat jadi orang").
Kau mengulurkan tanganmu..
Sambil berucap:"hai kenalkan,aku...(kau sebut namamu)
Ku sambut tak acuh..sambil menyebut namaku..
Dan kemudian kau mengulang nama ku..
Sambil berucap:"namanya unik"..
Dan aku suka...begitu ucapmu..
Kala itu tak sedikitpun kau mampir di benakku..padahal kau tampan..
Aku tetap acuh..
Besoknya kau seolah olah menungguku di depan kapel itu..
Sambil memainkan kunci mobilmu..
Kau berkilah sedang menunggu mama mu..
Padahal yang ku tahu beberapa waktu kemudian kau sengaja menungguku..
Untung untungan kalau ketemu..
Begitu ujarmu..
Singkat cerita..setelah sekian lama,kitapun menjalin relasi khusus..kau ulet..
Banyak hal lucu dan romantis yang kau lakukan..
Tak pernah kau lupa membelikan seikat mawar merah..
Yang selalu rutin ku trima seminggu dua kali..
Kaulah pria keturunan Arab Minang itu..
Cukup tinggi besar untukku yang bertinggi hanya 155 cm..
Kau yang selalu dengan senyum manismu..
Tak terlalu hitam,berhidung cukup mancung..
Hanya enam bulan kita menjalin hubungan khusus..
Dan aku perlahan menjauhimu,karena perbedaan keyakinan kita..
Walaupun orang tua mu tak keberatan dengan hubungan kita..
Asal kau tak pindah keyakinan saja..
Tapi orang tua ku pasti tak akan menyetujui hubungan kita..
Karenanya aku memutuskan hubungan kita..
Walaupun kita sudah sepakat untuk pada keyakinan masing masing..
Tapi orang tuaku pasti menentang..dan orang tuamu menyerahkan pada kita..
Aku tau orang tua mu sudah menyerah..
Karena abangmu juga menikah dengan orang yang beda keyakinan..
Tapi mereka baik baik saja..
Dan ketika kau memilihku,orang tua mu setuju setuju aja..
Tak pernah ku lupa..
Saat itu menjelang Paskah..
Kau menemaniku,ikut beribadah di gereja ku..
Mulai dari Kamis Putih,Jumat Agung..sampai misa malam Paskah..
Dan semua itu kau lakukan karena keikhlasanmu..
Untuk menerima perbedaan yang ada..
Dan katamu itu adalah tanda keseriusanmu pada ku..
Tanpa kau harus mengikuti keyakinanku..
Aku sangat menghargai itu..
Dan itu nilai lebih untukmu..
Maafkan aku..yang telah melukai hatimu..
Karena aku sangat menyayangi dan menghormati orang tuaku..
Tak mungkin aku meneruskan hubungan kita sebagai sepasang kekasih..
Berteman denganmu pun aku tak sanggup..
Aku tau betul bahwa kau sangat mencintaiku..
Begitu pula sebaliknya..
Setelah aku selalu menghindarimu..
Kau limbung..sampai harus melibatkan orang tuamu..
Kau jatuh sakit..
Dan ibu mu menyalahkan aku..yang menurutnya mempermainkanmu..
Dengan memelas aku mohon padamu..
Dan bicara di sisi pembaringanmu di rumah sakit itu..
Tolong relakan aku..
Tak mungkin aku meneruskan hubungan ini..
Kalau papa ku tau aku menjalin hubungan denganmu..
Bisa di pecat aku sebagai anak..
Aku mohon pengertian darimu..
Tapi kau bersikeras kita akan menghadapinya bersama sama..
Aku tetap tak bergeming..
Karena aku tau betul bagaimana watak papa ku..
Beliau bukan papa mu yang masih ada kata kompromi..
Jadi cukup sampai di sini hubungan kita..begitu kata ku kala itu..
Dan kau membuang mukamu..
Dengan ketus kau berkata bahwa aku gak punya nyali..
Ya..begitu jawabku..maafkan aku..
Dan aku berpesan padamu:"Segera selesaikan skripsimu,tunjukkan bahwa kamu laki laki yang kuat"
Setelah itu aku berlalu dari kamarmu..
Aku berpamit pada mama mu..
Seraya permohonan maaf ku sampaikan..
Ibu mu melepasku dengan berat..
Tak sampai setahun setelah hubungan kita berakhir..
Aku menikah dengan pria lain,ya..dia chines Padang..
Ketika itu banyak yang menduga aku menikah denganmu..
Karena tersebar di kalangan teman teman aku menikah dengan orang yang berasal dari Padang..
Dan tentu saja itu bukan dirimu..
Tiga tahun setelah pernikahanku..dan aku wanita beranak dua itu..
Ketemu lagi denganmu di sebuah apotik..
Kau terpana aku terpana...
Kau sendiri..aku dengan anak anakku dan suamiku..
Kaku..dan salah tingkah..itulah reaksi kita kala itu..
Lirih kau berujar..selamat ya..
Dan kau pun berlalu...
Tak di nyana tak di duga..
Tiga hari yang lalu kita berjumpa di sebuah supermarket..
Hampir aku tak mengenalimu..karena kau terlihat jauh lebih gemuk..tapi masih tampan..
Seorang anak perempuan,cantik dan lucu,menggandeng tanganmu..
Dan itu adalah putri bungsumu..
Begitu kau mengenalkannya padaku..
Ujarmu padaku:"Aku grogi banget ketemu kamu lagi,kamu tetap cantik dan tambah putih"
Ahh..bisa saja ujarku..basi ahh..dah tua nih..
Kita tak banyak bicara..
Karena aku juga sangat grogi..
Entah apa katamu..kalau kau tau kini aku telah sendiri..
Aku berbohong padamu mengenai statusku..
Aku hanya mengatakan bahwa anak anakku sudah bujang semua..
Bahkan sudah ada yang menyelesaikan kuliahnya..
Dan suamiku bekerja di Padang..
Maafkan aku tak memberimu nomor hp ku...
Aku tau kau add aku di facebook ku..
Aku baca pesanmu ke inboxku..
Bahwa kau masih mencintaiku..
Dan sulit untuk melupakan..
Maaf aku tak membalas pesanmu..
Maaf juga aku tak bisa confirm kamu..
Status kita berbeda..jalan kita berbeda..dan aku tak ingin merasuki rumah tanggamu..
Biarlah..semua telah berlalu..
Tak ada yang perlu di rajut lagi..
Tak ada yang perlu di ulang lagi..
Tak ada yang perlu di bahas lagi..
Biarlah semua jadi sejarah hidup kita..
Melalui sebait lagu ini..
Aku mengatakan padamu..
Will you remember me the way i remember you.
Will you be the same, last time i saw you, you are the sweetest.
Every moment with you, is the sweetest one..
Kita berjumpa..
Kau keluar dari arah rumah sakit..
Dan aku dari Kapel tua di samping lorong itu..
Kau berhenti sejenak melempar pandang kearahku..
Dan tak ku hiraukan..
Aku tak berniat membalas pandanganmu..
Karena aku tidak tau siapa kamu..
Hari berlalu,suatu pagi kita bertemu lagi..
Di depan Kapel itu..
Lalu kau menyapaku..
Dan mengatakan bahwa kau sedang menunggu ayahmu yang sedang di rawat..
Kau bertanya padaku:"Kamu tinggal di mana dan kuliah di mana?"
Ku jawab sekena ku:"Aku kuliah di depan sana dan tinggal di belakang sana"
Sambil aku menunjuk kearah yang ku maksud..
Kau menjawab:"Perawat di sini ya"..ku jawab dengan acuh:"Mungkin"..
Ku lempar senyum sambil berlalu..
Dan kau mengikutiku..(dalam hatiku berkata:"nekad amat jadi orang").
Kau mengulurkan tanganmu..
Sambil berucap:"hai kenalkan,aku...(kau sebut namamu)
Ku sambut tak acuh..sambil menyebut namaku..
Dan kemudian kau mengulang nama ku..
Sambil berucap:"namanya unik"..
Dan aku suka...begitu ucapmu..
Kala itu tak sedikitpun kau mampir di benakku..padahal kau tampan..
Aku tetap acuh..
Besoknya kau seolah olah menungguku di depan kapel itu..
Sambil memainkan kunci mobilmu..
Kau berkilah sedang menunggu mama mu..
Padahal yang ku tahu beberapa waktu kemudian kau sengaja menungguku..
Untung untungan kalau ketemu..
Begitu ujarmu..
Singkat cerita..setelah sekian lama,kitapun menjalin relasi khusus..kau ulet..
Banyak hal lucu dan romantis yang kau lakukan..
Tak pernah kau lupa membelikan seikat mawar merah..
Yang selalu rutin ku trima seminggu dua kali..
Kaulah pria keturunan Arab Minang itu..
Cukup tinggi besar untukku yang bertinggi hanya 155 cm..
Kau yang selalu dengan senyum manismu..
Tak terlalu hitam,berhidung cukup mancung..
Hanya enam bulan kita menjalin hubungan khusus..
Dan aku perlahan menjauhimu,karena perbedaan keyakinan kita..
Walaupun orang tua mu tak keberatan dengan hubungan kita..
Asal kau tak pindah keyakinan saja..
Tapi orang tua ku pasti tak akan menyetujui hubungan kita..
Karenanya aku memutuskan hubungan kita..
Walaupun kita sudah sepakat untuk pada keyakinan masing masing..
Tapi orang tuaku pasti menentang..dan orang tuamu menyerahkan pada kita..
Aku tau orang tua mu sudah menyerah..
Karena abangmu juga menikah dengan orang yang beda keyakinan..
Tapi mereka baik baik saja..
Dan ketika kau memilihku,orang tua mu setuju setuju aja..
Tak pernah ku lupa..
Saat itu menjelang Paskah..
Kau menemaniku,ikut beribadah di gereja ku..
Mulai dari Kamis Putih,Jumat Agung..sampai misa malam Paskah..
Dan semua itu kau lakukan karena keikhlasanmu..
Untuk menerima perbedaan yang ada..
Dan katamu itu adalah tanda keseriusanmu pada ku..
Tanpa kau harus mengikuti keyakinanku..
Aku sangat menghargai itu..
Dan itu nilai lebih untukmu..
Maafkan aku..yang telah melukai hatimu..
Karena aku sangat menyayangi dan menghormati orang tuaku..
Tak mungkin aku meneruskan hubungan kita sebagai sepasang kekasih..
Berteman denganmu pun aku tak sanggup..
Aku tau betul bahwa kau sangat mencintaiku..
Begitu pula sebaliknya..
Setelah aku selalu menghindarimu..
Kau limbung..sampai harus melibatkan orang tuamu..
Kau jatuh sakit..
Dan ibu mu menyalahkan aku..yang menurutnya mempermainkanmu..
Dengan memelas aku mohon padamu..
Dan bicara di sisi pembaringanmu di rumah sakit itu..
Tolong relakan aku..
Tak mungkin aku meneruskan hubungan ini..
Kalau papa ku tau aku menjalin hubungan denganmu..
Bisa di pecat aku sebagai anak..
Aku mohon pengertian darimu..
Tapi kau bersikeras kita akan menghadapinya bersama sama..
Aku tetap tak bergeming..
Karena aku tau betul bagaimana watak papa ku..
Beliau bukan papa mu yang masih ada kata kompromi..
Jadi cukup sampai di sini hubungan kita..begitu kata ku kala itu..
Dan kau membuang mukamu..
Dengan ketus kau berkata bahwa aku gak punya nyali..
Ya..begitu jawabku..maafkan aku..
Dan aku berpesan padamu:"Segera selesaikan skripsimu,tunjukkan bahwa kamu laki laki yang kuat"
Setelah itu aku berlalu dari kamarmu..
Aku berpamit pada mama mu..
Seraya permohonan maaf ku sampaikan..
Ibu mu melepasku dengan berat..
Tak sampai setahun setelah hubungan kita berakhir..
Aku menikah dengan pria lain,ya..dia chines Padang..
Ketika itu banyak yang menduga aku menikah denganmu..
Karena tersebar di kalangan teman teman aku menikah dengan orang yang berasal dari Padang..
Dan tentu saja itu bukan dirimu..
Tiga tahun setelah pernikahanku..dan aku wanita beranak dua itu..
Ketemu lagi denganmu di sebuah apotik..
Kau terpana aku terpana...
Kau sendiri..aku dengan anak anakku dan suamiku..
Kaku..dan salah tingkah..itulah reaksi kita kala itu..
Lirih kau berujar..selamat ya..
Dan kau pun berlalu...
Tak di nyana tak di duga..
Tiga hari yang lalu kita berjumpa di sebuah supermarket..
Hampir aku tak mengenalimu..karena kau terlihat jauh lebih gemuk..tapi masih tampan..
Seorang anak perempuan,cantik dan lucu,menggandeng tanganmu..
Dan itu adalah putri bungsumu..
Begitu kau mengenalkannya padaku..
Ujarmu padaku:"Aku grogi banget ketemu kamu lagi,kamu tetap cantik dan tambah putih"
Ahh..bisa saja ujarku..basi ahh..dah tua nih..
Kita tak banyak bicara..
Karena aku juga sangat grogi..
Entah apa katamu..kalau kau tau kini aku telah sendiri..
Aku berbohong padamu mengenai statusku..
Aku hanya mengatakan bahwa anak anakku sudah bujang semua..
Bahkan sudah ada yang menyelesaikan kuliahnya..
Dan suamiku bekerja di Padang..
Maafkan aku tak memberimu nomor hp ku...
Aku tau kau add aku di facebook ku..
Aku baca pesanmu ke inboxku..
Bahwa kau masih mencintaiku..
Dan sulit untuk melupakan..
Maaf aku tak membalas pesanmu..
Maaf juga aku tak bisa confirm kamu..
Status kita berbeda..jalan kita berbeda..dan aku tak ingin merasuki rumah tanggamu..
Biarlah..semua telah berlalu..
Tak ada yang perlu di rajut lagi..
Tak ada yang perlu di ulang lagi..
Tak ada yang perlu di bahas lagi..
Biarlah semua jadi sejarah hidup kita..
Melalui sebait lagu ini..
Aku mengatakan padamu..
Will you remember me the way i remember you.
Will you be the same, last time i saw you, you are the sweetest.
Every moment with you, is the sweetest one..
Rabu, 30 Maret 2011
BERSAMA DINGINNYA MALAM....
Semilir angin di malam ini..
Menemani temaramnya malam..
Di tingkahi oleh suara jangkrik..
Sesekali di sinari oleh kerlap kerlip kunang kunang..
Tak nampak bintang di langit nan luas...
Gelap gulita nun jauh di sana..
Beranjak menghantar larutnya malam..
Menina bobokan para penghuni bumi..
Udara dingin mulai menyergap..
Merasuki pori pori kulit..menyejukkan..
Hening..sunyi..menentramkan hati..
Membawa kepada suasana untuk introspeksi diri..
Jauh merasuk ke relung jiwa...
Kebesaran sang penguasa semesta..
Yang masih memberikan napas kehidupan..
Untuk merasakan dan menikmati karunianya sepanjang hari..
Bersimpuh aku di keremangan malam..
Merendahkan hati..menyucikan pikiran..
Perlahan memasuki suasana hening..
Menghantarkan komunikasi kepada yang Illahi..
Lebih jauh..dan lebih jauh..
Merasakan persekutuan yang dalam dengan Tuhan..
Tiada kata terucap dari bibir..
Yang ada hanya hati yang bicara..
Ku bersyukur akan kasih setia Tuhan..
Yang tak pernah habis di hidupku..
Seperti arus air yang selalu mengalir dan mengalir..
Tak pernah berhenti..
Malam semakin larut..
Semakin hening...sunyi..sepi..
Ku rebahkan badan..ku pejamkan mata..
Dan bersama dinginnya malam ku terlelap..
Menemani temaramnya malam..
Di tingkahi oleh suara jangkrik..
Sesekali di sinari oleh kerlap kerlip kunang kunang..
Tak nampak bintang di langit nan luas...
Gelap gulita nun jauh di sana..
Beranjak menghantar larutnya malam..
Menina bobokan para penghuni bumi..
Udara dingin mulai menyergap..
Merasuki pori pori kulit..menyejukkan..
Hening..sunyi..menentramkan hati..
Membawa kepada suasana untuk introspeksi diri..
Jauh merasuk ke relung jiwa...
Kebesaran sang penguasa semesta..
Yang masih memberikan napas kehidupan..
Untuk merasakan dan menikmati karunianya sepanjang hari..
Bersimpuh aku di keremangan malam..
Merendahkan hati..menyucikan pikiran..
Perlahan memasuki suasana hening..
Menghantarkan komunikasi kepada yang Illahi..
Lebih jauh..dan lebih jauh..
Merasakan persekutuan yang dalam dengan Tuhan..
Tiada kata terucap dari bibir..
Yang ada hanya hati yang bicara..
Ku bersyukur akan kasih setia Tuhan..
Yang tak pernah habis di hidupku..
Seperti arus air yang selalu mengalir dan mengalir..
Tak pernah berhenti..
Malam semakin larut..
Semakin hening...sunyi..sepi..
Ku rebahkan badan..ku pejamkan mata..
Dan bersama dinginnya malam ku terlelap..
ADA SENI UNTUK BERKATA KATA..
Adalah penting mengganggap lidah sebagai pelayan kita.Dan kita adalah tuannya.Lidah akan melakukan perintah kita.Lidah harus mengucapkan apa yang ingin kita ucapkan,dan bukannya berceloteh tak terkendali.Sayangnya,bagi kebanyakan dari kita,lidahlah yang menjadi tuannya dan kita menjadi budaknya.Kita terpaksa mendengar apa yang"ia"ucapakan atas nama kita dan tampaknya kita tak mampu menghentikan ocehan"nya".Jika kita tak mampu mengendalikan ucapan kita,maka yang terjadi adalah bencana.Perlu di ingat bahwa apa yang sudah terucap dan itu sudah terlanjur terdengar oleh orang lain,serta menyakitkan,adalah sulit untuk meralatnya kembali,sekalipun dengan permintaan maaf.
Sebagian orang bersumpah untuk diam setelah mengalami pengalaman buruk akibat kata kata yang salah.Mereka kemudian sungguh sungguh menjaga lidah mereka,agar kata kata yang salah tak meloncat keluar dari bibir.Namun jika kita hidup dalam masyarakat,bisakah kita bertahan diam selamanya?Kita tak bisa menghindari masalah dengan berbicara ataupun diam saja.
Ada sebuah kisah yang saya ambil dari salah satu buku,begini ceritanya:
Dahulu kala ada seorang bhiksu yang memiliki ajudan yang malas yang selalu bangun kesiangan.Suatu hari ia membangunkan anak itu dan menegurnya:'Engkau masih saja tidur!Kura kura saja sudah keluar dari empang berjemur di matahari."
Ketika itu,lewatlah seseorang yang sedang mencari kura kura untuk di buat obat bagi ibunya yang sedang sakit dan kebetulan ia mendengar ucapan bhiksu ini,lalu ia pergi ke empang.Dan benar saja,ia menemukan banyak kura kura yang sedang berjemur.Ia menangkap beberapa ekor,tanpa sepengetahuan bhiksu tadi.Kemudian ia pulang dan memasak sop kura kura untuk ibunya.Namun ia tak dapat melupakan bhiksu tadi.Dan sebagai ungkapan terima kasihnya kepada bhiksu,ia memberikan sebagian sop kura kura kepadanya dan menjelaskan bahwa berkat perkataan sang bhiksu ia bisa mendapatkan kura kura.Bhiksu itu kaget sekali mengetahui bahwa ucapannya telah menyebabkan matinya kura kura,lalu ia bersumpah untuk tidak berbicara lagi.
Beberapa waktu kemudian bhiksu ini sedang duduk di beranda Viharanya.Ia melihat seorang buta sedang berjalan menuju empang.Ia berniat menghentikan orang buta itu,tapi ia teringat sumpahnya.Waktu pikirannya masih bimbang tentang apa yang harus ia lakukan,orang buta itu tercebur ke dalam empang dan basah kuyup.
Kejadian ini tentu saja membuat bhiksu tidak enak hati,dan membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa hidup di dunia ini dengan berbicara atau diam saja.
Kita mesti menggunakan akal sehat untuk bisa bertahan hidup di dalam dunia ini dan berbicara atau diam pada saat yang tepat.Selalu ada waktu di hidup ini..Ada waktu untuk berduka,ada waktu untuk bersuka,ada waktu untuk berkata,ada waktu untuk berdiam.
Dan ada seni untuk berkata kata,yakni berbicara dengan lembut dan sopan,bukannya kasar dan kotor.Kita mesti belajar bicara pada waktu dan tempat yang tepat jika kita hendak menghindari konflik dan celaan.Pandai pandailah memilah milah,mana yang perlu di bicarakan mana yang tidak.Apalagi kalau itu merupakan pembunuhan karakter terhadap orang lain.Intinya janganlah doyan menggosipkan orang..lebih baik tengoklah ke dalam diri sendiri,benahi diri untuk menjadi lebih baik.
Jadi pikirkanlah baik baik setiap ucapan kita,semoga apa yang kita ucapkan senantiasa membawa kebaikan bagi orang lain.Karena ucapan adalah doa..
Sebagian orang bersumpah untuk diam setelah mengalami pengalaman buruk akibat kata kata yang salah.Mereka kemudian sungguh sungguh menjaga lidah mereka,agar kata kata yang salah tak meloncat keluar dari bibir.Namun jika kita hidup dalam masyarakat,bisakah kita bertahan diam selamanya?Kita tak bisa menghindari masalah dengan berbicara ataupun diam saja.
Ada sebuah kisah yang saya ambil dari salah satu buku,begini ceritanya:
Dahulu kala ada seorang bhiksu yang memiliki ajudan yang malas yang selalu bangun kesiangan.Suatu hari ia membangunkan anak itu dan menegurnya:'Engkau masih saja tidur!Kura kura saja sudah keluar dari empang berjemur di matahari."
Ketika itu,lewatlah seseorang yang sedang mencari kura kura untuk di buat obat bagi ibunya yang sedang sakit dan kebetulan ia mendengar ucapan bhiksu ini,lalu ia pergi ke empang.Dan benar saja,ia menemukan banyak kura kura yang sedang berjemur.Ia menangkap beberapa ekor,tanpa sepengetahuan bhiksu tadi.Kemudian ia pulang dan memasak sop kura kura untuk ibunya.Namun ia tak dapat melupakan bhiksu tadi.Dan sebagai ungkapan terima kasihnya kepada bhiksu,ia memberikan sebagian sop kura kura kepadanya dan menjelaskan bahwa berkat perkataan sang bhiksu ia bisa mendapatkan kura kura.Bhiksu itu kaget sekali mengetahui bahwa ucapannya telah menyebabkan matinya kura kura,lalu ia bersumpah untuk tidak berbicara lagi.
Beberapa waktu kemudian bhiksu ini sedang duduk di beranda Viharanya.Ia melihat seorang buta sedang berjalan menuju empang.Ia berniat menghentikan orang buta itu,tapi ia teringat sumpahnya.Waktu pikirannya masih bimbang tentang apa yang harus ia lakukan,orang buta itu tercebur ke dalam empang dan basah kuyup.
Kejadian ini tentu saja membuat bhiksu tidak enak hati,dan membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa hidup di dunia ini dengan berbicara atau diam saja.
Kita mesti menggunakan akal sehat untuk bisa bertahan hidup di dalam dunia ini dan berbicara atau diam pada saat yang tepat.Selalu ada waktu di hidup ini..Ada waktu untuk berduka,ada waktu untuk bersuka,ada waktu untuk berkata,ada waktu untuk berdiam.
Dan ada seni untuk berkata kata,yakni berbicara dengan lembut dan sopan,bukannya kasar dan kotor.Kita mesti belajar bicara pada waktu dan tempat yang tepat jika kita hendak menghindari konflik dan celaan.Pandai pandailah memilah milah,mana yang perlu di bicarakan mana yang tidak.Apalagi kalau itu merupakan pembunuhan karakter terhadap orang lain.Intinya janganlah doyan menggosipkan orang..lebih baik tengoklah ke dalam diri sendiri,benahi diri untuk menjadi lebih baik.
Jadi pikirkanlah baik baik setiap ucapan kita,semoga apa yang kita ucapkan senantiasa membawa kebaikan bagi orang lain.Karena ucapan adalah doa..
Selasa, 29 Maret 2011
BIARLAH SEMUA SEPERTI AIR MENGALIR..
Suatu ketika putra bungsuku,mengatakan bahwa dia memikirkan:
Siapakah yang akan menemaniku di hari tuaku..?
Jangankan di hari tua..sebentar lagi putra sulungku akan meniti karier..
Entah di kota mana?Dan si bungsuku tahun depan akan slesai dengan program sarjana nya..
Pasti akan bekerja juga..itupun entah di kota mana..
Bahkan mungkin mereka bisa saja bekerja di luar negeri..
Dan tak mungkinlah aku mengikuti mereka..
Kecuali kalau mereka menghendaki dan keadaan memungkinkan..
Bagiku adalah tak pantas aku mengatur hidup anak anakku..
Apalagi kalau kelak mereka sudah berkeluarga..
Sudah sepantasnyalah mereka membagi perhatian,kasih dan cintanya pada wanita lain,selain aku..
Aku akan slalu ada untuk anak anakku dalam keadaan apapun,jika mereka butuh aku..
Suatu masa kelak..jikapun ragaku tak di dunia lagi..
Aku akan tetap mendampingi anak anakku,dengan alam yang berbeda..
Aku tak ingin menghalangi masa depan anak anakku dengan mencemaskan kesendirianku..
Aku tak ingin anak anakku mencemaskan masa tuaku..
Aku meyakinkan pada kedua putraku..
Bahwa kalau Tuhan menghendaki..pasti akan ada yang mendampingiku sebagai seorang suami..
Tetapi itu pun juga bukanlah jaminan bahwa di hari tua ku kelak aku tak akan sendiri..
Tidak ada yang pernah tahu batas umur manusia..
Orang yang punya pasanganpun suatu saat pasti akan terpisah oleh kematian..
Entah siapa yang duluan pergi..suami kah atau istri..
Semuanya misteri Illahi..
Itulah yang aku katakan pada anak anakku..
Jadi..tidak perlu mencemaskan keadaanku..ibu mereka..
Aku akan baik baik saja..yang terpenting bagiku..anak anakku bahagia lahir batin..
Dan aku hanya berpesan pada kedua putraku:
Jika suatu saat,aku sudah tak sanggup lagi untuk melakukan aktifitas..
Masukkan saja aku ke Panti Jompo..
Aku yakinkan pada anak anakku,bahwa itu akan jauh lebih baik secara fisik dan psikis..
Dan Panti Jompo bukanlah tempat"pembuangan"untuk orang orang tua
Jadi..tak perlu merasa bersalah..
Toh masih tetap bisa bertemu,dengan kunjungan anak anak..
Dan di tahun ini usiaku genap 44 tahun..
Sudah cukup "berumur"..
Secara pribadi aku merasa semakin matang dan dewasa...
Aku tetap enjoy dan semangat dalam menjalani kehidupanku..
Sekalipun dalam segala keterbatasanku sebagai seorang single parent untuk kedua putraku..
Kebahagiaan sangat terasa,ketika putra sulungku bisa menyelesaikan studi sarjana nya..
Terasa baru"kemarin"mengantarkannya ke sebuah Kelompok Bermain,Taman kanak kanak...
Tak terasa bulan depan si sulung wisuda sarjana..
Dan saat ini dia sibuk mengirimkan email untuk lamaran kerjanya..
Ahhhhh...masih rasanya aku tak percaya..
Kalau dia sudah akan memasuki dunia kerja..(thanks God)
Dan inilah awal proses kehidupan selanjutnya dari si sulungku..(sukses slalu untuk mu nak)
Dan ketika nanti anak anakku harus meninggalkan aku karena pekerjaan dan masa depan mereka..
Akupun tak perlu merasa cemas akan kesendirianku..
Banyak hal positif yang bisa aku lakukan untuk mengisi hari hari ku..
Sebagai seorang ibu,ku akui berat harus berpisah dengan anak anakku..
Namun aku harus rela melepas demi masa depan mereka..
Aku masih bisa bolak balik mengunjungi mereka..
Itulah yang selayaknya harus ku lakukan..
Soal seorang pendamping,bukanlah prioritas utamaku..
Tak ku cemaskan..biarlah Tuhan yang atur..
Tak ingin aku sesumbar,bahwa aku tak akan menikah lagi..
Atau bahkan tak membutuhkan siapapun..
Aku tetap makhluk sosial..
Tetapi aku akan selalu berhati hati..
Dan tentu akan memutuskan segala sesuatu dengan penuh pertimbangan..
Dan biarlah semua seperti air mengalir...
Aku tetap akan membuka hatiku untuk hal hal yang terbaik..
Dan biarlah Tuhan menjadikan semua indah pada waktu_Nya.
Siapakah yang akan menemaniku di hari tuaku..?
Jangankan di hari tua..sebentar lagi putra sulungku akan meniti karier..
Entah di kota mana?Dan si bungsuku tahun depan akan slesai dengan program sarjana nya..
Pasti akan bekerja juga..itupun entah di kota mana..
Bahkan mungkin mereka bisa saja bekerja di luar negeri..
Dan tak mungkinlah aku mengikuti mereka..
Kecuali kalau mereka menghendaki dan keadaan memungkinkan..
Bagiku adalah tak pantas aku mengatur hidup anak anakku..
Apalagi kalau kelak mereka sudah berkeluarga..
Sudah sepantasnyalah mereka membagi perhatian,kasih dan cintanya pada wanita lain,selain aku..
Aku akan slalu ada untuk anak anakku dalam keadaan apapun,jika mereka butuh aku..
Suatu masa kelak..jikapun ragaku tak di dunia lagi..
Aku akan tetap mendampingi anak anakku,dengan alam yang berbeda..
Aku tak ingin menghalangi masa depan anak anakku dengan mencemaskan kesendirianku..
Aku tak ingin anak anakku mencemaskan masa tuaku..
Aku meyakinkan pada kedua putraku..
Bahwa kalau Tuhan menghendaki..pasti akan ada yang mendampingiku sebagai seorang suami..
Tetapi itu pun juga bukanlah jaminan bahwa di hari tua ku kelak aku tak akan sendiri..
Tidak ada yang pernah tahu batas umur manusia..
Orang yang punya pasanganpun suatu saat pasti akan terpisah oleh kematian..
Entah siapa yang duluan pergi..suami kah atau istri..
Semuanya misteri Illahi..
Itulah yang aku katakan pada anak anakku..
Jadi..tidak perlu mencemaskan keadaanku..ibu mereka..
Aku akan baik baik saja..yang terpenting bagiku..anak anakku bahagia lahir batin..
Dan aku hanya berpesan pada kedua putraku:
Jika suatu saat,aku sudah tak sanggup lagi untuk melakukan aktifitas..
Masukkan saja aku ke Panti Jompo..
Aku yakinkan pada anak anakku,bahwa itu akan jauh lebih baik secara fisik dan psikis..
Dan Panti Jompo bukanlah tempat"pembuangan"untuk orang orang tua
Jadi..tak perlu merasa bersalah..
Toh masih tetap bisa bertemu,dengan kunjungan anak anak..
Dan di tahun ini usiaku genap 44 tahun..
Sudah cukup "berumur"..
Secara pribadi aku merasa semakin matang dan dewasa...
Aku tetap enjoy dan semangat dalam menjalani kehidupanku..
Sekalipun dalam segala keterbatasanku sebagai seorang single parent untuk kedua putraku..
Kebahagiaan sangat terasa,ketika putra sulungku bisa menyelesaikan studi sarjana nya..
Terasa baru"kemarin"mengantarkannya ke sebuah Kelompok Bermain,Taman kanak kanak...
Tak terasa bulan depan si sulung wisuda sarjana..
Dan saat ini dia sibuk mengirimkan email untuk lamaran kerjanya..
Ahhhhh...masih rasanya aku tak percaya..
Kalau dia sudah akan memasuki dunia kerja..(thanks God)
Dan inilah awal proses kehidupan selanjutnya dari si sulungku..(sukses slalu untuk mu nak)
Dan ketika nanti anak anakku harus meninggalkan aku karena pekerjaan dan masa depan mereka..
Akupun tak perlu merasa cemas akan kesendirianku..
Banyak hal positif yang bisa aku lakukan untuk mengisi hari hari ku..
Sebagai seorang ibu,ku akui berat harus berpisah dengan anak anakku..
Namun aku harus rela melepas demi masa depan mereka..
Aku masih bisa bolak balik mengunjungi mereka..
Itulah yang selayaknya harus ku lakukan..
Soal seorang pendamping,bukanlah prioritas utamaku..
Tak ku cemaskan..biarlah Tuhan yang atur..
Tak ingin aku sesumbar,bahwa aku tak akan menikah lagi..
Atau bahkan tak membutuhkan siapapun..
Aku tetap makhluk sosial..
Tetapi aku akan selalu berhati hati..
Dan tentu akan memutuskan segala sesuatu dengan penuh pertimbangan..
Dan biarlah semua seperti air mengalir...
Aku tetap akan membuka hatiku untuk hal hal yang terbaik..
Dan biarlah Tuhan menjadikan semua indah pada waktu_Nya.
Senin, 28 Maret 2011
SEIRING WAKTU BERJALAN..
Masa muda bagaikan kembang..
Seiring waktu berjalan..usia bertambah..
Masa senja suatu saat akan tiba....
Kita akan menua..seiring dengan perjalanan hidup yang menyertai...
Berbagai hal kita lalui..semua begitu cepat..
Laksana api menjalar..
Melalui padang,bahkan mungkin semak berduri..
Tiba tiba ada di depan mata kita..
Lahir dan mati..seperti matahari yang terbit dan terbenam..
Datang dan pergi..
Tangis dan tawa,silih berganti..
Tahukah kita..bahwa kekuatan dan kesehatan akan meninggalkan kita suatu kala..?
Kematian laksana lampu minyak yang kering...
Meredup dan meredup setelah kedipan terakhir..
Di dunia ini tiada yang kekal..
Tidak ada!sadarilah!
Ketika kuat dan sehat..
Tak pernah terpikirkan penyakit bakal datang..
Bisa muncul bagaikan halilintar..
Penyakit,usia tua dan kematian..
Selalu bertemu seperti tangan dan mulut..
Kepahitan hidup datang silih berganti..
Seperti gelombang sahut menyahut..
Satu baru berlalu yang satu datang menggantikan..
Sakit dan nikmat datang dan pergi bergantian..
Seperti orang lalu lalang berpapasan di jalan...
Terkadang kesenangan dan kenikmatan..datang menyertai..
Kalau tak pandai mengendalikan diri..
Bisa seperti mandi di matahari..
Juga sementara,seperti badai salju..
Datang tanpa isyarat..
Saatnya siapkan hati..
Introspeksi diri..
Berdamai dengan diri sendiri.supaya bisa membuka pintu maaf..
Kepada siapapun yang pernah melukai hati..
Lakukanlah yang terbaik untuk orang orang yang kita kasihi..
Selama kita masih bersama mereka..
Seiring waktu berjalan..usia bertambah..
Masa senja suatu saat akan tiba....
Kita akan menua..seiring dengan perjalanan hidup yang menyertai...
Berbagai hal kita lalui..semua begitu cepat..
Laksana api menjalar..
Melalui padang,bahkan mungkin semak berduri..
Tiba tiba ada di depan mata kita..
Lahir dan mati..seperti matahari yang terbit dan terbenam..
Datang dan pergi..
Tangis dan tawa,silih berganti..
Tahukah kita..bahwa kekuatan dan kesehatan akan meninggalkan kita suatu kala..?
Kematian laksana lampu minyak yang kering...
Meredup dan meredup setelah kedipan terakhir..
Di dunia ini tiada yang kekal..
Tidak ada!sadarilah!
Ketika kuat dan sehat..
Tak pernah terpikirkan penyakit bakal datang..
Bisa muncul bagaikan halilintar..
Penyakit,usia tua dan kematian..
Selalu bertemu seperti tangan dan mulut..
Kepahitan hidup datang silih berganti..
Seperti gelombang sahut menyahut..
Satu baru berlalu yang satu datang menggantikan..
Sakit dan nikmat datang dan pergi bergantian..
Seperti orang lalu lalang berpapasan di jalan...
Terkadang kesenangan dan kenikmatan..datang menyertai..
Kalau tak pandai mengendalikan diri..
Bisa seperti mandi di matahari..
Juga sementara,seperti badai salju..
Datang tanpa isyarat..
Saatnya siapkan hati..
Introspeksi diri..
Berdamai dengan diri sendiri.supaya bisa membuka pintu maaf..
Kepada siapapun yang pernah melukai hati..
Lakukanlah yang terbaik untuk orang orang yang kita kasihi..
Selama kita masih bersama mereka..
Sabtu, 12 Maret 2011
KETIKA...
Ketika..
Ku bersujud dikaki_MU..
Menikmati kehadiran_MU.
Kau berkata bahwa...
Kau cintaku,dengan kasih_MU yang sempurna..
Ketika..
Dengan segala kerendahan hati..
Aku menghadap pada_MU..
Bertelut lututku..bersimpuh dihadapan_MU..
Dari mulutku terucap:"Tak layak dan tak pantas aku datang pada_MU"
Namun layakkanlah aku..
Dengan segala kekuranganku..
Aku mohon ampun atas segala dosaku..
Baik yang aku perbuat disengaja maupun tidak..
Yang telah menyakiti hati_MU,juga anak-anakku,orang tuaku dan sesamaku..
Aku tahu tangan_MU akan selalu terbuka..
Pintu maaf_MU tak pernah tertutup..
Engkau akan menuntunku kepada jalan terang dan damai...
Asal ku letakkan setiap harapanku pada_MU..
Dan aku ingin lebih dekat kehadirat_MU..
Lebih dekat..lebih dalam bersekutu dengan_MU..
Masuk ke dalam hadirat_MU..
Sucikan hati..ku sisakan di relung hatiku yang terdalam..
Untuk mohon maaf dan memaafkan..
Untuk minta ampun dan mengampuni..
Ketika...
Aku merasakan urapan kasih pengampunan_MU..
Merasakan berkat_MU di hidupku..
Mengalir lembut di relung sanubariku..
Menyentuh ke dalam dasar hati..
Mengingatkan..betapa hanya kasih_MU lah yang bisa ku andalkan..
Melalui anak anakku,keluarga,sahabat dan sesamaku..kasih_MU menjadi nyata..
Mengalr..mengalir dan mengalir..
Ketika..
Jarum jam kehidupan terus bergerak dan berputar..
Tahun,bulan.minggu,hari,jam,menit.detik terus bergulir..
Begitu banyak peristiwa hidup yang terus terjadi..
Canda,tawa,tangis silih berganti..
Dan ketika ku sadari..
Hidup ini hanya sementara..
Ku datang tak membawa apapun..
Dan saat aku kembali keharibaan_MU..
Akupun tak membawa apa apa..
Selain hati sebagai hamba..
Dan yang akan ku titipkan di dunia ini adalah kedua buah hatiku..
Anugrah yang Kau berikan di hidupku..
Proses penciptaan yang pernah Kau tumbuhkan di rahimku..
Kemudian aku lahirkan..aku besarkan...
Aku berikan yang terbaik untuk buah hatiku..
Walaupun mungkin aku bukan ibu yang sempurna..
Tapi aku berusaha membenahi diri..tuk lakukan yang terbaik bagi mereka..
Dan sampai memutih rambutku..
Ajarku tuk tetap bersyukur..
Buat segala yang boleh terjadi dihidupku..
Dan bawa aku ketempat kediaman_MU..
Lebih dekat ke dalam kasih_MU..
Dan tak ada yang dapat memisahkan aku dari kasih_MU.
Ketika..
Kelak masa hidupku harus Kau ambil..
Aku mohon pada_MU..
Tuntun dan jagalah buah hatiku..
Jika mereka menghadapi masalah..
Bantu agar mereka tidak gampang menyerah atau putus asa..
Melainkan selalu bersandar pada_MU..
Jadikanlah mereka kuat..
Tuk mengarungi arus hidup yang semakin deras..
Dan oleh kuasa_MU..kedua buah hatiku beroleh kebahagiaan yang sempurna..
Dan mereka akan menjadi berkat bagi sesama..Amin..
Ketika....
Aku menyerahkan kepada_MU..
Seluruh penyertaan hidupku,hidup anak anakku ke dalam tangan_MU..
Rasa tenang hati ini..
Damai menyusup dan merasuk di jiwaku..
Dan..
Di saat ini tak habis aku mengucap syukur..
Atas napas kehidupan yang masih aku hirup..
Penyertaan dan kasih_MU sempurna di hidupku..
Ku bersujud dikaki_MU..
Menikmati kehadiran_MU.
Kau berkata bahwa...
Kau cintaku,dengan kasih_MU yang sempurna..
Ketika..
Dengan segala kerendahan hati..
Aku menghadap pada_MU..
Bertelut lututku..bersimpuh dihadapan_MU..
Dari mulutku terucap:"Tak layak dan tak pantas aku datang pada_MU"
Namun layakkanlah aku..
Dengan segala kekuranganku..
Aku mohon ampun atas segala dosaku..
Baik yang aku perbuat disengaja maupun tidak..
Yang telah menyakiti hati_MU,juga anak-anakku,orang tuaku dan sesamaku..
Aku tahu tangan_MU akan selalu terbuka..
Pintu maaf_MU tak pernah tertutup..
Engkau akan menuntunku kepada jalan terang dan damai...
Asal ku letakkan setiap harapanku pada_MU..
Dan aku ingin lebih dekat kehadirat_MU..
Lebih dekat..lebih dalam bersekutu dengan_MU..
Masuk ke dalam hadirat_MU..
Sucikan hati..ku sisakan di relung hatiku yang terdalam..
Untuk mohon maaf dan memaafkan..
Untuk minta ampun dan mengampuni..
Ketika...
Aku merasakan urapan kasih pengampunan_MU..
Merasakan berkat_MU di hidupku..
Mengalir lembut di relung sanubariku..
Menyentuh ke dalam dasar hati..
Mengingatkan..betapa hanya kasih_MU lah yang bisa ku andalkan..
Melalui anak anakku,keluarga,sahabat dan sesamaku..kasih_MU menjadi nyata..
Mengalr..mengalir dan mengalir..
Ketika..
Jarum jam kehidupan terus bergerak dan berputar..
Tahun,bulan.minggu,hari,jam,menit.detik terus bergulir..
Begitu banyak peristiwa hidup yang terus terjadi..
Canda,tawa,tangis silih berganti..
Dan ketika ku sadari..
Hidup ini hanya sementara..
Ku datang tak membawa apapun..
Dan saat aku kembali keharibaan_MU..
Akupun tak membawa apa apa..
Selain hati sebagai hamba..
Dan yang akan ku titipkan di dunia ini adalah kedua buah hatiku..
Anugrah yang Kau berikan di hidupku..
Proses penciptaan yang pernah Kau tumbuhkan di rahimku..
Kemudian aku lahirkan..aku besarkan...
Aku berikan yang terbaik untuk buah hatiku..
Walaupun mungkin aku bukan ibu yang sempurna..
Tapi aku berusaha membenahi diri..tuk lakukan yang terbaik bagi mereka..
Dan sampai memutih rambutku..
Ajarku tuk tetap bersyukur..
Buat segala yang boleh terjadi dihidupku..
Dan bawa aku ketempat kediaman_MU..
Lebih dekat ke dalam kasih_MU..
Dan tak ada yang dapat memisahkan aku dari kasih_MU.
Ketika..
Kelak masa hidupku harus Kau ambil..
Aku mohon pada_MU..
Tuntun dan jagalah buah hatiku..
Jika mereka menghadapi masalah..
Bantu agar mereka tidak gampang menyerah atau putus asa..
Melainkan selalu bersandar pada_MU..
Jadikanlah mereka kuat..
Tuk mengarungi arus hidup yang semakin deras..
Dan oleh kuasa_MU..kedua buah hatiku beroleh kebahagiaan yang sempurna..
Dan mereka akan menjadi berkat bagi sesama..Amin..
Ketika....
Aku menyerahkan kepada_MU..
Seluruh penyertaan hidupku,hidup anak anakku ke dalam tangan_MU..
Rasa tenang hati ini..
Damai menyusup dan merasuk di jiwaku..
Dan..
Di saat ini tak habis aku mengucap syukur..
Atas napas kehidupan yang masih aku hirup..
Penyertaan dan kasih_MU sempurna di hidupku..
Langganan:
Postingan (Atom)