Selasa, 08 November 2011

Di sudut Kamar Ini...

Di sini...di sudut kamarku ini.

Kalau tidak ada kegiatan di luar rumah.

Aku duduk manis di atas kursi hijau itu..

Jari jemariku menari dengan lincah di atas keyboard...

Di temani dengan buku- buku yang menjadi acuan untuk menulis..

Terusku mencari inspirasi..diiringi musik yang lembut..

Terkadang sambil aku memangku boneka orang utan kesayanganku..

Ideku pun mengalir lancar..

Sesekali aku minum dan ngemil.

Dan melempar pandangan pada potret kedua putraku, di kiri dan kanan meja komputerku..

Kalau mulai jenuh menulis ku buka facebook sebentar..

Hanya untuk bermain farmVille dan menulis status..

Terkadang aku senyum atau tertawa ngakak, membaca status teman yang lucu...

Browsing berita adalah rutinitasku..

Sangat jarang ku menonton siaran televisi, kecuali malam, kalau ada komedi..

Dan pagi ini..Setelah rutinitas rumah tangga selesai..

Kegiatan di luar rumah hari ini pun tidak ada..

Akupun kembali duduk manis di pojok kamarku..

Kembali aku ke facebook..

Sekedar menulis status dan menulis di notes..

Hanya sebagai catatanku saja..

Inilah aku dengan kegiatanku yang mungkin buat orang lain gak penting..

Tapi buatku ini penting ku baca ketika aku menua nanti..dan pikun mungkin???(semoga tidak)

Kembali aku melanjutkan menulis..log out dari facebook..

Berharap bahwa suatu saat tulisanku, dongeng-dongengku, catatan- catatanku bisa bermanfaat untuk siapapun yang membacanya

Bimbie Dengan Kisahnya...


Haiiiiiiii semuanya...., namaku Bimbie...aku domba kecil yang lucu, baik hati, tidak sombong, suka menolong, periang, imut dan centil. Aku juga cantikkan? hihihiiiiii..( ihh..si Bimbie lebay ah:)

Kemarinkan Hari Raya Idul Adha ya, nah aku tuh termasuk domba yang beruntung tidak disembelih. Di pikir- pikir, napa ya aku gak masuk salah satu domba yang akan disembelih? Hmmm...apa karena aku lucu, imut, periang dan cantik??? Bisa jadi....( Bimbie geer ah..:)

Teman-teman tau gak sih, kalau aku tuh dah deg-degan dan bertanya dalam hati, apakah tahun ini aku termasuk domba yang akan jadi kurban? Alhamdullilah...ternyata waktuku belum tiba. Senangnya hatiku...mbekkkkk..

Ngomong- ngomong, di lain pihak aku juga sedih lho, habisnya sih beberapa teman mainku dan sering merumput bareng aku termasuk yang disembelih. Hikzhikzhikz..sedih nih..! Tapi setelah aku renungkan, aku ikhlas koq. Kaum kami inikan memang sudah ditakdirkan untuk jadi hewan kurban. Yah, terima nasib aja deh! Lagiankan manusia juga bisa memperbaiki gizinya dengan mengkonsumsi daging kami, apalagi bagi sebagian orang yang gak mampu secara ekonomi.

Walaupun hatiku galau memikirkan teman-temanku, sesama hewan kurban, tetapi aku tetap bersyukur dan selalu mensyukuri hidupku. Dan aku selalu membenahi hidupku untuk jadi jauh lebih baik dan menyadari bahwa semua makhluk yang bernyawa akan meninggal juga, Tiada yang abadi. Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk memanfaatkan sisa-sisa hidupku sebaik mungkin dan untuk kebaikan...

Akupun berlari riang, menuruni bukit, menaiki lembah, menuju padang rumput yang hijau sambil tertawa lepas...Hahahahaaaaaa...mbekkkkk....cihuy.....mbekkkkk.....

Demikianlah balada si Bimbie, kisah domba kecil yang imut dan lucu...Dan aku ( Sabina) menulis kisah ini terinspirasi dari gambar yang ku ambil dari internet. Terima kasih ya untuk sipembuat gambar. Kreatif deh..Aku suka.

Selamat Idul Adha 1432 H, untuk semua yang merayakanny

Selasa, 25 Oktober 2011

Dalam Hening Aku Mengenang Dan Merindukan Bapak..( Lima Tahun Sudah Berlalu )

Hari itu adalah hari Minggu, tepatnya tgl 26 oktober 2006 silam, lima tahun sudah berlalu. Dan hari ini tepat tgl 26 Oktober 2011, kembali aku mengenang hari duka dikeluarga besar kami. Bapakku yang sangat kami putra/i nya kasihi dipanggil menghadap YANG MAHA KUASA, kurang lebih jam 3 sore di rumah kediaman beliau di Pontianak. Bapak meninggal dalam usia 82 tahun. Pagi harinya kurang lebih jam 10 pagi aku masih sempat menelpon Bapak..seperti biasa Bapak amat senang kalau diajak berdoa, dengan suara terbata-bata karena stroke..bapak mengikutiku saat berdoa, kemudian kami berbincang-bincang, Bapak menanyakan sudah ke gereja belum, menanyakan cucunya juga..dan seperti biasa beliau slalu bertanya..kapan mami Evan (maksudnya aku) pulang ke Pontianak? lalu ku jawab: Desember aku usahakan pulang. Kukatakan juga pada Bapak..bahwa adikku akan pulang 2hari lagi, karena saat itu bertepatan dengan libur lebaran, ku bilang juga pada bapak, kalau aku menitipkan 6 helai baju kaos putih kesenangan Bapak, dengan harunya beliau mengucapkan trima kasih dan gak usah repot-repot..Itulah kebiasaan yang Beliau ucapkan saat menerima pemberian anak-anaknya.

Tak pernah terpikirkan kalau pagi itu adalah pembicaraan terakhirku dengan Bapak..Sekitar jam 15.30, aku ditelpon adikku dari Pontianak, mengabarkan kalau Bapak telah berpulang kepangkuan Bapa di surga. Bagai disambar petir rasanya..shock...gak percaya..aku sempat histeris..sampai anak-anakku harus menenangkan aku..Yang terpikir di benakku bagaimana caranya mendapatkan tiket pesawat untuk segera pulang, dan hari itu adalah hari Minggu. Kemudian aku dan adikku..memutuskan membeli langsung di bandara..yang terjadi?? kami hanya dapat 1 tiket untuk penerbangan hari senin...aku mengalah adikku pulang duluan..dan aku mendapat tiket untuk hari Selasa, penerbangan jam 06.30.Aku menunggu di bandara dengan perasaan yang teramat sedih..saat itu situasi bandara sangat ramai, karena banyak yang mudik lebaran. Waktu berlalu..pesawat tak kunjung berangkat..kemudian terdengar pengumuman kalau pesawat didelay. karena jarak pandang yang sangat terbatas yang disebabkan oleh kabut asap.Sedih banget hati ini..air mata tak kunjung henti mengalir..apalagi hp ku tiada henti berdering..dengan isak tangis aku jawab setiap telpon yg masuk..dan "memancing" orang untuk menoleh kearahku. Dan banyak penumpang lain di ruang tunggu yang amat simpati padaku. Mereka menghiburku dan menawarkan bantuan. Sampai sore pesawat tak kunjung berangkat. Malam menjelang..berlalu..dengan kondisi fisik psikis yang amat lelah aku tak berdaya..antara tertidur dan tidak di ruang tunggu bandara. Pagi pun tiba...pesawat tetap gak bisa berangkat, ditunggu sampai sore, masih dengan kondisi yang sama.Dengan terisak aku bertanya pada petugas bandara..jawaban mereka masih sama.Tidak akan ada penerbangan ke Pontianak hari ini karena jarak pandang yang sangat terbatas. Petugas menyarankan aku untuk pulang ke rumah dan menukarkan tiket. Kebetulan ada rombongan dari pemda kabupaten Sanggau, mereka menawarkan untuk bersama-sama dengan mereka sampai penerbangan normal kembali..aku pasrah saja dan aku iyakan.Hari ke 3, penerbangan dibuka kembali, dan setibanya di Pontianak yang kulihat hanyalah pusara Bapak..betul-betul hancur hatiku.Prosesi pemakaman hanya bisa ku saksikan melalui DVD...Selamat jalan Bapak, maafkan aku..itulah yang terucap dari bibirku..kala itu..

Singkat kata singkat cerita...karena kabut asap durjana itu yang disebabkan oleh pembakaran hutan secara liar, kepulanganku untuk melihat Bapak yang terakhir kalipun tak bisa! Diputuskan oleh keluarga untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku dan saudara-saudaraku meminta aku merelakan kepergian Bapak..sekaligus minta ijin untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku ,karena sudah hari ketiga beliau berpulang. Dan dari ke 12 anaknya, akulah yang tidak hadir saat pemakaman beliau. Betul-betul sedih, kecewa, entah apalagi! Sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pagi tadi aku bangun dalam kondisi kesehatan yang memang sedang dalam pemulihan. Dalam doaku aku menangis. Bukan tak mengikhlaskan kepergian Bapak, tapi aku mengenang masa-masa kebersamaan dengan beliau. Bapaklah dulu yang banyak mengurus sekolahku, sampai aku memutuskan untuk meneruskan studi di Bandung. Beliau berusaha membagi waktu disela-sela kesibukan bisnisnya. Ketika Mama lebih duluan meninggal, Bapak sempat ikut aku dan keluargaku di Padang. Kenangan manis ketika aku membawa Bapak jalan-jalan keluar kota Padang, dan beliau mengagumi caraku menyetir di jalan yang berkelok-kelok dan sempit. Tahun 2003 ketika aku dan anak anakku kembali ke Bandung ( setelah mahligai rumah tanggaku hancur), Bapak sempat tinggal bersamaku sampai akhir tahun tiba, dan hampir setiap hari beliau ikut aku ke tempat kerjaku. Ketika anak-anakku pulang sekolah beliaupun kuantar pulang. Banyak kenangan-kenangan indah yang terpatri manis diingatanku, dan itu semua takkan pernah lekang dimakan waktu.

Sebelum berangkat kuliah tadi putra bungsuku, memintaku untuk tidak menangis lagi, dan aku jawab:" Mommy will not cry anymore, but mommy miss and remember ur grandfather "

Bapak, dalam istirahatmu yang damai, bawalah seluruh cinta dan terima kasih kami anak-anakmu yang sangat dalam atas segala perhatian dan kasih sayangmu pada kami anak- anakmu. TUHAN MEMILIKIMU DAN KAMI AKAN AKAN SELALU MEMILIKIMU DI HATI KAMI..CINTA DAN SAYANG KAMI UNTUKMU, TAKKAN PERNAH PUDAR.

Selasa, 20 September 2011

Melihat ke Dalam Diri..

Kulepas pandang ke alam bebas..
Terlihat langit yang sangat luas..
Mulai gelap..dengan awan yang bergerak perlahan
Matahari pun beranjak menuju peraduan..

Malam pun menjelang....
Mulai terasa sunyi..
Hanya sesekali terdengar suara si pencari rejeki..
Menawarkan dagangannya dengan berbagai variasi bunyi..

Pekatnya malam terus bergulir..
Tenang...adem..sejuk..
Menghantarkan kepada waktunya istirahat..
Setelah seharian memakai tenaga dan pikiran untuk beraktifitas..

Pagi menjelang...siang pun datang..
Begitulah waktu berganti dan terus bergulir..
Semua terasa begitu cepat..
Dalam cepatnya waktu, begitu banyak hal yang kita alami..
Beberapa kejadian mungkin tak berkenan di hati..
Tak mengapa..itulah hidup!

Tak satu orang pun pernah tahu kapan tiba waktunya..
Saatnyalah bagi kita untuk introspeksi diri..
Melihat ke dalam diri, mencari apa yang harus dibenahi..
Melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang dikasihi..
Dan mulailah semuanya dari keluarga kita sendiri...^_^

Kamis, 08 September 2011

Menjadi Jauh Lebih Baik...

Hidup adalah pilihan..
Terkadang kita menjumpai hal-hal yang tdak nyaman..
Bahkan tidak berkenan di hati dan ingin dihindari..
Namun, tak selalu keinginan sesuai kenyataan..
Segalanya perlu proses dan waktu..
Terlebih ketika menerima hal-hal yang tidak berkenan..
Taklah mungkin kita selalu meminta orang lain seperti yang selalu kita inginkan..
Perlu kekuatan ekstra untuk menetralisir emosi yang ada..
Memakai nalar dan logika, sebelum mengatakan :"Koq sepertinya hidup saya susah terus "
Bersabarlah, mungkin kata yang membosankan!
Tetapi...kalau diresapi lagi, tak salah kalau dikatakan untuk menguatkan diri..
Tak ada orang yang dikutuk seumur hidup untuk menderita..
Baik untuk direnungkan, "Bagaimana kalau saya diberi kesusahan yang lebih berat lagi dari ini?"
Bukan menyerah, tapi lebih tepat kalau dikatakan:"Pasrah, tapi tetap optimis dan berusaha"
Menyalahkan diri dan orang lain, serta menghakimi, bukanlah sikap yang bijak..
Namun mengkoreksi diri adalah hal yang penting untuk pembenahan pribadi..
Apapun yang terjadi, jadikanlah itu sebagai PEMBELAJARAN HIDUP, untuk selalu berhati-hati, berpikir dahulu sebelum berkata/bertindak, supaya hidup ini menjadi jauh lebih baik lagi..
Jika sudah terjadi, tak perlulah disesali.
Sekarang, tinggal bagaimana MEMINIMALISIR dampak buruk yang ada/akan terjadi.

Rabu, 07 September 2011

Berserah..

Untuk apa bermuram durja..
Selagi segalanya mampu untuk diterima..
Tetap menegakkan kepala..
Menengadah mengucap syukur untuk segala pahala..

Tuhan takkan menguji melebihi kemampuan yang kita miliki..
Tak perlu merasa bahwa diri kitalah yang paling tersakiti..
Taklah juga perlu merasa bahwa kitalah yang paling bersusah hati..
Masih ada hari depan yang lebih indah menanti..

Segalanya akan datang silih berganti..
Siapkanlah hati untuk segala kemungkinan yang terjadi..
Serahkan semua pada yang Illahi.
Percayakan perlindungan pada- Nya, orang- orang yang kita cintai..

Tuhan lah benteng pertahanan dan perlindunganku..