Sabtu, 25 Mei 2013

Dunia Maya

Dunia maya...
Banyak yang mengatakan seringkali di situ ada kebohongan..
Lain status yang ditulis, lain pula obrolan ke inbox..
Status yang ditulis berbau kerohanian,
Katanya sih lain c'rita dengan obrolan di inbox,
Yang gimana gitu..
Foto profilpun sering dimanipulasi..
Tak sesuai dengan identitasnya..
Menyimpan gambar, foto yang tak pantas, sepertinya biasa..
Tapi ah.. sudahlah semua sudah dewasa, tentu tahu mana yang baik dan tidak..
Pandai-pandainya kitalah menyikapinya..

Dunia maya..
Tak selamanya , tak semuanya palsu..
Banyak juga yang bersikap jujur..
Banyak juga yang menulis status untuk menguatkan dirinya dan orang lain..
Berbagi cerita, berbagi canda, bahkan kadang berbagi duka..
Apapun itu, segala kemajuan teknologi, bila digunakan dengan semestinya akan besar manfaatnya..
Semoga, saya, kamu dan dia, bisa menjadikan kemajuan teknologi sebagai spiritual reminder..


Minggu, 05 Mei 2013

Selalu Ada Harapan dan Kemenangan

Mungkin setiap dari kita pernah mengalami jalan buntu dalam menghadapi masalah. Bahkan bisa jadi kita merasa tak ada jalan keluar sama sekali. Mungkin juga kita mengatakan terlambat sudah. Mungkin juga kita protes, "Mengapa harus saya yang mengalami hal ini ya Tuhan, ini tidak adil!"

Namun  demikan tidaklah bagi Tuhan. Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang tak mungkin, tidak ada yang mustahil.

Tuhan sangat senang pada orang yang mau melibatkan-Nya, mau mengandalkan-Nya di setiap perkara hidup mereka. Tidak gampang memang menunggu jawaban dari Tuhan, karena terkadang waktu dan jawaban Tuhan tak selalu sesuai dengan keinginan kita, bahkan terkadang bersamaan dengan itu semua pintu sudah tertutup. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata Tuhan telah menyediakan sebuah jendela untuk dibuka. Oh My God.. sungguh besar dan tak terbatas kuasa-Mu. Sudah saatnyalah kita kembali bangkit dan mengatakan: "Tuhan, bersama-Mu aku bisa, aku sanggup, aku takkan menyerah, aku takkan kalah oleh masalahku". Sekarang aku tahu Tuhan, ketika suatu waktu aku berjalan bersama-Mu, jejak kakiku tak kelihatan, ternyata saat itu Kau sedang menggendongku.

Dengan kenyataan yang demikian kita tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa, pribadi yang optimis, dan iman serta keyakinan kita kepada Tuhan semakin diteguhkan. Kita menjadi pribadi yang diperbarui.

Dan memang di balik semua TANTANGAN akan selalu ada HARAPAN dan KEMENANGAN. Puji syukur dan terima kasih Tuhan.

Tuhan Tak Pernah Meninggalkanku

Di suatu malam 
Aku duduk merenung 
Menghitung berkat demi berkat 
Yang telah kuterima di dalam hidupku 
Terlintas juga di benakku 
Akan dosa-dosa yang telah kuperbuat 
Baik dengan pikiran, perkataan, maupun perbuatanku 
Disengaja maupun tidak 
Yang telah menyakiti hati sesamaku 
Mengingat itu... 
Bersujud aku memohon ampun 
Betapa Tuhan tak pernah memandang diriku siapa 
Aku memang bukan siapa-siapa 
Aku juga bukan apa-apa 
Tapi Tuhan sungguh tahu siapa aku 

Kemudian terbayang di benakku  
Saat beberapa bulan yang lalu 
Ketika aku terjerembab 
Jatuh ke dalam sakit 
Diagnosa yang kudapat lebih daripada badai 
Saat itu seolah-olah hidupku akan berakhir 
Tapi satu hal yang kuyakini 
Ini bukanlah sebuah cobaan 
Melainkan tantangan bagiku.. Apakah aku tetap mengandalkan Tuhanku 
Iya.. Aku mengandalkan-Nya 
Dan aku mengatakan kepada Tuhan 
Kalau Engkau berkenan 
Berikan aku hidup sekali lagi 
Dan pakailah aku sebagai alat-Mu 
Untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu 
Dalam melayani sesamaku 

Berliku..berkelok-kelok jalan Tuhan 
Untuk menjawab pintaku 
Sempat aku mengangkat kedua tanganku dan berkata 
Aku menyerah Tuhan terjadilah padaku menurut yang Engkau kehendaki 
Tak berselang lama.. Kembali aku mengatakan 
Tuhan, Engkau dimana? Jawablah aku 
Tapi satu hal yang tidak pernah terucap ataupun aku tanyakan 
Ialah mengapa Engkau meninggalkanku Tuhan.. 
Tabu bagiku mengucapkan kalimat itu 
Karena memang kutahu Tuhan tak pernah meninggalkanku.. sedetikpun.. 
Dan kutahu Tuhan tak pernah bekerja setengah-setengah 
Aku yakin.. Sangat yakin..! 
Perlahan tapi pasti 
Tuhan menjamahku 
Tuhan menyembuhkanku 
Tuhan memulihkanku 

Kedua puteraku dan dokterlah perpanjangan tangan Tuhan untukku 
Tak terasa bulir-bulir air menetes dari sudut kedua mataku 
Betapa Tuhan mengasihiku 
Betapa anak-anak sangat mencintai dan menyayangi aku, ibu mereka 
Aku tahu doa anak-anakku, keluargaku, sahabat-sahabatku  
Bagaikan nyanyian surgawi
Mengalun mengiringi tangan Tuhan yang sedang bekerja bagiku 
Lirih aku mengucap 
Terima kasih Tuhan.. Engkau sungguh baik dan sangat baik 
Berkati anak-anakku, keluargaku, sahabat-sahabatku, dan dokter yang telah mengobatiku.. Amin 

Beranjak aku berdiri 
Kuangkat kedua tanganku dan aku mengucap 
Tuhan pakailah hidupku sebagai alat-Mu di seumur hidupku 

Jakarta, 4 Mei 2013

Rabu, 16 November 2011

Taklah Sulit Untuk Tersenyum..^_^


Cukup mudah untuk bergembira..

Tak kala hidup mengalun seperti lagu..

Dengan syair yang indah, melodi yang membuai..

Suara yang terdengar merdu...

Namun cukup sulit tersenyum ketika semua jadi serba salah

Adalah pribadi yang mulia..

Ia yang bisa tersenyum, ketika kesulitan mendera..

Karena kesulitan adalah ujian bagi hati....

Yang kadang datang tak dikehendaki..

Senyuman yang layak menerima pujian adalah..

Senyuman yang tulus, menyejukkan orang di sekitarnya..

Mustahil kalau tak pernah jengkel, ingin marah, sedih, kadang mungkin terasa sepi dan jenuh..

Tetapi pribadi yang berkata pada dirinya:

Saya mampu mengendalikan kemarahan..

Saya mampu mengatasi singgungan..

Saya akan tetap sejuk dan teduh..

Saya takkan goyah oleh kemarahan bak batu karang..

Saya berani, saya kuat dan penuh dengan harapan..

Kalau kalimat -kalimat ini terpatri dengan baik di hati..

Apa yang terjadi???

Sebesar apapun masalah..taklah sulit untuk tersenyum..

Buah hatiku, putra bungsuku, tadi pagi mengatakan:

Senyum terindah..

Senyum yang paling menyejukkan,

Senyum yang tulus,

Yang pernah dilihatnya adalah:

Senyuman MAMI..

Dan bukan tanpa alasan dia mengatakan hal itu..

Aku..selalu bahagia..kuat dan semangat karena anak-anakku..

Anak-anak yang sangat baik yang Tuhan kirim dan percayakan untukku..

Hidup kami penuh berkat..

Dan semoga kelak buah dari berkat itu bisa disalurkan untuk sesama..Amin..^_

Selasa, 08 November 2011

Di sudut Kamar Ini...

Di sini...di sudut kamarku ini.

Kalau tidak ada kegiatan di luar rumah.

Aku duduk manis di atas kursi hijau itu..

Jari jemariku menari dengan lincah di atas keyboard...

Di temani dengan buku- buku yang menjadi acuan untuk menulis..

Terusku mencari inspirasi..diiringi musik yang lembut..

Terkadang sambil aku memangku boneka orang utan kesayanganku..

Ideku pun mengalir lancar..

Sesekali aku minum dan ngemil.

Dan melempar pandangan pada potret kedua putraku, di kiri dan kanan meja komputerku..

Kalau mulai jenuh menulis ku buka facebook sebentar..

Hanya untuk bermain farmVille dan menulis status..

Terkadang aku senyum atau tertawa ngakak, membaca status teman yang lucu...

Browsing berita adalah rutinitasku..

Sangat jarang ku menonton siaran televisi, kecuali malam, kalau ada komedi..

Dan pagi ini..Setelah rutinitas rumah tangga selesai..

Kegiatan di luar rumah hari ini pun tidak ada..

Akupun kembali duduk manis di pojok kamarku..

Kembali aku ke facebook..

Sekedar menulis status dan menulis di notes..

Hanya sebagai catatanku saja..

Inilah aku dengan kegiatanku yang mungkin buat orang lain gak penting..

Tapi buatku ini penting ku baca ketika aku menua nanti..dan pikun mungkin???(semoga tidak)

Kembali aku melanjutkan menulis..log out dari facebook..

Berharap bahwa suatu saat tulisanku, dongeng-dongengku, catatan- catatanku bisa bermanfaat untuk siapapun yang membacanya

Bimbie Dengan Kisahnya...


Haiiiiiiii semuanya...., namaku Bimbie...aku domba kecil yang lucu, baik hati, tidak sombong, suka menolong, periang, imut dan centil. Aku juga cantikkan? hihihiiiiii..( ihh..si Bimbie lebay ah:)

Kemarinkan Hari Raya Idul Adha ya, nah aku tuh termasuk domba yang beruntung tidak disembelih. Di pikir- pikir, napa ya aku gak masuk salah satu domba yang akan disembelih? Hmmm...apa karena aku lucu, imut, periang dan cantik??? Bisa jadi....( Bimbie geer ah..:)

Teman-teman tau gak sih, kalau aku tuh dah deg-degan dan bertanya dalam hati, apakah tahun ini aku termasuk domba yang akan jadi kurban? Alhamdullilah...ternyata waktuku belum tiba. Senangnya hatiku...mbekkkkk..

Ngomong- ngomong, di lain pihak aku juga sedih lho, habisnya sih beberapa teman mainku dan sering merumput bareng aku termasuk yang disembelih. Hikzhikzhikz..sedih nih..! Tapi setelah aku renungkan, aku ikhlas koq. Kaum kami inikan memang sudah ditakdirkan untuk jadi hewan kurban. Yah, terima nasib aja deh! Lagiankan manusia juga bisa memperbaiki gizinya dengan mengkonsumsi daging kami, apalagi bagi sebagian orang yang gak mampu secara ekonomi.

Walaupun hatiku galau memikirkan teman-temanku, sesama hewan kurban, tetapi aku tetap bersyukur dan selalu mensyukuri hidupku. Dan aku selalu membenahi hidupku untuk jadi jauh lebih baik dan menyadari bahwa semua makhluk yang bernyawa akan meninggal juga, Tiada yang abadi. Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk memanfaatkan sisa-sisa hidupku sebaik mungkin dan untuk kebaikan...

Akupun berlari riang, menuruni bukit, menaiki lembah, menuju padang rumput yang hijau sambil tertawa lepas...Hahahahaaaaaa...mbekkkkk....cihuy.....mbekkkkk.....

Demikianlah balada si Bimbie, kisah domba kecil yang imut dan lucu...Dan aku ( Sabina) menulis kisah ini terinspirasi dari gambar yang ku ambil dari internet. Terima kasih ya untuk sipembuat gambar. Kreatif deh..Aku suka.

Selamat Idul Adha 1432 H, untuk semua yang merayakanny

Selasa, 25 Oktober 2011

Dalam Hening Aku Mengenang Dan Merindukan Bapak..( Lima Tahun Sudah Berlalu )

Hari itu adalah hari Minggu, tepatnya tgl 26 oktober 2006 silam, lima tahun sudah berlalu. Dan hari ini tepat tgl 26 Oktober 2011, kembali aku mengenang hari duka dikeluarga besar kami. Bapakku yang sangat kami putra/i nya kasihi dipanggil menghadap YANG MAHA KUASA, kurang lebih jam 3 sore di rumah kediaman beliau di Pontianak. Bapak meninggal dalam usia 82 tahun. Pagi harinya kurang lebih jam 10 pagi aku masih sempat menelpon Bapak..seperti biasa Bapak amat senang kalau diajak berdoa, dengan suara terbata-bata karena stroke..bapak mengikutiku saat berdoa, kemudian kami berbincang-bincang, Bapak menanyakan sudah ke gereja belum, menanyakan cucunya juga..dan seperti biasa beliau slalu bertanya..kapan mami Evan (maksudnya aku) pulang ke Pontianak? lalu ku jawab: Desember aku usahakan pulang. Kukatakan juga pada Bapak..bahwa adikku akan pulang 2hari lagi, karena saat itu bertepatan dengan libur lebaran, ku bilang juga pada bapak, kalau aku menitipkan 6 helai baju kaos putih kesenangan Bapak, dengan harunya beliau mengucapkan trima kasih dan gak usah repot-repot..Itulah kebiasaan yang Beliau ucapkan saat menerima pemberian anak-anaknya.

Tak pernah terpikirkan kalau pagi itu adalah pembicaraan terakhirku dengan Bapak..Sekitar jam 15.30, aku ditelpon adikku dari Pontianak, mengabarkan kalau Bapak telah berpulang kepangkuan Bapa di surga. Bagai disambar petir rasanya..shock...gak percaya..aku sempat histeris..sampai anak-anakku harus menenangkan aku..Yang terpikir di benakku bagaimana caranya mendapatkan tiket pesawat untuk segera pulang, dan hari itu adalah hari Minggu. Kemudian aku dan adikku..memutuskan membeli langsung di bandara..yang terjadi?? kami hanya dapat 1 tiket untuk penerbangan hari senin...aku mengalah adikku pulang duluan..dan aku mendapat tiket untuk hari Selasa, penerbangan jam 06.30.Aku menunggu di bandara dengan perasaan yang teramat sedih..saat itu situasi bandara sangat ramai, karena banyak yang mudik lebaran. Waktu berlalu..pesawat tak kunjung berangkat..kemudian terdengar pengumuman kalau pesawat didelay. karena jarak pandang yang sangat terbatas yang disebabkan oleh kabut asap.Sedih banget hati ini..air mata tak kunjung henti mengalir..apalagi hp ku tiada henti berdering..dengan isak tangis aku jawab setiap telpon yg masuk..dan "memancing" orang untuk menoleh kearahku. Dan banyak penumpang lain di ruang tunggu yang amat simpati padaku. Mereka menghiburku dan menawarkan bantuan. Sampai sore pesawat tak kunjung berangkat. Malam menjelang..berlalu..dengan kondisi fisik psikis yang amat lelah aku tak berdaya..antara tertidur dan tidak di ruang tunggu bandara. Pagi pun tiba...pesawat tetap gak bisa berangkat, ditunggu sampai sore, masih dengan kondisi yang sama.Dengan terisak aku bertanya pada petugas bandara..jawaban mereka masih sama.Tidak akan ada penerbangan ke Pontianak hari ini karena jarak pandang yang sangat terbatas. Petugas menyarankan aku untuk pulang ke rumah dan menukarkan tiket. Kebetulan ada rombongan dari pemda kabupaten Sanggau, mereka menawarkan untuk bersama-sama dengan mereka sampai penerbangan normal kembali..aku pasrah saja dan aku iyakan.Hari ke 3, penerbangan dibuka kembali, dan setibanya di Pontianak yang kulihat hanyalah pusara Bapak..betul-betul hancur hatiku.Prosesi pemakaman hanya bisa ku saksikan melalui DVD...Selamat jalan Bapak, maafkan aku..itulah yang terucap dari bibirku..kala itu..

Singkat kata singkat cerita...karena kabut asap durjana itu yang disebabkan oleh pembakaran hutan secara liar, kepulanganku untuk melihat Bapak yang terakhir kalipun tak bisa! Diputuskan oleh keluarga untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku dan saudara-saudaraku meminta aku merelakan kepergian Bapak..sekaligus minta ijin untuk memakamkan Bapak tanpa kehadiranku ,karena sudah hari ketiga beliau berpulang. Dan dari ke 12 anaknya, akulah yang tidak hadir saat pemakaman beliau. Betul-betul sedih, kecewa, entah apalagi! Sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pagi tadi aku bangun dalam kondisi kesehatan yang memang sedang dalam pemulihan. Dalam doaku aku menangis. Bukan tak mengikhlaskan kepergian Bapak, tapi aku mengenang masa-masa kebersamaan dengan beliau. Bapaklah dulu yang banyak mengurus sekolahku, sampai aku memutuskan untuk meneruskan studi di Bandung. Beliau berusaha membagi waktu disela-sela kesibukan bisnisnya. Ketika Mama lebih duluan meninggal, Bapak sempat ikut aku dan keluargaku di Padang. Kenangan manis ketika aku membawa Bapak jalan-jalan keluar kota Padang, dan beliau mengagumi caraku menyetir di jalan yang berkelok-kelok dan sempit. Tahun 2003 ketika aku dan anak anakku kembali ke Bandung ( setelah mahligai rumah tanggaku hancur), Bapak sempat tinggal bersamaku sampai akhir tahun tiba, dan hampir setiap hari beliau ikut aku ke tempat kerjaku. Ketika anak-anakku pulang sekolah beliaupun kuantar pulang. Banyak kenangan-kenangan indah yang terpatri manis diingatanku, dan itu semua takkan pernah lekang dimakan waktu.

Sebelum berangkat kuliah tadi putra bungsuku, memintaku untuk tidak menangis lagi, dan aku jawab:" Mommy will not cry anymore, but mommy miss and remember ur grandfather "

Bapak, dalam istirahatmu yang damai, bawalah seluruh cinta dan terima kasih kami anak-anakmu yang sangat dalam atas segala perhatian dan kasih sayangmu pada kami anak- anakmu. TUHAN MEMILIKIMU DAN KAMI AKAN AKAN SELALU MEMILIKIMU DI HATI KAMI..CINTA DAN SAYANG KAMI UNTUKMU, TAKKAN PERNAH PUDAR.